tvri Jogja siaran percobaan colorbar+tone dari Ngoro-Oro

Kebetulan saya masuk kerja sore ini, merasakan buka puasa pertama di kantor, di pucuk gunung, tentu saja dengan makanan dan minuman yang saya bawa dari rumah, bekal yang telah dimasak oleh istri saya tercinta.

Panel antena TVRI Jogja (thank for Mr. Teguh Udiyono)

Panel antena TVRI Jogja (thank for Mr. Teguh Udiyono)

Sehabis buka puasa dan sholat maghrib, saya gelar laptop saya, baca-baca berita di kompas, detik, dan lainnya, lalu tak lupa buka facebook saya, sekedar membaca-baca status dari teman-teman, karena puasa ini saya berjanji hanya sebagai pengguna pasif saja, saya tidak akan update status dan memberikan komentar, paling puol memberikan LIKE alias acungan jempol pada status teman-teman saya. OK, akhirnya jam 19 saya membaca update dari teman yang kerja di TVRI jogja, yang menulis saat ini TVRI sedang melakukan siaran percobaan dengan pemancar barunya di Ngoro-oro. dan setelah saya cek ternyata benar juga. Bahkan sampai saya menulisnya saat ini, masih juga ada siaran percobaannya, sekarang jam 19:47.

Nampang di dekat tower TVRI Jogja di Ngoro-Oro

Nampang di dekat tower TVRI Jogja di Ngoro-Oro

Selamat untuk TVRI jogja yang akhirnya bisa ONAIR juga dari Ngoro-Oro, Patuk, GunungKidul, walaupun baru percobaan, berbagai kendala selama installasi akhirnya solved juga, mungkin memang kehendak yang DIATAS sana tvri jogja siaran pas 1 Ramadhan 1430 H. Paling tidak untuk siaran resmi perdana dengan program siaran, mungkin bisa dilakukan tanggal 24 Agustus 2009, saat ulatah TVRI. Pas benar momentnya.

Gagah berdiri paling tinggi di Ngoro-oro, 150 meter.

Gagah berdiri paling tinggi di Ngoro-oro, 150 meter.

Saat ini sebenarnya ADiTV juga sudah siaran program acara, saat saya tadi sore sampai kantor jam 16:50, sudah ada siaran langsung bersama bapak Amien Rais, yaitu pengajian menjelang buka puasa. Kemarin hari Jumat 21 Agustus 2009, ADiTV merubah perarahan antenannya, yang saya lihat untuk arah Solo dan Jogja masing-masing 6 panel, arah GunungKidul dan Bantul masing-masing 2 panel, total 16 panel (semoga saya tidak salah melihatnya).

panel antena ADiTV sama rata kesemua arah sebelum dirubah komposisinya

panel antena ADiTV sama rata kesemua arah sebelum dirubah komposisinya

Tambah ramai saja dunia pertelevisian di Jogja, bahkan mungkin 2 atau 3 tahun lagi siaran tv digital teresterial sudah masuk di Jogja, sehingga akan bisa maksimal menampung 36 tv siaran bareng dari Ngoro-Oro. Kita tunggu saat itu tiba.

ADiTV tampak dikejauhan sebalah kanan BTS TELKOMSEL

ADiTV tampak dikejauhan sebalah kanan BTS TELKOMSEL

Foto diatas saya ambil hari Jumat 21 Agustus 2009 jam 11:09, sebenarnya saat itu ada orang bergelantungan di tower ADiTV sedang merubah komposisi antena ADiTV, yaitu arah Solo menjadi 6 panel, yang sebelumnya hanya 4 panel, arah jogja juga demikian, yang menjadi korban adalah arah GunungKidul dan Bantul karena masing-masing jadi hanya 2 panel saja, tetapi memang arah Solo dan Jogja diperbanyak karena lebih banyak pemirsa di arah tersebut.

Tower antena ADiTV dilihat dari arah lain, ada di kiri BTS Telkomsel.

Tower antena ADiTV dilihat dari arah lain, ada di kiri BTS Telkomsel.

No Responses Yet

  1. Mas Hadiyanta, tampaknya tower TVRI yg 150 m itu rekor tertinggi di pathuk kan, menurut perkiraan saya menyusul TV ONE 100 m, TA TV 100 m, klo yang lain, Indosiar, Trans TV, MNC, SCTV, ANTV, Metro TV dan Trans 7 itu antara 75-100 m, disusul tower2 BTS cuma 50 m. Apakah sudah “mendekati” benar? kebetulan saya punya hobi yang aneh yaitu mengamati segala macam perkembangan tower di pathuk sejak tower yang pertama (Indosiar) berdiri pertengahan th 90-an…

  2. Wah sayang sekali, saya tidak mendokumentasikannya, boleh saya share tentang “interest” saya pada Ngoro-oro patuk ini ya mas? berawal dari pertengahan 90-an dengan adanya stasiun relay RCTI-SCTV yang ada di Jogja dan Solo, waktu itu saya kuliah di Jogja, tinggal di Klaten, kualitas penerimaan sinyal UHF RCTI-SCTV di klaten waktu itu buruk, antenna diarahkan ke pemancar Jogja dan solo sama jeleknya, saya dapat info dari media bahwa power-nya cuma 1 KW, karena penasaran saya cari pemancarnya ternyata ada di daerah Dlingo itu, setelah itu dibangun tower besar di Ngoro-oro yang kelihatan dari arah klaten, saya cari jalan ke sana, waktu itu jalannya jelek, dan ketemu, saking penasaran saya nanya ke penjaganya ini pemancar apa, dijawab Indosiar, waktu itu memang belum on air, melihat struktur antenanya saya perkirakan power-nya bisa 20 KW kayaknya, apa benar? saya perkirakan pasti nyampai di klaten pasti sinyalnya kuat sekali, karena posisi pemancar in sight plus perkiraan power transmiter yg besar, dan memang benar, waktu siaran percobaan, hasilnya jauh lebih kuat dari RCTI-SCTV waktu itu, bahkan masih kuat sampai di daerah Sukoharjo, terus disusul ANTV yang juga bikin tower di situ, yah sekilas tentang kenangan masa lalu mas…

    • indosiar satu satunya pemancar di jogja yang memakai tabung, bukan transistor, dan powernya yang paling besar, duh saya agak lupa, mungkin 30KW. Dulu antv pertama mau bangun di dekat gunung nglanggeran, tapi batal, lalu akhirnya di posisi yang sekarang ini, dan masih berdiri sampai saat ini, towernya tetap tapi mesin pemancarnya sudah diremajakan.

  3. Saya pernah berkunjung ke pemancar Trans 7, sekitar 4 th yg lalu, waktu itu masih TV 7, untuk menemui om saya yg kerja di situ, sempat lihat unit pemancarnya jelas pakai transistor, merk-nya saya lupa, katanya buatan Australia, dan yang punya-nya ANTV / TPI, juga mau ganti pake pemancar yang sama waktu itu, mungkin itu yang dimaksud mas sudah diremajakan, ganti yang sama punya-nya TV 7

  4. Om saya kebetulan bukan security mas, tapi kayaknya semacam koordinator teknisinya pemancar TV 7 itu, dulunya pensiunan dari TVRI jogja, juga ngajar di MMTC, tinggal di jl.kaliurang, sekarang juga sudah pensiun dari TV 7, krn sudah sepuh (di sana 5 tahunan), namanya pak Sugiarto, mungkin mas Hadiyanta kenal, kan sesama warga pemancar Ngoro-oro…

  5. Beberapa waktu yg lalu, saya sempat jalan-jalan ke Ngoro-oro, ada beberapa hal yg saya perhatikan, antenna TATV kog dilepas ya, tinggal tower-nya saja, kenapa ya? apakah memang sudah off air?
    Di tower-nya MNC di sebelah bawah ada 2 set antenna terpasang baru, warnanya putih dan kabel sudah diinstal, kira – kira untuk siaran TV apa ya mas? mohon pencerahan…

  6. Itu mungkin yang jadi penyebab TATV tidak bisa disaksikan lagi dari Wates, Kulon Progo, Yogyakarta. Padahal dahulu (sebelum TATV ganti logo) bisa disaksikan lebih baik dari JogjaTV kualitas penerimaan siarannya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: