Mi max 2, xiaomi pertamaku

image

image

image

image

Mi max 2, xiaomi pertamaku

image

image

image

image

Kebangkitan Suzuki dengan GSX S 150

Tanggal 19 dan 20 April 2017, blogger koboys yang terdiri dari saya, gora, faizz, aziz, adhani, dan irfan mendapat kesempatan melakukan test ride T4klukkan Ba7asan dari Suzuki dengan sepeda motor SUZUKI GSX S 150.

image

image

Memilih helm, Jaket, rompu dan Sarung tangan

Koboys bergabung dengan Jatengotoblog dan media di Jateng DIY, total berjumlah 25 orang.

Hari Selasa tanggal 18 April 2017, kami berenam berangkat dari Jogja jam 19:20 WIB, mamakai Innova menuju JAVA HERITAGE HOTEL di Purwokerto, tempat kami menginap yang sudah disediakan oleh Suzuki.

image

Briefing sebelum riding

image

image

Jam 24:00 kami tiba di Hotel dan langsung ke kamar masing masing, saya sekamar denga Gora, Aziz dengan Faiz, dan Irfan dengan Adhani Kars TV.

Sengaja kami langsung tidur karena menjaga Stamina agar besok segar untuk riding Etape II yang juga dibagi dua track. Tanggal 19 April 2017, track pertama dari Purwokerto menuju Solo, inipun masih dibagi rehat di Rumah makan Ani di Secang, lalu Kaliurang dan di Alun alun Utara Jogja.

Tanggal 19 April 2017, pagi saya sudah bangun seperti biasa di rumah, lalu kami mandi dan jam 6:00 WIB saya dan Gora ke lantai 5 untuk sarapan. Selesai sarapan kami balik ke kamar dan mempersiapkan diri untuk riding. Jam 7:00 WIB kami turun dan langsung bergabung di team Suzuki di sebelah kanan depan dari halaman hotel.

image

Sutoro, Sutono, dan Irfan

Kami memilih helm, sarung tangan, jaket dan rompi. Saya hanya mendapat helm ukuran L yang agak sempit bagi saya, jaket ukuran XL. Sarung tangan saya pakai milik saya sendiri.

image

KYRLT R10, ukuran L

Saya mendapat motor nomer 22, kata panitia bahwa yang pengalaman turing diberikan di belakang, dan koboys dapat belakang. Aziz dan Adani bahkan mendapat motor yang sudah diganti knalpot racing.

Sebelum berangkat, kami dibriefing dulu agar riding bersama ini bisa berjalan dengan baik, dan mentaati aturan aturan yang disepakati bersama.

image

Senjata xiaomi yi di dada, bisa untuk foto dan video selama riding

image

25 motor SUZUKI GSX 150

Suzuki sungguh sangat serius, tidak main main dalam mengadakan turing Suzuki GSX S 150 ini bersama media dan blogger.

Pengalaman saya naik suzuki sport adalah motor RGR, FXR,  Thunder 125, dan Thunder 250. Untuk RGR sudah lupa rasannya karena kisaran tahun 1998 saya naik. Kalau FXR baru kisaran 3 tahunan yang lalu, pinjam punya om Alrozi.

image

Siap siap start

Jadi ingat saat Suzuki Thunder 125 dulu sangat laris dan sempat booming, saya kira Suzuki tinggal belajar dari kesuksesan tersebut sembari disempurnakan dari semua segi, baik produknya, sparepart, aftersales, club, komunitas, dan semua hal yang berguna untuk kemajuan penjualan Suzuki GSX S 150.

Untuk cerita tiap bagian turing akan saya tulis tersendiri agar bisa lebih detil.

Anggota Komunitas Motor Sport Lintas Merek Sambut Honda CRF250RALLY

Yogyakarta – Astra Motor Yogyakarta selaku Main Dealer Honda wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas secara resmi memperkenalkan Honda CRF250RALLY kepada anggota komunitas dan Blogger otomotif di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya (16/3). Melalui kegiatan bertajuk “Honda CRF250RALLY Ride on City”, peserta diajak untuk mengenal lebih dekat motor sport ber-DNA Rally Dakar dengan konsep Adventure Tourer.

Marketing Region Head Astra Motor Yogyakarta Budi Hartanto mengungkapkan bahwa model ini hadir melengkapi jajaran produk Honda di segmen motor sport khususnya untuk memenuhi harapan pecinta motor Honda yang mendambakan sepeda motor dengan daya jelajah tinggi dan performa tangguh.

“Hadirnya  Honda CRF250RALLY memberikan alternatif pilihan menarik bagi mereka pecinta sepeda motor yang mampu melibas beragam kontur jalan mulai dari aspal, tanah, pasir, berbatu, hingga lumpur sekalipun namun tetap memiliki handling yang bersahabat saat melalui padatnya jalan perkotaan.”

Kegiatan CRF250RALLY Ride on City diawali dengan titik kumpul di Dealer Honda Big Wing Astra Motor Center Yogyakarta. Beberapa anggota komunitas yang belum pernah berkunjung ke Dealer Honda Big Wing diajak untuk mengenal lebih dekat Dealer Honda yang melayani penjualan sepeda motor tipe reguler, tipe Premium (CBU), hingga tipe Honda Big Bike. Selain itu peserta juga mendapatkan pengarahan mengenai rute City Rolling di sekitar kota Yogyakarta dengan titik finish berada di Cengkir Heritage Resto & Coffee.

Tak kurang dari 10 komunitas bikers yang bergabung dalam kegiatan ini. Komunitas-komunitas tersebut antara lain adalah Honda Big Bike Yogyakarta & Friends, Motor Besar Club Yogyakarta, CBR Brotherhood Yogyakarta (CYBER), CBR Club Indonesia (CCI) chapter Yogyakarta, Magelang CBR Community (Macnity), Magelang Ninja Unlimited (MAGNUM), R25 Friends, Kracker Jogja, Dagelan Fun Trail, Wheel Story, dan Motovlogger Yogyakarta.

Anggota komunitas bikers lintas merek sangat antusias dalam menyambut hadirnya model yang dipersenjatai dengan mesin 250cc liquid-cooled single-cylinder DOHC yang difokuskan pada torsi bawah dan tenaga di rpm tinggi sekaligus serta mengirimkan tenaga secara linier. Model ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 18.2kW / 8.500 rpm dan torsi maksimum 22.6Nm / 6,750 rpm. Antusiasme juga nampak pada saat tanya jawab dalam sesi pengenalan produk bersama Technical Training Supervisor Danang Priyo Kumoro di Cengkir Heritage Resto & Coffee.

Di wilayah Yogyakarta Honda CRF250RALLY dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Rp 63.170.000,- serta di wilayah Kedu dan Banyumas dipasarkan dengan harga Rp 64.470.000,-. Honda CRF250RALLY dilengkapi dengan Honda Genuine Accessories berupa Hand Guard, Wind Screen, Head Light Guard, Rear Rack, Muffler Garnish, Cover Drive Sprocket, Guard Rear Cylinder Brake dan Heel Guard yang tersedia di 9 jaringan Wing Dealer dan Big Wing Honda wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas pada April 2017.

***

Penuhi Hasrat Petualang, Honda CRF250RALLY Resmi hadir di Yogyakarta

Menjajal fitur mode Sport+ CBR250RR

Rute bangjo Sedayu sampai Bangjo Palbapang.

Kesampaian juga untuk menjajal performa CBR250RR pada tiga mode yang tersedia
1. Comfort
2. Sport
3. Sport+

Saya coba mode Sport+ di jalan Bangjo Sedayu keselatan sampai Bangjo Palbapang.

Saya memlilih jalan ini karena jalannya lebar, aspalnya mulus, dan saya hapal belokan belokan serta tempat tempat rawan yang berpotensi ada orang nyeberang dll.

Semua jalan ini ada di wilayah Kabupaten Bantul. Rencana yang saya tahu, kelak jalan ini akan jadi OUTER ROAD.

Okelah kita mulai dari rumah, default saat CBR250RR ini di start adalah mode SPORT, saya pakai mode ini menuju bangjo sedayu.

Pas di bangjo sedayu kena lampu merah, ganti mode ke Sport+, begitu lampu hijau menyala, saya pelan pelan dulu riding sampai di titik tengah perempatan Sedayu, setelah memaatikan aman, langsung betot gas.

Mode Sport+ ini memang galak, agresif, respon seketika, artinya kita betot gas, maka akselerasinya langsung terasa, ngacir.

Enak banget, tenaga ngisi terus disemua gigi. Saya sempat dua kali sampai gigi 6 dan sekilas terlihat lari 120kpj, lalu saya turunkan lagi karena jalanan yang habis trek lurusnya.

Mode Sport+ memang cocok banget untuk jalanan yang lurus lebar dan aman untuk betot gas.

Akhirnya tidak terasa sudah riding 16 km, sampai di bangjo Palbapang, pertemuan jalan Srandakan dengan jalan ke Samas. Saya terus ke timur, tapi karena jalanan mulai sempi dan aspalnya tidak begitu mulus, maka saya turunkan ke mode Sport.

Ceritanya besok kita sambung lagi saat saya naik turun melewati hutan pinus Dlingo.

Mode comfort

Mode Sport

Mode Sport+

Persiapan dari rumah

Nampang dulu

Rehat di bendungan Kamijoro, Kali Progo

Kenali fungsi tombol engine STOP pada CBR250RR

CBR250RR dilengkapi dengan tombol ENGINE STOP yang jadi satu dengan tombol start yang berada di setang kanan.
Tentu saja fungsi tombol engine stop ini antara lain misal kita pas di lampu stop merah lama, maka kita off saja mesin motor kita.

Tapi ingat saat mau hidupkan lagi, sebaiknya diposisikan ke stand by, caranya ditekan jangan full, akan terdengar suara pompa injeksi menyala semacam selftest dan sinkronisasi dan lampu lampu pada dashboard akan aktif.

Setelah itu baru kita start motor kita. Dan siap jalan lagi.

Posisi tombol engine STOP

Posisi tombol engine stand by siap di starter

Mengenal TIGA (3) Mode riding pada CBR250RR

Saya berkesempatan menjajal CBR250RR untuk penggunaan harian, unit dipinjami oleh Astra Motor Yogyakarta.

Sebelum riding, marilah kita persiapan dulu, antara lain bisa dilihat di video saya dibawah ini.

CBR250RR mempunyai tiga buah mode riding, sebagai berikut :

1. Comfort

2. Sport

3. Sport+

Mode COMFORT

Mode SPORT

Mode SPORT+

Tuas pemilih atau pemindah mode riding

Setiap kali di ON kan, maka mode defaultnya adalah SPORT. Walaupun misal saat terakhir kali kita pakai misal di mode COMFORT, tetap saja saat setiap kali di on kan dari posisi mesin mati, akan default ke mode SPORT.
Mode riding ini bisa diganti-ganti dalam posisi kita sedang riding, cukup kita telan pakai jari telunjuk kiri saja, sehingga kita bisa menyesuaikan kondisi jalanan dengan memilih mode yang tepat.

Seberapa bergunakah ketiga mode riding pada CBR250RR ini? Akan saya bahas pada tulisan tersendiri agar lebih mendalam. 

CBR250RR, ABS

Pasang tower internet 

Gareng Tower tiba di rumah saya

Tanggal 24 Desember 2016, saya installasi erection tower 6 stage, yaitu tower segitiga sama sisi dengan panjang sisinya 25cm, dan panjang per stage adalah 4 meter, sehingga total 24 meter.

Pemasangan tower ini dilakukan oleh GARENG TOWER.

Biaya pasang tower ini adalah Rp. 100.000 per stage, tapi ini belum termasuk kabel penangkap petir dan ujung lancip penangkap petirnya. Kabel tembaga Rp. 140.000 per stage, dan ujung lancipnya adalah Rp. 60.000,-.

Saya sengaja memakai kabel tembaga untuk penangkap petirnya, karena inilah penghantar listrik yang baik.

Total installasi tower ini adalah Rp. 1.907.000,-

Towernya belum dihitung, tower per stage adalah 500.000, jadi total tower 6 stage adalah 3 juta.

Persiapan

Pondasi tower

Diukur agar center

Mulai naik stage per stage dari total 6 stage.

Crew Gareng Tower

Tarikan tanah

Ongkos pasang per stage Rp. 100.000 dan biaya lainnya.

Alhamdulillah.

Makanan khas Banyuwangi di HBD 2016 Pantai Boom

Ini adalah kali pertama saya berkunjung ke Banyuwangi, tentu saja bersama rekan blogger otomotif dalam rangka menghadiri HONDA BIKERS DAY 2016 di Pantai Boom Banyuwangi.
Untuk urusan kuliner, tidak elok jika kita tidak mengenal makanan khas Banyuwangi. Saya benar benar baru tahu namanya dan wujudnya untuk pertama kalinya, sayangya kapasitas perut saya tidak memungkinkan untuk mencicipinya satu persatu, akhirnya kemarin saya malah nekat mencampur berbagai makanan khas tersebut dalam satu wadah.

Intinya saya cocok dengan semua masakan tersebut, yang dominan agak asin dan pedas.

Okelah mari kita absen satu satu makanan khas tersebut.

1. Sego Cawok
2. Rujak Soto
3. Kesut Kikil
4. Sego Tempong
5. Kalag Gepuk
6. Lontong Janganan Bali
7. Pecel Petek.

Minimal tahu namanya dulu, besok kalau punya kesempatan ke Banyuwangi lagi, perlu dicoba secata khusus, satu persatu.

%d bloggers like this: