Tutup Rangkaian Kegiatan Masa Orientasi Siswa Astra Motor Yogyakarta Ajak 600 Siswa Baru untuk #Cari_Aman

Yogyakarta – Bulan Juli kerap kali menghadirkan momen spesial bagi remaja, salah satunya bagi mereka yang baru saja diterima di sekolah baru. Salah satu kegiatan yang menjadi jembatan fase transisi remaja untuk masuk dalam lingkungan baru adalah Masa Orientasi Siswa (MOS). Melalui kegiatan ini diharapkan siswa baru memperoleh berbagai informasi dan wawasan yang bermanfaat untuk menjalani rutinitas barunya.

image

Instruktur Safety Riding Astra Motor Yogyakarta memberikan pembekalan teori mengenai keselamatan berkendara di jalan raya kepada ratusan siswa baru. Selain itu siswa baru juga diperkenalkan dengan pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan yang sesuai standar.

Sesuai dengan komitmen Honda untuk berkontribusi dalam pengembangan generasi muda, Tim Safety Riding Astra Motor Yogyakarta berkolaborasi dengan 4 sekolah berupaya memberikan konten positif dalam kegiatan MOS. Salah satunya adalah dengan melakukan pembekalan keselamatan berkendara (Safety Riding) dan menyebarkan semangat #Cari_Aman. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMK Ma’arif 1 Wates, SMK Muhammadiyah 1 Imogiri, SMK Muhammadiyah 1 Temon, dan SMK Negeri 1 Seyegan pada tanggal 17-22 Juli 2017.

image

Dalam sesi praktek melalui materi narrow plank peserta diajak untuk meniti papan keseimbangan demi melatih keseimbangan peserta saat berkendara.

“Salah satu penyebab kecelakaan lalulintas paling dominan adalah kesalahan manusia (human error). Melalui pembekalan keselamatan berkendara dengan semangat #Cari_Aman ini Kami berharap mampu memberikan wawasan mengenai kehidupan berlalulintas di jalan raya kepada generasi muda”. ungkap Safety Riding Supervisor  Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal.

image

Dalam kegiatan yang diikuti tak kurang dari 600 siswa baru ini, Tim Safety Riding Astra Motor Yogyakarta memberikan materi teori dan praktek. Pada sesi teori peserta diajak untuk mengenal persiapan berkendara, sikap, perilaku, resiko di jalan raya, hingga teori ketrampilan berkendara. Tak lupa dalam sesi teori ini siswa baru juga diperkenalkan dengan pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan yang sesuai standar. Standar menurut hukum yang berlaku di Indonesia ataupun standar dalam menghadapi resiko yang mungkin ada di jalan raya.

Untuk sesi praktek materi dibagi menjadi dua yang meliputi narrow plank dan slalom. Pada materi narrow plank peserta diajak untuk meniti papan keseimbangan untuk melatih keseimbangan peserta saat berkendara. Sedangkan untuk materi slalom, peserta diajak untuk mengasah ketrampilannya dalam mengendalikan sepeda motor melewati bermacam jenis tikungan.

Agen Keselamatan Berkendara

Dalam kerjasama sebelumnya, di keempat sekolah tersebut Astra Motor Yogyakarta telah memiliki Agen Keselamatan Berkendara yang terdiri dari beberapa elemen di sekolah mulai dari siswa, penjaga keamanan, hingga guru pembina. Mereka yang tergabung dalam agen keselamatan berkendara, sebelumnya telah mendapatkan pelatihan yang lebih intens mengenai safety riding baik secara teori dan praktek.

“Keberadaan agen keselamatan berkendara di masing-masing sekolah bertujuan untuk mendorong upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya berjalan secara simultan. Semoga dengan keberadaannya bersama-sama Kita bisa berkontribusi mewujudkan Indonesia aman berlalu-lintas.” pungkas Iqbal.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: