Apa maksud berita KR ini?

Agak heran campur tersenyum simpul agak pahit sedikit melihat dan membaca berita di koran KEDAULATAN RAKYAT, hari sabtu, tanggal 31 Agustus 2013 di halaman 3. Yang intinya mengenai desa pemancar di wilayah NGLANGGERAN.

Saya kerja di Lativi sejak 25 Agustus 2001 dan bertugas di pemacar relay Lativi Yogyakarta di dusun SALARAN, desa NGORO ORO, kecamatan PATUK, kabupaten GUNUNGKIDUL, DIY. Indonesia. Jadi saya tahu benar tidak ada satu pemancar TV pun yang ada di NGLANGGERAN.

Tapi mungkin yang dimaksud dari berita di KR adalah desa pemancar NGORO ORO.

Dibawah ini saya cuplik tayangan beritanya.

image

image

kr toweryo

Biar saya lengkapi sekalian. Bahwa pemancar tv saya yaitu LATIVI berdiri sejak tahun 2001. Sekitar bulan agustus 2001 mulai membangun gedung dan tower. Pemerintah DESA NGORO ORO sungguh sangat kooperatif pada saat itu untuk berdirinya bangunan stasiun relay lativi dengan towernya, dan lativi saat itu juga berkomitmen untuk menerima karyawan sebanyak banyaknya dari penduduk warga DESA NGORO ORO, dan komitmen tersebut juga dilaksanakan.

Mengenai BTS, pertama kali ada BTS adalah tahun 2006 yaitu BTS fren, baru kemudian diiukuti oleh BTS yang lain yaitu telkomsel, XL dan esia. Sebagaimana umumnya pendirian BTS oleh kontraktor, maka kontraktor biasanya melakukan pendekatan ke warga dengan musyawarah besarnya kompensasi. Sejak saat itulah setiap pendirian tower BTS atau tower TV setelah tahun 2006 maka selalu ada sosialisasi dan kompensasi dengan warga sekitar radius tower. Jika ditulis diberita di KR ada pemancar TV yang belum memberikan kompensasi ke warga, alangkah baiknya jika berita tersebut diperjelas stasiun tv mana? Kompensasi yang diminta warga nominalnya berapa? Lalu stasiun tv yang katanya sudah memberi kompensasi itu besarnya berapa? Jadi beritanya jelas, transparan dan adil.

image

Sebenarnya ada perbedaan mendasar tower tv dengan tower selular.

Tower tv adalah tower broadcasting, hanya ada frekuensi downlink dari satu titik di antena yang letaknya dipuncak tower, lalu disebar dipancarkan ke sebanyak banyaknya titik penerima siaran tv di radius pancaran TV. Tower tv memberikan hiburan dan informasi gratis ke penonton tv.

Tower selular adalah tower TELEKOMUNIKASI, pasti ada frekuensi downlink dan uplink. Pancar dan terima. Saat pakai HP itu pasti ada pancar dan terima dari dan ke hp dan BTS. Saat pakai HP untuk telepon dan SMS dan data. Pasti kita harus punya pulsa untuk membayarnya. Jadi tidak ada yang gratis saat kita pakai HP untuk telp, sms dan data, lewat tower BTS HP.

towerbersama

Biar saya lengkapi berita diatas.

1. TransTV,

2. tvOne

3. JogjaTV

4. TVRI Jogja

5. Indosiar

6. SCTV

7. ANTV

8. Bekas tower TATV, sekarang nganggur tidak dipakai

(delapan tower tv diatas, dipakai sendiri, tidak dipakai bersama)

lokasi pemancar dan tower bekas TATV yang sekarang terbengkelai

lokasi pemancar dan tower bekas TATV yang sekarang terbengkelai

9. Lalu ada tower milik MNCTV yang dipakai bersama oleh RCTI, GlobalTV dan AdiTV (empat pemancar jadi satu tower)

10. lalu tower Trans7 dipakai bersama dengan KompasTV/RBTV (dua pemancar tapi satu tower)

11. Lalu tower MetroTV dipakai bersama dengan B Chanel (tapi B Chanel belum siaran karena tidak ada frekuensi)

12. Tower ADItv. tapi karena towernya ambruk, maka sekarang aditv gabung di tower MNCTV.

Ada satu TV yang siaran di kanal frekuensi 56 UHF, yaitu NUSATV, tapi sampai saat ini saya belum tahu dimana pemancarnya, harusnya bukan di wilayah Ngoro Oro, karena kanal 56 adalah kanal milik MAGELANG, jadi towernya harus ada di wilayah Magelang.

jadi tower TVnya ada 11, bukan 13.

untuk BTS Selular sbb :

1. Fren (lalu indosat ikut gabung disini)

2. Telkomsel

3. XL

4. Esia

tahun tower berdiri

Data tabel diatas adalah tahun berdirinya tower-tower di Desa Ngoro Oro (bukan Desa Nglanggeran), euforia kompensasi, baru mulai muncul tahun 2006, saat BTS selular pertama hadir di Desa Ngoro-Oro, yaitu BTS Fren. Sedang Indosiar, ANTV, TransTV, Lativi, Trans7, JogjaTV, MNCtv, TAtv berdiri sebelum tahun 2006.

bisa baca tulisan-tulisan saya sebelumnya tentang TV di Desa Ngoro-oro

http://hadiyantablog.com/2008/02/02/record-14-tower-dalam-1-desa-10-tv-dan-4-bts/

http://hadiyantablog.com/2008/03/03/metro-tv-sudah-mengudara-full-power-di-jogja/

http://hadiyantablog.com/2009/07/18/insya-allah-adi-tv-onair-pertama-dari-ngoro-oro-hari-ini/

http://hadiyantablog.com/2011/01/16/akhirnya-tower-adtv-tumbang-kena-angin/

http://hadiyantablog.com/2011/04/06/aditv-gabung-di-tower-tvone-siap-siaran-lebih-baik-dan-jernih/

http://hadiyantablog.com/2012/04/04/aditv-sekarang-onair-dari-tower-mncgrup/

http://hadiyantablog.com/2008/11/29/tvri-jogja-akhirnya-ikut-naik-di-bukit-patuk-juga/

http://hadiyantablog.com/2009/08/08/kapan-tvri-jogja-onair-dari-ngoro-oro/

http://hadiyantablog.com/2009/06/02/tower-tvri-jogja-akhirnya-dibangun-juga/

http://hadiyantablog.com/2009/08/22/tvri-jogja-siaran-percobaan-colorbartone-dari-ngoro-oro/

semuanya tentang televisi bisa dicari disini

http://hadiyantablog.com/category/televisi/

No Responses Yet

  1. Laporke ke pimred, langsung dimutasi kui wartawane

  2. sing mbaurekso angkat bicara…

  3. berita ora mutu kr kuwi…..

    saking ora mutune, nganti laris….

  4. banyak wartawan asal njeplak . . .

Leave a Reply

%d bloggers like this: