kendaraan ini… siapa yang bisa menolaknya ?????!!!!

Mumpung hari jumat, mari kita pengajian sedikit di blog ini ya.

Kita di dunia ini boleh saja punya mobil dan motor terbaik yang bisa kita beli, misal saat ini motor terbaik dari segi harga dan fitur yang bisa saya miliki adalah Pulsar UG4, dan tentu tiap orang akan beda-beda sesuai tingkat ekonomi dan tingkat fanatismenya, dan parameter lainnya pada motor-motor tertentu.

Pada akhirnya nanti, terutama wong ndeso di tempat saya tinggal, akan merasakan untuk pertama kalinya dan terakhir kalinya (kalo bisa merasakan lho) kendaraan ini, yaitu kendaraan 8 Valve ada fitur Umbrella Boy-nya. Yaitu Bandoso/keranda mayat yang diusung 4 orang di kiri dan 4 orang di kanan.

siapa bisa nolak kendaraan ini?

Jadi marilah kita merenungkan kesombongan kita yang kadang ngebut, kadang pethakilan, kadang menyerobot lampu merah, klakson sak enak udele dewe dan lain-lain di jalan yang itu semua tidak septi sama sekali bagi kita sendiri atau bagi pengendara atau pemakai jalan yang lainnya.

Sekarang bicara soal melayat di ndeso saya, melayat di ndeso saya ini sudah menjadi semacam aturan baku, bahwa orang meninggal itu dikubur jam 14, jadi misal meninggal jam 5 sore, maka nguburnya besok hari jam 14. Ada baiknya ada jeleknya.

Jeleknya adalah, seharusnya memang menguburkan mayat itu secepatnya.

Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi shallallahi ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda “Percepatkanlah di dalam mengubur jenazah karena bila ia adalah orang yang shalih maka alangkah baiknya kamu cepat-cepat mengantarkannya agar ia lekas mendapatkan balasan, dan bila ia adalah orang yang jahat maka untuk apa kamu membiarkan sesuatu yang jahat dalam tangguganmu” [HR. Bukhori dan Muslim]

Dalam riwayat Muslim dikatakan “Maka alangkah baiknya kamu cepat-cepat mengantarkannya agar ia lekas mendapat balasan”

Dari Abu Sa’id Al Khudry r.a berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Bila jeazah telah diletakkan dan diangkat orang pada pundak mereka maka bila jezaha itu adalah orang yang shalih, ia berkata “Cepat antarkan aku”. Tetapi bila jenazah itu bukan orang yang shalih, ia berkata kepada keluarganya “Aduh alangkah celakanya, akan dibawa kemana aku ini?”. Segala sesuatu selain manusia mendengar apa yang dikatakan oleh jenazah itu, seandainya manusia mendengarnya niscaya ia akan pingsan” [HR. Bukhori]

Sedang baiknya adalah, jika dikubur jam 14, maka semua orang bisa melayat, biasanya orang datang melayat dari pagi, terutama yang ibu-ibu, dengan memberikan uang duka dalam amplop bervariasi sekitar Rp. 1.000 rata-rata. Dan untuk bapak-bapak, biasanya melayat dimulai sekitar jam 12:30 sudah pada berangkat ke tempat duka, dan nanti biasanya jam 13:30 upacaya pemberangkatan jenazah sudah dimulai, acara intinya adalah perwakilan tuan rumah yang diwakili oleh Kaur Kesra Desa, mengucapkan selamat datang, terimakasih atas segala bantuan baik waktu, pemikiran dan harta, dan tidak lupa memintakan maaf pada jenazah, serta jika ada urusan utang piutang harap diselesaikan segera dengan keluarga, jika mungkin diikhlaskan maka mohon diikhlaskan.

  1. Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda “Jiwa seorang mukmin itu tergantung (antara langit dan bumi) dengan hutangnya sehingga hutang itu dilunasi” [HR. At Turmudzy]
  2. Dari Hushain bin Wahwah r.a bahwasanya ketika Thalhah bin Al Barra r.a sakit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dating menjenguknya dan bersabda “Saya berpendapat bahwa Thalhah akan segera meninggal, bila ia meninggal dunia maka cepat-cepatlah beritahukan kepadaku dan cepat-cepatlah dikubur karena tidak pantas jenazah seorang muslim ditahan ditengah-tengah keluarganya” [HR. Abu Daud]

Melayat di ndesoku ini hukumnya wajib bagi yang memang tidak berhalangan, misal kerja dan lain sebagainya yang tidak bisa ditinggalkan, memang besok kalau mati mau ngubur sendiri kalau saat hidup tidak mau melayat dan menyolatkan jenazah.

Dan tepat jam 14:00 bendera start untuk jenazah dikibarkan, menuju ke kuburan. Keranda / bandoso dipikul oleh 8 orang, 4 dikanan dan 4 dikiri, biasanya membawanya mesti banter/cepet. Entah kenapa karena saya biasanya memang bertugas memikul keranda jika ada kematian di ndeso saya.

sampai ke kuburan

Kendaraan bernama keranda/bandoso sampai juga di kuburan, yang dibawa si mayat hanyalah kain kafan serta amal ibadahnya.

No Responses Yet

  1. pertamax mas/..
    jadi inget belum ngumpulin bekel pulang….

  2. kembali ke jalanNya.marimarimari

  3. Thank’s Bung!
    Artikelnya sangat2 bermanfaat!,so bisa lebih Mempertebal Iman Islam para Folloer!.
    Dan telah mengingatkan kita tentang Kematian yang pasti cepat/lambat akan Melambaikan tangannya kepada Setiap mahlukNya yg bernyawa!
    Semoga Kita adalah Ahli Syurga Allah azza wa jalla!
    Aaaamiiiiiiiiiiin!

  4. Pak hadi berarti trmasuk gagah,duwur,…lah kbagian gotong keranda!t4Q Biasane org2 plhan spt itu. Yen t4Q g ada patokan tp yo rata2 bis jam 12.

  5. ‘beribadahlah seakn2 engkau mati esok hri n crilah harta dunia (yg baik) seakn2 engkau akn hdup 1000 th lg’ (pernah dengar dsuatu tempt, tp dmana ya??!)
    salam kenal, ane newbie

  6. jiaaaahhhh, tak kira kendaraan apa. Wah, itu dimodif dengan ban racing tapak lebar kayaknya keren ya mas bro…
    Tengok juga kendaraan2 yang ini …. http://wjsblog.wordpress.com/2010/10/22/keanehan-dan-penampakan-di-kopdar-banyumas/

  7. kendaraan menuju rumah masa depan…

    semua pasti menuju kesana

  8. tobat..gan…kendaraan paling pelan kayaknya!!

  9. nice artikel pak!
    Kita jarang ingat kendaraan wajib ini…
    Perbanyak bekal..

  10. Kita semua pasti kembali kepadanya…

  11. Nice articel,
    tinggal satu pertanyaan : sudah siapkah kita untuk menaikinya?

    Hayo… Sapa yg mau test ride :mrgreen:

  12. Apa ada hadist nya,bila mayat terasa berat atau ringan…
    Saya sempat ter heran2 nggotong mayat terasa enteng banget.
    Padahal bobot semasa hidup sekitar 76 kg.

  13. Di tengah persaingan kemegahan dunia yang selalu kelihatan menarik dan menghanyutkan, ternyata mas Hadi mengingatkan kita kembali pada fitrah manusia, bahwasanya semua manusia akan dipacu dalam kendaraan terakhir itu, mau ataupun tidak mau….

  14. Mas Hadiyanta niku ndesone pundi to?nek kulo jl.paris mas…lam kenal…!!! 🙂

  15. wah artikel yg menyadarkan kang….kudu persiapan nih..ehm..pertama2 nulis wasiat dulu..truss..sholat diperbanyak..bla..bla…bla…

  16. Subhanallah, perjalan panjang turing seorang diri, dengan motor berbahanbakar amal. Hanya seorang diri! Alonerider!

  17. wah,onten rencang kulo ten samben mas,wingking stasiun rewulu….!!!besok kalo mudik insya Allah saya maen deh!!

  18. aku merinding jadinya kang

  19. Peristirahatan yg terakhir ……

Leave a Reply

%d bloggers like this: