Sedia madu, garansi langsung dari peternak lebah.

Masalah terbesar saat ini dalam mengkonsumsi madu,  bukanlah jumlah uang yang kita belikan untuk sebotol madu,  tapi lebih pada keraguan akan keaslian madu,  hal ini saya rasakan sendiri beberapa waktu yang lalu,  garansi keaslian madu adalah hal yang sulit kita percayai, dan memang agak sulit juga untuk dibuktikan jika kita awam tentang madu.

image

Beruntunglah saya akhirnya bisa mendapatkan madu asli, langsung dari peternak lebah,  maka saat ini saya ingin berbagi dengan para pecinta madu, agar bisa mendapatkan juga madu yang asli.  untuk dikonsumsi sekeluarga tiap hari.

image

Siap diantar ke pelanggan

Saya percaya pada kejujuran peternak lebah tempat saya memperoleh madu ini,  jadi garansi asli madu ini diucapkan sendiri oleh peternak,  dan saya percaya.  Dalam usaha madu ini,  kepercayaan adalah modal paling utama,  dan saya yakin peternaknya amanah. 

Saat ini Ready madu berbagai jenis bunga, antara lain kopi, sonokeling, randu, garansi asli dari peternak langsung,  Rp.  170.000/kg.  Dan Rp.  85.000/setengah kg.
image

Kami siap antar di wilayah Jogja barat dan sekitarnya, siap pula dikirim ke luar kota, dengan asumsi biaya kirim per kg, rata rata Rp. 15.000 sampai Rp. 20.000 tergantung jauh dekatnya kota tujuan.

Contoh mengapa disebut MADU KOPI : karena lebahnya digembalakan di lahan yang pohon pohon kopi sedang berbunga. Sehingga lebah lebih dominan menghisap nektar dsri bunga kopi.

image

Lebah sedang menghisap nektar daei bunga kopi

Jadi peternak lebah selalu menggembalakan box box lebahnya ke lahan lahan dimana pohon pohon sedang berbunga,  umumnya adalah bunga Randu,  Klengkeng,  Sonokeling,  Kopi.

image

Contoh Box bok koloni lebah yang di gembalakan

image

Contoh bagaimana peternak lebah menggembalakan box box koloni lebahnya

Silahkan email ke

hadiyanta@gmail.com

Saya sengaja tidak mencantumkan nomer WA saya.

Untuk membeli madu ini. 

Terimakasih. 

image

image

image

image

Ajak Pecinta Honda PCX Rasakan Sensasi Perjalanan Berkelas Astra Motor Gelar PCX Luxurious Touring Yogyakarta

Yogyakarta – Astra Motor Yogyakarta selaku Main Dealer Honda wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas kembali menggelar kegiatan bersama pecinta skutik premium Honda PCX 150. Bertajuk “PCX Luxurious Touring”, kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu (12/8) ini diikuti oleh lebih dari 60 anggota Honda PCX Club Indonesia (HPCI) chapter Yogyakarta, HPCI chapter Klaten, HPCI chapter Solo, HPCI chapter Magelang, dan HPCI chapter Banyumas serta diikuti juga oleh perwakilan media, blogger, dan motovlogger Yogyakarta.

image

Safety Riding & Community Development Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal mengungkapkan bahwa kegiatan PCX Luxurious Touring ini dilaksanakan untuk mengajak pecinta Honda PCX semakin intim dengan sepeda motor kesayangannya sekaligus menikmati sensasi perjalanan berkelas dengan skutik premium Honda.

“Dalam PCX Luxurious Touring kali ini Kami mengajak peserta untuk melintasi rute dengan karakter yang cukup beragam dimulai dari Yogyakarta, perbukitan Menoreh, Borobudur, hingga Ketep Pass sebagai lokasi gathering. Bersama skutik premium Honda ini Kami mengajak setiap peserta untuk merasakan sensasi berkendara yang berkelas, nyaman, dan menyenangkan.”

image

Perjalanan menuju Ketep Pass ditempuh dengan kecepatan jelajah sedang. Hal ini dilakukan untuk memberikan waktu bagi masyarakat di sekitar jalan yang dilewati untuk lebih mengenal Honda PCX 150 beserta komunitas HPCI sebagai wadah bagi sesama pecinta Honda PCX untuk berbagi pengalaman dan menikmati hobi yang sama.

Sebagai model global yang diproduksi oleh putra bangsa Indonesia, Honda PCX 150 ini telah lama ditunggu kehadirannya khususnya oleh pecinta skutik premium yang mendambakan sepeda motor canggih, nyaman, elegan, dan tampil dengan desain yang mewah.

image

Bersama dengan Honda PCX 150, pengendara dapat langsung merasakan kenyamanan berkendara yang menyenangkan melalui kehadiran fitur baru yakni Anti-Lock Braking System (ABS) khusus di tipe ABS, desain velg baru dan ban yang lebih lebar dan menjanjikan mantapnya pengendalian / handling, jarak antar sumbu roda yang lebih pendek berukuran 1.313mm yang membuat Honda PCX 150 semakin lincah dalam bermanuver, serta pencahayaan yang mewah dengan hadirnya Full LED Lighting System.

image

“Terima kasih untuk rekan-rekan HPCI yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan PCX Luxurious Touring. Semoga HPCI terus eksis dengan beraneka ragam kegiatan positif.” pungkas Muhammad Ali Iqbal.

Turing pakai CRF250Rally dan CRF150L berburu duren di Wonosobo

image

Saya dari rumah, verza 8.394 km posisinya

Pada hari minggu tanggal 25 Maret 2018, kami koboys melakukan turing hore hore santai dengan tujuan ke Selomerto Wonosobo Jateng untuk berburu duren langaung di sentra penghasil duren. 

Kebetulan kami diberi pinjam 3 unit motor oleh Astra Motor Jogja,  yaitu dua unit CRF150L  dan satu unit CRF250Rally.  Sementara itu yang ikut turing ini adalah sbb
1. hadiyantablogdotcom
2. warungDOHCdotcom
3. proleevo channel
4. 5osialdotcom
5. Kusnanto

Sehingga motor pinjaman dipakai gantian,  saya sendiri berangkat pakai verza 150 tanpa ganti motor.

Peserta masih ditambah dua biker yaitu Om Prapto yang mengendarai HONDA FORZA 300cc, dan Mas Indra yang memakai PCX150 Vietnam.

Kami juga dikawal oleh mas Anton HC3  Jombor,  dan mekanik Dwi yang keduanya naik mobil.

image

Kumpul di Astra Motor Jogja

image

3 unit CRF yang kami pinjam

image

Mencoba dulu di halaman Astra Motor

Perjalanan start di halaman Astra Motor Jogja dan dilepas oleh Pak Ery (Manager HC3  JOGJA),  yang sebentar lagi pindah ke HSO SEMARANG.

Rute yang kami lalui adalah dari Astra Jombor ke barat arah Cebongan, lalu Seyegan, lalu Bligo Ancol, lalu Candi Borobudur,  lalu ke arah Wonosobo.  Tujuan kami ke rumah teman kuliah saya dulu yang tinggal di Wonosobo,  dan teman saya ini sudah pesan 20 durian kepada temannya yang petani durian di Selomerto. 

Sebenarnya sejak pagi hari hujan deras,  tapi Alhamdulillah pas berangkat dlsampai di rumah teman saya,  tidak kehujanan,  hujan turun saat kami riding dari rumah teman saya menuju lokasi nduren. 

image

Proleevo channel mencoba Forza 300 cc, milik om Prapto

image

Om Prapto

image

Terhalang evakuasi truk yang masuk jurang

image

Om Prapto

image

Akhirnya ketemu om Ipung, teman kuliah yang terakhir ketemu pas nikahan dulu

image

Om Ipung mencoba FORZA 300

Tiba di lokasi nduren,  kami bahagia banget,  karena ada dua tumpuk duren yang tersedia,  alhasil ada 10 duren kami makan bareng,  dan rata rata tiap kami membungkus 4 duren dibawa pulang,  dibelah lalu diwadahi plastik atau tuperwer. Saya belah 3 duren,  total harga 60.000 saja,  lalu bawa duren utuh seharga 20.000.

Pulangnya saya riding memakai CRF250Rally. Motor ini tinggi banget,  saya yang tinggi 176 cm dan berat kisaran 80 kg saja,  harus jinjit,  tapi saat sudah naik diatasnya ya nyaman banget,  ini karena shock depan belakang sangat enak dan empuk,  tenaga motor juga sangat badak dan responsif,  enaknya pakai motor ini,  saya tidak memikirkan jalan yang akan saya lalui,  jalan berlubang libas saja.  Jika ada motor yang pingin saya memilikinya dan membelinya,  CRF250Rally ini adalah salah satu yang saya inginkan.  Tinggal dikasih top box di belakang,  pas di boncenger,  jadi tidak perlu diberi ruang untuk boncenger,  biar enak bawa bawa barang bawaan.

image

Tiba di lokasi nduren

image

Gora emon bahagia

image

Juaraaaa

image

Untuk jadi ikut turing dapat duren kuning

image

Mantab

image

Bikin ngiler

image

Ini yang bahagia habis duren macem macem

Pulangnya hujan turun dan kami mampir ke rumah teman saya,  mas ipung,  karena sudah dimasakkan untuk makan sore sebelum kami pulang ke Jogja. 

Pokoknya puas banget berburu duren kali ini,  dengan motor CRF dan Verza.  Semoga tahun depan bisa kami ulang.

image

Aziz sampai klenger

image

image

Antri buka duren dibawa pulang pakai plastik

image

Selamat tinggal duren

image

8.606 km sampai di rumah kembali.

Pecinta Honda PCX Lestarikan Destinasi Wisata Indonesia

image

Jakarta – Ratusan pemilik Honda PCX ramai-ramai bersama melestarikan berbagai destinasi wisata di 9 kota besar Indonesia melalui rangkaian acara bertajuk Honda PCX Vacation. Kegiatan ini menjadi wujud kecintaan para pecinta Honda PCX terhadap berbagai destinasi wisata yang khas dari setiap daerah sekaligus memperkuat persaudaraan sesama bikers Honda. 

Gelaran Honda PCX Vacation dimulai sejak 23 Desember 2017 lalu di kota Medan, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Jakarta, Denpasar, Banjarmasin dan diakhiri di kota Makassar pada 3 Februari 2018. Kegiatan ini diikuti bikers dari Honda PCX Community Indonesia dan para pecinta Honda PCX dari berbagai komunitas dengan total peserta mencapai 512 bikers. 

image

Menuju berbagai destinasi spesial daerahnya, para bikers menikmati perjalanan yang nyaman dan aman bersama motor skutik premium Honda PCX kebanggaannya. Di lokasi wisata, mereka mengadakan berbagai kegiatan aktraktif seperti gatheringoutbondserta bertukar ilmu yang semakin menambah keakraban dan memperkuat solidaritas sesama pengguna motor skutik premium Honda ini. Tidak hanya itu, para bikers Honda ini juga menunjukkan kepedulian lingkungan melalui aksi penanaman pohon di setiap kota penyelenggaraan.

Berbagai destinasi wisata yang dikunjungi sekaligus dilestasikan pecinta Honda PCX antara lain Puncak Bogor, Berastagi Medan, Tirta Empul Tampak Siring Bali, Titik 0 Kilometer Banjarmasin, Taman Banjarbaru Banjarmasin, Duyung Hills Tawas Surabaya, Windy Point of Punclut Bandung, Pemancingan Dewandaru Semarang, Gunung Mungker Bantul, Gunung Api Purba Nglanggeran Yogyakarta, dan Padivalley Golf International Club Makassar.

image

General Manager Marketing Planning and Analysis Division PT Astra Honda Motor (AHM) A. Indraputra mengatakan kegiatan bersama para pecinta Honda PCX ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk semakin mencintai kekayaan destinasi wisata yang ada di dalam negeri. Dengan kegiatan ini, lokasi wisata domestik dapat semakin dikenal dan menjadi destinasi favorit wisata masyarakat, seperti halnya upaya pecinta Honda PCX yang berhasil menularkan rasa bangga memiliki dan berkendara sehingga motor premium Honda ini terus dicintai dan menjadi motor favorit di segmen skutik premium.  

“Kami ingin kekompakan dan kesolidan pecinta Honda PCX yang terjalin selama ini dapat juga memberi manfaat untuk masyarakat luas. Oleh karena itu, kami menggelar Honda PCX Vacation ke berbagai destinasi wisata diiringi aksi sosial penghijauan. Kedepannya, para pecinta Honda PCX akan terus menggelar berbagai kegiatan yang bermanfaat lainnya untuk masyarakat,”ujar Indraputra. 

image

image

Para pencinta Honda PCX asal Bali memasuki kawasan pariwisata Tirta Empul, Tampak Siring dan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan aktraktif yang memperkuat keakraban sesama pengguna motor skutik premium Honda.

Produksi Indonesia

Dalam rangkaian kegiatan Honda PCX Vacation, para bikers Honda bersama masyarakat di setiap destinasi wisata juga berkesempatan melihat langsung secara perdana motor skutik premium All New Honda PCX 150 produksi Indonesia yang mulai diperkenalkan pada akhir tahun lalu. Kehadiran skutik premium Honda ini disambut antusias masyarakat di lokasi acara Honda PCX Vacation.  

Model global All New Honda PCX 150 produksi anak bangsa ini telah lama ditunggu kehadirannya oleh para pecinta skutik yang menyukai kenyamanan, desain elegan dan tampilan mewah. Model ini hadir dengan pilihan dua tipe, yaitu ABS dan CBS. Kehadirannya semakin spesial seiring disematkannya fitur baru yakni Rear Disc Brake pada kedua tipenya.

Community event PCX vacation, Astra Motor Jombor ke Gunung Mungker.

image

Registrasi peserta, mendapat nomer undian door prize dan kaos.

Hari ini saya mengikuti acara
Community event PCX vacation yang diadakan oleh ASTRA MOTOR JOGJA,  acara ini dihadiri  oleh anggota HPCI JOGJA,   ditambah dengan beberapa pemilik PCX lainya,  kurang lebih ada 30 an PCX,  terdiri dari yang 125,  150 thailand dan 150 vietnam.

Tentu saja acara ini bertujuan untuk lebih membuat akrab para pecinta Honda PCX,  dan mengenalkan lagi pada masyarakat luas bahwa sebenarnya matic gambot honda ini sudah ada kisaran 5 tahun yang lalu hingga sampai tahun 2018 ini akan muncul PCX150 LOKAL. 

Tour kali ini dimulai dengan registrasi jam 8 sampai jam 9,  dilanjutkab briefing jalur yang akan dilalui yaitu dari astra motor jombor,  menuju ringroad barat lalu terus sampai ringroad selatan,  di perempatan Dongkelan Ringroad Selatan,  ambil kanan ke Jalan Bantul,  lalu traffik light setelah kasongan,  ambil kiri tembus ke Jalan Paris.  Jalan paris keselatan sampai Bangjo BAKULAN ambil kiri sampai imogiri,  lalu naik menuju Mangunan,  melewati hutan pinus mangunan,  Kakuli Langit,  Pintu Langit,  Puncak Becici,  terus sampai pohon beringin Dlingo kalau yg ke kiri sampai cino mati,  kita lurus ke arah Patuk,  lalu menuju titik perhentian pertama di GUNUNG MUNGKER.

Kita melakukan CSR dengan memberikan bantuan 300 bibit pohon sengon dan diserahkan kepada pengelola wisata Gunung Mungker untuk ditanam di tempat tempat yang tepat.

Wisata Gunung Mungker ini memang masih baru,  dan masih dalam tahap penyempurnaan,  meskipun begitu,  kita sudah bisa naik ke puncak Gunung Mungker pakai motor.  View di puncak sangat menawan,  karena kita bisa melihat ke seluruh penjuru aras,  di utara akan terlihat puncak puncak merapi dan sumbing,  ke arah lain juga tidak kalah cantik pemandangannya.

Gunung Mungker ini lebih enak dan dekat jika kita lewat jalan Jogja Wonosari, sampai pos lalu lintas Patuk ambil ke selatan,  nanti akan melewati Hutan Pinus Pengger di kanan jalan,  terus saja nanti Gunung Mungker ada di kiri jalan.

image

HPCI JOGJA

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Perwakilan dari ASTRA MOTOR JOGJA menyerahkan bantuan pohon ke Pihak Gunung Mungker

image

Perwakilan HPCI JOGJA

image

image

Penanaman pohon di puncak Gunung Mungker

image

Kuliner duren dan ingkung ayam di warung Duren Pak Gito

image

Duren fresh baru saja diambil dari pohon pohon petani di seputaran Kecamatan Patuk, Gunungkidul

Saat ini buah durian memang sudah menjadi kegemaran hampir semua orang,  meskipun banyak juga yang tidak doyan duren,  bahkan mencium aromanya saja bisa mabuk.

Bicara tentang duren,  di Kabupaten Gunungkidul yang gambaran selama ini adalah daerah yang tandus dan sering ditimpa kekeringan,  ternyata di salah satu kecamatan adalah penghasil buah duren,  tepatnya di kecamatan Patuk, kecamatan Patuk ini memang terletak di sisi utara berbatasan dengan wilayah kabupaten Bantul.

Musim duren di tahun 2017 ini ternyata maju daei biasanya,  karena sudah mulai ada duren jatuh di bulan Oktober 2017, padahal biasanya baru kisaran akhir desember musim duren tiba.  Mungkin ini karena musim duren 2016 yang tidak jadi,  alias hampir tidak ada duren yang berbuah.  Kalaupun ada cuma satu dua dan buahnya jelek,  kalau tidak cacat dimakan semacam ulat,  maka buahnya anyep.

image

Pak Gito sedang memilihkan duren untuk konsumen

Memang duren di kecamatan Patuk Gunungkidul ini hampir semuanya masak pohon dan jatuh alami,  dan jangan kuatir jika mau berburu duren Patuk,  silahkan datang ke WARUNG DUREN PAK GITO, saya rekomendasikan karena pak gito sudah jualan duren selama 8 tahun,  sehingga hapal pohon duren mana yang buahnya enak,  pohon mana yang buahnya manis,  tebal dagingnya,  kecil ponggonya,  pait rasanya dll.

Perlu diketahui bahwa duren itu tiap pohon pasti beda beda rasa dan tebalnya, bahkan satu pohon saja bisa beda rasanya, untuk itulah pengalaman pak gito selama ini terbukti mampu memuaskan para pecinta duren, jika ada satu dua yang ternyata tidak enak, wajar terjadi, dan itupun akan diganti oleh pak gito.

Kelebihan warung duren pak gito adalah buah duren selalu fresh tiap hari,  duren jatuh malam,  paginya dijual oleh pak gito.

Soal harga bervariasi dari 30.000 sampai yang 100.000 lebih juga ada,  tapi rata rata adalah kisaran 50.000, mahal?  Bagi pecinta duren,  uang yang dibayarkan akan setara dengan nikmat duren yang memang enak dan fresh.  Lagi pula duren di warung pak gito ini garansi,  kalau tidak enak akan diganti,  atau tidak usah dibayar.

image

salah satu duren yang dijual pak gito

image

Biarlah foto yang berbicara, betapa banyaknya duren yang sudah dibelah oleh para pecinta duren, belum lagi yang dibawa pulang

Dan sekarang mulai tahun ini ternyata pak gito sudah siap dengan gazebo,  jadi makan duren bisa nyaman di gazebo,  atau duduk di teras,  dan ada po ula gazebo yang ada meja kursinya,  dan lebih enak lagi ternyata sekarang pak gito juga menyediakan menu INGKUNG AYAM JOWO,  yang kemarin saya juga pernah pesan dan dimakan bareng dengan teman teman INFO BIKER JOGJA,  sebuah grup WA yang berisi biker.  Ingkung Rp.  150.000 lengkap dengan nasi gurih,  sambel pete dll bisa dimakan untuk 6 sampai 7 orang.  Jadi kalau mau rombongan liburan asik,  bisa pesan dulu duren berapa buah dan ingkung berapa paket,  nanti bisa dimakan ramai ramai bertujuh dengan teman teman.

image

Ingkung Bu Gito

image

Sambel Jengkol

image

Menu lengkap Ingkung Bu Gito, bisa dimakan barengan tujuh orang

image

blogger juga manusia yang butuh narsis, haha

image

Ini nomer HP pak Gito

Mencari lokasi duren pak gito amatlah mudah.  Saya anggap anda dari arah KOTA JOGJA,  maka menuju saja jalan Jogja – Wonosari,  nanti sampai lampu bangjo Piyungan,  lurus naik keatas melewati,  BUKIT BINTANG,  lalu terus naik melewati GERBANG GUNUNG KIDUL,  lalu masih naik sedikit sampai perempatan Patuk.  Ada pos polisi lalu lintas di kanan jalan,  maka anda ambil ke kiri,  lalu ikuti jalan aspal kurang lebih 1,6 kilometer,  sampailah nanti ke warung pak gito di kanan jalan.  Warungnya seperti foto foto saya ini,  kalau tidak seperti foto foto saya ini,  berarti bukan warung pak gito,  karena saat ini ada 3 warung duren pendatang baru didekat warung duren pak gito.  Lebih tepatnya warung pak gito sebelah persis bagian barat dari KOPI LIMO.

image

Halaman dan Gazebo yang luas, untuk memanjakan para pecinta duren di warung Pak Gito

image

Para goweser mampir makan diren dan makan pagi dengan ingkung

image

Pak Gito yang sudah pengalaman 8 tahun jualan duren, siap membantu anda mencari duren sesuai selera anda

image

Rumah pak Gito

image

Makan siang IBJ di gazebo warung duren pak Gito, setelah tadi habis 10 duren

image

mogehhhh

Berburu duren di KALIGESING

image

Sebagai penggemar duren,  kami koboys tidak lupa mengadakan acara turing santai ke KALIGESING untuk berburu duren.

Start dari KOTA WATES,  kami sengaja lewat jalan agak memutar,  mencari jalan yang tidak begitu ekstrim nanjaknya.  Karena kami pakai motor matic empat orang,  dan hanya om aziz yang pakai motor sport NSR. 

Ternyata PCX 150 saya kalah dengam vario dan suzuki skywave,  maklum saja PCX ini motor iritnya puooolll,  seliter bisa 50km, sedangkan skywave tentu lebih boros.

Yang horor adalah justru jalan menurun di KALIGESING,  terbukti rem depan PCX saya blong,  karena kepanasan dipakai terus,  dan saya memang memboncengkan anak saya,  padahal dulu pernah lewat pakai PCX dan aman aman saja.  Untungnya PCX ini rem belakangnya tromol,  jadi pelan pelan saya masih berani turun sampai tujuan.

Memang terlihat banget di Kaligesing ini panen raya durian, dan kalau saya lihat hampir 90% adalah jatuh alami,  ini sangat masuk akal karena pohon duren disini tinggi tinggi banget. 

Asal bisa dan pintar memilih maka kita bisa dapat duren enak dengan harga yang lebih murah sekitar sepuluh ribuan dari harga di pedagang duren yang berdagang di kota jogja. 

Saya kemarin membawa tuperwer dan muat dua buah duren yang langsung saya kupas,  keuntungannya kita jadi langsung tahu kualitas duren yang kita beli, dan bisa dikembalikan ke penjual jika ternyata tidak enak.

Kita semua membawa pulang duren,  dan puas sekali bisa berburu duren langsung ke Kaligesing. 

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Test ride Yamaha TMAX 530cc

image

Alhamdulillah diberi kesempatan oleh mas Ahsan pemilik YamahaTmax 530cc untuk testride motornya. 

Karena posisi saya di kantor,  maka saya coba testrideckwluar dan mencoba jalan baru yang baru selesai dibangun di dekat kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran,  Gunungkidul,  kearah utara melintasi Curug Gede tembus ke wilayah Sleman.

Kesan pertama tentu motor ini terlihat bongsor dan panjang, HONDA PCX 150 saya sandingkan jadi kelihatan imut.  Okelah saya coba naik dan kaki saya kiri kanan masih bisa napak walau agak jinjit, beda dengan PCX yang saya bisa napak sempurna kiri kanan. 

Menggotong mesin 530cc tentu bayangan saya akan menaiki motor yang buas,  tapi kesan tersebut langsung mentah,  karena nyaman banget motor ini tetap bisa kita naiki pelan pelan dan mesin tidak galak.  Kata mas Akhsan,  tenaga akan keluar di RPM atas.

Selanjutnya posisi riding dan gaya riding mirip naik PCX.  Hanya karena saya tidak hapal medan jalan karena baru sekali ini mencoba,  maka saya tidak berani narik gas,  lagi pula tadi rencana memang hanya mau riding santai.

Dengan mesin 530cc memang tidak ada beda jalan naik atau datar rasanya jalan terasa datar terus. 

Di Jogja baru ada satu Tmax ini.  Jadi memang spesial banget.  Oh iya lupa tadi harganya kisaran 200juta kalau tidak salah.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Test drive WULING melintasi tanjakan Cino Mati, finish di Embung Nglanggeran

image

image

Siapa saat ini yang tidak mengenal fenomena mobil WULING,  beruntung saya dan rekan blogger KOBOYS mendapat kesempatan untuk testdrive dua buah Wuling Confero.

Kami jam 7:00 WIB sudah berada di Dealer Wuling yg letaknya di ringroad timur yang di utara Jalan Solo,  ada di sisi barat ringroad. 

Acara pertama adalah pengenalan lebih dekat dengan Wuling,  point utama yang saya dapat adalah,  wuling ini telah investasi hampir 7 trilyun,  untuk membuat pabrik seluas 60 ha, jadi memang faktor keseriusan bisa kita lihat dari hal ini.

Wuling juga berprinsip menantang arus,  yaitu mobil di produksi dahulu,  baru kemudian dipasarkan,  jadi hampir tidak ada indent kalau beli wuling,  kecuali mungkin minta warna tertentu yang tidak umum.  Tadi sempat di jelaskan,  untuk jogja ada kisaran 300 unit ready untuk dipinang konsumen.

Test drive dimulai start dari dealer wuling menuju Embung Nglanggeran,  dengan melewati ringroad,  lalu jalan pleret,  lalu menuju tanjakan Cino Mati,  selanjutkan menuju Patuk Gunungkidul,  lalu ke Gunung Purba Nglanggeran. 

Kami merasakan redaman getaran mobil di ringroad sangat nyaman,  juga lebih PD saat mau mendahuli mobil lain di depan karena performa mesin 1500 cc nya yang mumpuni. 

Sengaja kami liwat tanjakan Cino mati,  untuk mengetes performa mobil,  apakh dengan full diisi 8 orang termasuk sopir,  bisa lolos dari Tanjakan Cino Mati,  yang lebaran 2017 ini sempat menjadi viral di sosmed bahkan menjadi berita di tv tv jakarta. Sering sekali mobil tidak kuat nanjak dan harus ditolong pafa sukarelawan.

Kami sengaja mengisi full 8 orang,  lalu disengaja berhenti di tanjakan,  lalu kita coba jalan lagi,  sempat gagal dua kali karena faktor driver yang belum hapal karakteristik mesin wuling,  terutama saat melepas koplingnya.  Tapi justruckami mendapati bahwa HANDBRAKE Wuling ternyata memang mumpuni dan pakem,  mobil bisa benar benar berhenti tanpa mlorot,  padahal kondisi diisi 8 orang. 

Akhirnya pada percobaan ketiga,  kami berhasil melaju keatas. 

Memang di Tanjakan Cino Mati ini perlu skill pengemudi dan mumpuni dan sudah menyatu dengan mobil,  tidak kalah pentingnya untuk mengikuti rambu rambu perintah di tanjakan cino mati ini,  salah satunya adalah rambu perintah untuk masuk gigi 1, sehebat apapun mobil kita,  lebih bijak kalau menuruti perintah untuk masuk gigi satu.  Lalu ada perintah untuk mematikan AC,  ikuti saja,  karena memang AC mengurangi tenaga mesin,  padahal ini sedang diperlukan untuk fight naik sampai atas.

Tidak kalah pentingnya,  semacam aturan tidak tertulis,  bahwa kendaraan motor atau mobil dari atas harus mengalah dan memberikan jalan bagi kendaraan yang dsri arah bawah,  agar jangan sampai berhenti di tengah jalan,  berakibat bisa mlorot,  resikonya bisa masuk ke jurang. 

Akhirnya kami bisa lolos dari Tanjakan Cino mati,  sampai di Pohon Beringin yang di tengah jalan,  lalu kami belok kiri ke arah Patuk Gunungkidul melewati tempat wisata Puncak Pengger,  dll. 

Jam 11 kami tiba di parkiran Gunung Purba Nglanggeran,  lalu koordinasi dengan pengelola wistasa dan menuju embung Nglanggeran.

Kami bisa mencoba wuling di parkiran embung Nglanggeran yang luas dan dikeraskan dengan Paving Block,  ada juga jalan tanah di sisi utara,  sehingga bisa explore wuling confero di berbagai jalan.

Setelah puas test drive dan membuat dokumentasi,  akhirnya kami menuju GRIYA COKLAT NGLANGGERAN,  sebuah rumah tempat penduduk asli,  membuat olahan coklat menjadi berbagai macam hasil makanan dan minuman coklat yang enak sekali rasanya. 

Lalu kami makan siang dua tambir ingkung ayam jowo berikut nasi gurih,  nasi merah dan gudangan. 

Jam 14 kami akhirnya start dsri Griya Coklat Nglanggeran,  balik menuju Dealer Wuling. 

Alhamdulillah testdrive berjalan lancar tanpa kendala berarti. 

image

Nyiapin alat tempur

image

image

image

image

Tinggi 175cm duduk di kursi belakang

image

image

Otw Tanjakan Cino Mati

image

Parkiran Gunung Purba Nglanggeran

image

Mampir kantor

image

Kedua Wulingcyang kita test

image

Diakhiri makan siang di Griya Coklat Nglanggeran

Kuliner sate kambing khas Blora

Salah satu makanan favorit saya adalah SATE KAMBING, maka kesempatan saat berada di kota BLORA ini saya mencari kuliner sate kambing.

Ketemu Warung Sate Pak Karmani, ini koordinat GPS nya jika anda mau juga mencoba kesini.

-6.973901,111.474782
Khas sate kambing Blora adalah ada 4 piring terdiri dari :

1. Piring berisi kecap dan sambal

2. Piring berisi irisan tomat

3. Piring berisi irisan jeruk dan brambang.

4. Piring berisi SATE KAMBING.

Kalau cara makan saya adalah ambil piring berisi kecap dan sambal, lalu tuang irisan tomat, irisan brambang, lalu kasih satu peras jeruk potong, lalu ambil 10 tusuk satu, lepaskan sate dari sunduknya dan campurkan jadi satu dengan bumbu tadi, lalu taburkan merica halus diatas campuran sate ini. Selanjutnya tinggal makan. 

Sate Blora ini akan terus direfill sama penjualnya sampai kita bilang CUKUP atau BERHENTI. Jadi nanti yang dihitung adalah bekas sunduk satenya. Satu sunduk adalah Rp. 4.000, nasi Rp.3.000, teh panas Rp. 3.000. Kami berenam habis hampir Rp. 300.000

Sate Blora ini di lidah saya, jika langsung dimakan tanpa bumbu, maka tidak enak, beda dengan SATE KLATHAK di Jogja yang jika dimakan begitu saja sudah kerasa enak karena ada bumbu garam dan bawang saat dibakar.


Gule kepala kambing

Warung sate kambing khas blora, satunya lagi yang saya cicipi adalah warung SATE KAMBING MUDA DAN GULE CIPTA RASA di Jepon, ke timur 1 km dari warung Karmani, ada di utara jalan. Kalau karmani ada di selatan jalan.

Menuju warung sate, riding pakai Ninja250


Piring Kecap dan sambal

Irisan tomat, brambang dan jeruk

Sate khas Blora

Biar strong

%d bloggers like this: