Ramadhanku sampai hari ke 6 kemarin

Cuaca di Jogja yang sejuk sepoi membuat puasa agak lebih enteng. Ramadhan sekarang ini sudah saya canangkan untuk lebih baik dari yang kemarin. Paling tidak sholat tarawih dan tadarus di masjid jangan sampai bolong-bolong. Kecuali saat saya masuk kerja shift malam, mau gimana lagi, paling sholat sendirian.

Kegiatan olah raga volley juga berhenti total ramadhan ini, dan saya bisa selalu antar anak-anak untuk pengajian takjilan menjelang buka puasa.

Musuh utama bagi saya dalam menjalani puasa adalah rasa kantuk sekitar jam 7 sampai jam 10 pagi, tetapi sekarang saya sudah bisa sedikit banyak mengendalikannya, yaitu jangan berbuka dan sahur kekenyangan. Memang benar sabda Rasulullah bahwa perut harusnya diisi sepertiga dengan makanan, sepertiga dengan minuman, dan sepertiga dengan udara. Terus kemarin membaca tulisan dari ahli gizi, memang sebaiknya kalau sahur tidak terlalu banyak menyantap karbohidrat, tetapi lebih diperbanyak protein dan lemak untuk cadangan tenaga. Benar juga rupanya hal tersebut.

Kadang kalau saya semangatnya agak kendor, malah anak-anak saya yang ngejar-ngejar untuk ke masjid. Tapi kadang anak saya juga bisa enggak mau diajak ke masjid karena kantuk, biasanya kalau tarawih dan solat subuh. Namanya juga anak-anak.

Untuk memacu semangat mengisi ramadhan ini, saya pribadi membandingkan dengan orang atau tetangga yang kerjanya membutuhkan tenaga fisik seharian, contoh tukang batu, tetapi mereka tetap menjalankan puasa, dan juga malamnya jamaah tarawih di masjid. Jadi kalau saya kembalikan pada diri saya yang kerjanya secara fisik mungkin cuma 20%, puasa ramadhan ini lebih enteng dari mereka yang hampir 70% bekerja menggunakan fisiknya. Saya pribadi kalau kerja fisik lebih dominan, maka saya harus banyak minum, dan tentu saja hal tersebut akan sangat menyulitkan saya jika itu terjadi pada saya dan saya harus berpuasa pula. Jadi sekarang ini saya merasa bersyukur sekali, dengan apa yang telah diberikan Allah pada saya dan keluarga saya.

Beribadah akan lebih bagus jika didasari dari rasa bersyukur, bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan Allah. Jadi beribadahnya bukan sekedar “absen”, misal asal sholat saja, yang penting tidak meninggalkan sholat.

Alhamdulillah semoga ramadhan 1429 kali ini memang menjadi lebih baik bagi saya, dan keluarga saya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: