apa sih bedanya tv digital teresterial dengan tv satelit?

Tulisan ringan ini semoga bisa menambah dan mencerahkan bagi yang belum begitu paham tentang tv digital teresterial DVB-T2 yang free to air, alias gratis diterima oleh pemirsa.

TV digital DVB-T2 adalah siaran tv yang dipancarkan dari pemancar di darat (bukan dari satelit), contoh di jogja pemancar tv ada di bukit Patuk Gunung Kidul, dipilih tempat ini karena letaknya yang tinggi dan bisa menjangkau Jogja dan Solo sekaligus, meskipun sudah di tempat yang tinggi, tetap masih ditambah tower pemancar setinggi 80 meter sampai 150 meter, agar siaran bisa melewati halangan gedung dan pegunungan kecil yang mungkin menghalangi sampai ke rumah-rumah pemirsa.

Saat ini pemancar tv masih analog, yaitu satu jalur dipakai sendirian. Tetapi juga sudah ada yang bersiaran digital DVB-T2 seperti tvOne dan antv. Siaran digital ini memungkinkan satu jalur bisa dibagi-bagi lagi sehingga bisa dipakai siaran bareng 5-20 tv sekaligus, tergantung bitratenya.

Sekarang beralih dulu ke tv satelit, tv satelit ini sudah digital, yaitu standard DVB-S/S2 (digital video broadcasting Satelite/2). Jadi sebenarnya masih saudara antara DVB-S/S2 dengan DVB-T2 (digital video broadcasting Teresterial2). Lantas dimana bedanya?

Sebenarnya bedanya hanya pada antena penerimanya saja.

Untuk DVB-S/S2 siarannya dari satelit langsung ditangkap parabola, sebagai contoh adalah jika anda langganan indovision, fungsi parabola kecil diluar adalah untuk menampung sinyal dari satelit yang ada di atas sana. Setelah itu sinyal yang ditangkap parabola disalurkan ke STB (set top box) DVB-S/S2, STB DVB-S/S2 ini akan dibagikan kepada pelanggan yang berlangganan tv satelit, karena berlangganan atau berbayar atau disebut pay TV, maka dalam STB satelit ini ada smart card untuk mengontrol penggunaan bagi pelanggan. Nah dari STB satelit ini, lalu disalurkan ke TV kita. Karena penyiaran digital satelit sudah cukup lama, maka sudah banyak STB DVB-S/S2 dijual dipasaran, yang  dikenal dengan RECEIVER SATELIT, kalau yang ini biasanya untuk melihat siaran dari satelit yang gratis. Karena sebenarnya kita sudah dari dulu bisa nonton tvOne yang dari satelit, juga tv-tv lainnya secara gratis.

Nah untuk DVB-T2, siarannya dari pemancar di gunung, bukan dari satelit, inilah bedanya. Berhubung DVB-T2 tetap memakai frekuensi UHF, maka antena dirumah-rumah kita tetap bisa dipakai (contoh antena model PF), antena inilah fungsinya seperti antena parabola pada tv satelit. Dari antena yang biasanya kita pakai ini, sinyal kita teruskan ke STB teresterial DVB-T2, jadi kalau satelit pakai STB DVB-S/S2, kalau teresterial pakai STB DVB-T2, lalu dari STB DVB-T2 ini diberikan ke tv lama kita, jadi tidak perlu ganti tv baru. Cukup ditambahi STB DVB-T2 maka sudah bisa melihat tv digital teresterial dari pemancar di gunung sebagaimana biasa, dan tetap gratis.

Jadi perbedaan tv satelit dengan tv pemancar yang ada di gunung, hanya pada STB nya saja. Dan berhubung tv satelit ekbanyakan berbayar, maka pada STB DVB-S/S2 diberi smart card untuk mengontrol pelanggan. Pada STB DVB-T2 pun sebenarnya bisa diberikan smart card, contoh yang sudah berjalan di Jakarta adalah next media, ini adalah tv pemancar digital teresterial yang berbayar.

Jadi kita hanya perlu tambahan SET TOP BOX (STB) DVB-T2 saja untuk menangkap siaran tv Digital teresterial. Antena dan tv lama tetap bisa dipakai.

Demikian semoga bermanfaat.

9 Responses

  1. Mas, nama alat yg ada di parabola yg untuk menerima sinyal apa ya? Yg ada ditangkai atas itu loh?

  2. Mas,
    infonya bermanfaat banget. Tapi saya mau nanya donk, saya di rumah menggunakan antena parabola dan saat ini sy ingin beli tv baru (yg led). Apakah saya sebaiknya beli tv led yg include dvb-t2 atau tidak? karena sinyal untuk antena parabola kan sebenarnya memakai yg dvb-s/s2 kan Mas, bukan DVB-T2 kan ya?

    Terima kasih

  3. Makasih banyak info nya,,moga berkah,,

  4. Mas mau tanya nih, kalau kita punya set top box nya bekas antena parabola, bisa gak dipakai ke antena biasa untuk menangkap siaran tv digital ?

Leave a Reply

%d bloggers like this: