Test drive WULING melintasi tanjakan Cino Mati, finish di Embung Nglanggeran

image

image

Siapa saat ini yang tidak mengenal fenomena mobil WULING,  beruntung saya dan rekan blogger KOBOYS mendapat kesempatan untuk testdrive dua buah Wuling Confero.

Kami jam 7:00 WIB sudah berada di Dealer Wuling yg letaknya di ringroad timur yang di utara Jalan Solo,  ada di sisi barat ringroad. 

Acara pertama adalah pengenalan lebih dekat dengan Wuling,  point utama yang saya dapat adalah,  wuling ini telah investasi hampir 7 trilyun,  untuk membuat pabrik seluas 60 ha, jadi memang faktor keseriusan bisa kita lihat dari hal ini.

Wuling juga berprinsip menantang arus,  yaitu mobil di produksi dahulu,  baru kemudian dipasarkan,  jadi hampir tidak ada indent kalau beli wuling,  kecuali mungkin minta warna tertentu yang tidak umum.  Tadi sempat di jelaskan,  untuk jogja ada kisaran 300 unit ready untuk dipinang konsumen.

Test drive dimulai start dari dealer wuling menuju Embung Nglanggeran,  dengan melewati ringroad,  lalu jalan pleret,  lalu menuju tanjakan Cino Mati,  selanjutkan menuju Patuk Gunungkidul,  lalu ke Gunung Purba Nglanggeran. 

Kami merasakan redaman getaran mobil di ringroad sangat nyaman,  juga lebih PD saat mau mendahuli mobil lain di depan karena performa mesin 1500 cc nya yang mumpuni. 

Sengaja kami liwat tanjakan Cino mati,  untuk mengetes performa mobil,  apakh dengan full diisi 8 orang termasuk sopir,  bisa lolos dari Tanjakan Cino Mati,  yang lebaran 2017 ini sempat menjadi viral di sosmed bahkan menjadi berita di tv tv jakarta. Sering sekali mobil tidak kuat nanjak dan harus ditolong pafa sukarelawan.

Kami sengaja mengisi full 8 orang,  lalu disengaja berhenti di tanjakan,  lalu kita coba jalan lagi,  sempat gagal dua kali karena faktor driver yang belum hapal karakteristik mesin wuling,  terutama saat melepas koplingnya.  Tapi justruckami mendapati bahwa HANDBRAKE Wuling ternyata memang mumpuni dan pakem,  mobil bisa benar benar berhenti tanpa mlorot,  padahal kondisi diisi 8 orang. 

Akhirnya pada percobaan ketiga,  kami berhasil melaju keatas. 

Memang di Tanjakan Cino Mati ini perlu skill pengemudi dan mumpuni dan sudah menyatu dengan mobil,  tidak kalah pentingnya untuk mengikuti rambu rambu perintah di tanjakan cino mati ini,  salah satunya adalah rambu perintah untuk masuk gigi 1, sehebat apapun mobil kita,  lebih bijak kalau menuruti perintah untuk masuk gigi satu.  Lalu ada perintah untuk mematikan AC,  ikuti saja,  karena memang AC mengurangi tenaga mesin,  padahal ini sedang diperlukan untuk fight naik sampai atas.

Tidak kalah pentingnya,  semacam aturan tidak tertulis,  bahwa kendaraan motor atau mobil dari atas harus mengalah dan memberikan jalan bagi kendaraan yang dsri arah bawah,  agar jangan sampai berhenti di tengah jalan,  berakibat bisa mlorot,  resikonya bisa masuk ke jurang. 

Akhirnya kami bisa lolos dari Tanjakan Cino mati,  sampai di Pohon Beringin yang di tengah jalan,  lalu kami belok kiri ke arah Patuk Gunungkidul melewati tempat wisata Puncak Pengger,  dll. 

Jam 11 kami tiba di parkiran Gunung Purba Nglanggeran,  lalu koordinasi dengan pengelola wistasa dan menuju embung Nglanggeran.

Kami bisa mencoba wuling di parkiran embung Nglanggeran yang luas dan dikeraskan dengan Paving Block,  ada juga jalan tanah di sisi utara,  sehingga bisa explore wuling confero di berbagai jalan.

Setelah puas test drive dan membuat dokumentasi,  akhirnya kami menuju GRIYA COKLAT NGLANGGERAN,  sebuah rumah tempat penduduk asli,  membuat olahan coklat menjadi berbagai macam hasil makanan dan minuman coklat yang enak sekali rasanya. 

Lalu kami makan siang dua tambir ingkung ayam jowo berikut nasi gurih,  nasi merah dan gudangan. 

Jam 14 kami akhirnya start dsri Griya Coklat Nglanggeran,  balik menuju Dealer Wuling. 

Alhamdulillah testdrive berjalan lancar tanpa kendala berarti. 

image

Nyiapin alat tempur

image

image

image

image

Tinggi 175cm duduk di kursi belakang

image

image

Otw Tanjakan Cino Mati

image

Parkiran Gunung Purba Nglanggeran

image

Mampir kantor

image

Kedua Wulingcyang kita test

image

Diakhiri makan siang di Griya Coklat Nglanggeran

Kuliner sate kambing khas Blora

Salah satu makanan favorit saya adalah SATE KAMBING, maka kesempatan saat berada di kota BLORA ini saya mencari kuliner sate kambing.

Ketemu Warung Sate Pak Karmani, ini koordinat GPS nya jika anda mau juga mencoba kesini.

-6.973901,111.474782
Khas sate kambing Blora adalah ada 4 piring terdiri dari :

1. Piring berisi kecap dan sambal

2. Piring berisi irisan tomat

3. Piring berisi irisan jeruk dan brambang.

4. Piring berisi SATE KAMBING.

Kalau cara makan saya adalah ambil piring berisi kecap dan sambal, lalu tuang irisan tomat, irisan brambang, lalu kasih satu peras jeruk potong, lalu ambil 10 tusuk satu, lepaskan sate dari sunduknya dan campurkan jadi satu dengan bumbu tadi, lalu taburkan merica halus diatas campuran sate ini. Selanjutnya tinggal makan. 

Sate Blora ini akan terus direfill sama penjualnya sampai kita bilang CUKUP atau BERHENTI. Jadi nanti yang dihitung adalah bekas sunduk satenya. Satu sunduk adalah Rp. 4.000, nasi Rp.3.000, teh panas Rp. 3.000. Kami berenam habis hampir Rp. 300.000

Sate Blora ini di lidah saya, jika langsung dimakan tanpa bumbu, maka tidak enak, beda dengan SATE KLATHAK di Jogja yang jika dimakan begitu saja sudah kerasa enak karena ada bumbu garam dan bawang saat dibakar.


Gule kepala kambing

Warung sate kambing khas blora, satunya lagi yang saya cicipi adalah warung SATE KAMBING MUDA DAN GULE CIPTA RASA di Jepon, ke timur 1 km dari warung Karmani, ada di utara jalan. Kalau karmani ada di selatan jalan.

Menuju warung sate, riding pakai Ninja250


Piring Kecap dan sambal

Irisan tomat, brambang dan jeruk

Sate khas Blora

Biar strong

Kuliner khas BLORA, soto klethuk Pak Galo

Tidak elok rasanya saat berada di suatu kota, kita tidak ekplore makanan makanan khas dan terkenal di kota tersebut.

Begitupun saat sekarang saya berada BLORA, saya penasaran kuliner BLORA yang khas, akhirnya setelah browsing brosing, ketemu juga SOTO KLETHUK PAK GALO.

Kebetulan warungnya mudah dicari pakai googlemaps, dari hotel saya menginap tinggal ke utara, belok kiri sekali, lalu belok kanan sekali, sampai tujuan. Tepatnya di Jalan Sindoro, sebelah timur alur alun BLORA.

Saya sendiri penasaran dengan ASEM ASEM IGA SAPI, sementara rekan rekan saya yang lain pilih soto klethuk.

Warungnya ramai dan ini salah satu instrumen pengenal, bahwa warung ini memang terkenal dan enak.

Warung tampak depan

Menu menu yang ditawarkan

Untuk yang penasaran, bisa tracking koordinat GPS dibawah ini.

-6.969161,111.415054

Menu utama

Ada sate maras, sate kikil, dll

Suasana warung

Siap diracik dan disajikan

Inilah SOTO KLETHUK

Asem asem iga sapi

Nasi gandul juga ada

Raja Durian Jogja, makan duren tidak kenal musim

Raja Durian Jogja ini merupakan penjual durian yang ada sepanjang tahun, karena durian didatangkan dari berbagai pulau di nusantara, antara lain dari Pulau Sumatera. Baiknya adalah musim durian di Sumatera tidak bareng masaknya, begitupun dengan di Jawa. Sehingga ketersediaan durian akan terus terjaga sepanjang tahun.

Kemarin saya sempat wawancara bincang ringan dengan pemiliknya. Ternyata beliau sudah main main durian sejak 20 tahun yang lalu, dimulai dari dagang di pinggir jalan lalu akhirnya seperti sekarang ini menetap.

Sekali datang pakai truk, maka 2.500 buah durian siap disantap, jika pakai pick up maka kisaran 600 buah saja. Buah durian disini harganya kisaran 35.000 sampai 60.000 tergantung besar kecilnya buah. Sebagai catatan untuk duroan dari sumatera memang durian petik paksa, bukan durian jatuh masak di pohon seperti durian Patuk Gunungkidul yang dijual pak Gito. Durian sengaja dipetik saat tua dan belum masak, karena akan masak selama 4 sampai 5 hari pengiriman dari sumatera sampai ke tempat ini.

Kebanyakan durian sumatera yang dijual ini manis, jadi pecinta durwn pahit akan sedikit kecewa.

Okelah bagi yang penasaran bisa datang ke rumah sekaligus toko durian yang beralamanlt di KAMAL WETAN, MARGOMULYO, SEYEGAN, SLEMAN, DIY.

Akan lebih aman jika anda telp atau sms atailu WA dulu untuk memastikan ketersediaan durian yang masak ke nomer ini

0877 3922 0086

0878 3842 2998

Jangan lupa ikuti FACEBOOK RAJA DURIAN JOGJA, karena biasanya stok durian diinfokan via FB

Sebenarnya tersedia juga olahan durian dan durian kupas disini, jadi kalau kecelik bisa membeli produk tersebut.

Durian segunung banyak pilihan

Bisa cari di google maps.

Untuk ancer ancer mencarinya, paling gampang dari PEREMPATAN SEYEGAN, ambil ke timur arah kota jogja, nanti sampai jalan yang akan belok kanan, nah sebelum belok kanan itu, anda ambil kiri atau arah utara, masuk jalan dusun, ikuti lurus saja, jangan belok, kalau ada belokan, pokokknya ambil yang lurus. Nanti Raja Durian Jogja, ada di kiri jalan setelah masjid. 

Silahkan simak videonya

Mengenal budaya Osing di Banyuwangi

Masih dalam acara HBD 2016 di Pantai Boom Banyuwangi, pada hari minggu 20 November 2016, kami mengunjungi Lembaga Masyarakat Adat Osing. Setahu saya ini adalah masyarakat asli di Banyuwangi yang masih mempertahankan adat istiadat dan budaya Osing.

Sampai di lokasi, ternyata sudah ada rombongan wisata dari daerah Ngawi, dan rombongan ini sepertinya disuguhi tarian Gandrung, yaitu tarian khas Osing.

Jadi kami hanya ikut nimbrung melihat dengan menggelar tikar di halaman.

Ada juga ibu ibu yang siap memainkan musik lesung, tapi sampai kami undur diri, tabuhan lesung tidak juga dilakukan.

Terlihat jamuan makan khas Osing digelar di jalanan, tamu-tamu yang berada di Pendopo, dipersilahkan menikmati makanan tersebut, dan rombongan kami pulang melanjutkan perjalanan.

Makanan khas Banyuwangi di HBD 2016 Pantai Boom

Ini adalah kali pertama saya berkunjung ke Banyuwangi, tentu saja bersama rekan blogger otomotif dalam rangka menghadiri HONDA BIKERS DAY 2016 di Pantai Boom Banyuwangi.
Untuk urusan kuliner, tidak elok jika kita tidak mengenal makanan khas Banyuwangi. Saya benar benar baru tahu namanya dan wujudnya untuk pertama kalinya, sayangya kapasitas perut saya tidak memungkinkan untuk mencicipinya satu persatu, akhirnya kemarin saya malah nekat mencampur berbagai makanan khas tersebut dalam satu wadah.

Intinya saya cocok dengan semua masakan tersebut, yang dominan agak asin dan pedas.

Okelah mari kita absen satu satu makanan khas tersebut.

1. Sego Cawok
2. Rujak Soto
3. Kesut Kikil
4. Sego Tempong
5. Kalag Gepuk
6. Lontong Janganan Bali
7. Pecel Petek.

Minimal tahu namanya dulu, besok kalau punya kesempatan ke Banyuwangi lagi, perlu dicoba secata khusus, satu persatu.

Peresmian bakmi jowo MBAK JUM di seberang Balai desa Argodadi, Sedayu, Bantul.

Gerobak bakminya

Bakmi Jowo sudah menjadi kuliner wajib di Jogja, melengkapi keberadaan Gudeg, ingkung ayam, sate klatak, angkringan, dll.

Kebetulan teman SMA membuka warung kuliner di Selatan Balai desa Argodadi, Sedayu, Bantul.

Koordinat GPS :

-7.847438,110.249922

Paling mudah adalah dari perempatan bangjo Sedayu (Jalan Wates KM 10), ambil arah ke selatan menempuh 3,8 KM. Sampai ke Balaidesa Argodadi yang berada di barat jalan, maka mulai pelan-pelan lihat kiri, warungnya akan kelihatan.

Sebenarnya pembukaan pada tanggal 7 November 2016, tapi kami teman-teman SMA datang pas tanggal 8 Nov 2016.

Warung ini kalau siang adalah warung SOTO SAPI, mulai buka jam 7 pagi, lalu sore jam 16 langsung berubah menjadi warung bakmi jowo.

Disediakan tempat pakai bangku dan kursi, pula disediakan lesehan setelah jam 20:00 WIB. Karena lesehan digelar dilokasi sebelah warung yang baru bisa digunakan setelah jam 20:00 WIB.

Warung bakmi jowo Mbak Jum ini buka sampai jam 24:00 WIB.

Monggo silahkan dicoba, kalau siang soto, kalau malam ada bakmi jowo, cap cay, kwetiaw, dan nasgor. Minumannya juga mak nyus.

3,8 KM dari Bangjo Sedayu sampai warung Mbak Jum

Tampak dari seberang jalan, warung ada di timur jalan

Plakat nama

Bakmi pakai telur bebek, harganya Rp. 12.000

Cap cay pakai telur bebek, Rp. 12.000

Lesehan lebih nyaman

Daftar menu dan harga, wajib dicoba wedang jahe gepuk.

Warung makan Bu Pri, sayurnya klasik aneka macam

Uenakk


Bagi anda pecinta masakan ndesso dengan berbagai macam sayur lodeh, sayur gudeg dll, cobalah untuk makan di warung Bu Pri, yang letaknya hanya 500 meter dari bangjo Piyungan ke arah Prambanan. 

Letaknya ada di timur jalan, berdekatan dengan rumah walet. 

Soal harga jangan ditanya, murah dan wajar. Mau makan di warung bisa, mau di bungkus juga bisa. 

Nyusss pokokke.

Berbagai macam sayur klasik

Dekat rumah walet

500 m dari bangjo Piyungan ke arah Prambanan, ada di timur jalan sebelum rumah walet

Ini Rp. 7000

Warung Rosya, sop sapinya enak banget

Warung ini ada di tepi jalan utama di Kebumen. Saya kemarin makan disini bersama media di acara launching Honda Supra GTR 150.

SOP SAPI nya cocok banget di lidah saya, seger dan enak.

Silahkan coba mampir untuk membuktikan sendiri, ini koordinat GPS nya

-7.688738,109.676371

Waroeng Pohon jalan Paris KM 6, ingkung pitikke enak nan.

Sore ini, kami koboys mengadakan acara syawalan, mendadak memang, dan akhirnya diputuskan di Waroeng Pohon di jalan padis KM 6, arah SMP 2 SEWON. kalau dari utara terus saja sampai melewati Pyramid, lalu li maju sampai ada pertigaan ke kanan arah SMP 2 SEWON

Kami memesan 3 ingkung ayam jowo, dan 3 paket tek poci.

Yang hadir

Hadiyanta, gora emon, irawan, andhi suranto, adhani horee, alrozi, dan aziz yang datang belakangan bersama keluarga.

Sayang banget pada gak bisa datang, padahal uenak tenan.

%d bloggers like this: