Ganti Belt Drive kedua si Brambang

image

53.728 km

Hari ini saya serviskan rutin si brambang,  pcx merah saya.  Seperti biasa ganti oli,  dan tadi ditawarkan ganti belt drive ori yang harganya Rp.  348.000,- akhirnya saya ganti sekalian,  ini di 53.728 KM,  padahal dulu saat ganti yang pertama ada di posisi 37.363 KM pada 01 Februari 2017, artinya baru terpakai 16.365 KM.

Seperti biasa saya serahkan ke Mas Dwi,  mekanik senior di Astra Motor Jogja.

Tadi bagian buritan yang bergetar karena kendor,  sudah diservis dengan diberi dobel tape,  rem juga diservis sehingga lebih empuk dan pakem. 

image

Ini geter

Jakarta

image

image

image

Total Rp. 517.000, -

Pecinta Honda PCX Dari seIndonesiaNgumpul di Pangandaran 

image

Pecinta Honda PCX bersiap untuk melakukan city rolling menuju lokasi Gatnas Honda PCX yang berlokasi di Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Para pecinta motor skutik premium, Honda PCX menggelar Gatnas sebagai ajang silaturahmi nasional sekaligus upaya mempererat persaudaraan antar sesama pecinta Honda PCX

Jakarta – Para pecinta motor skutik premium, Honda PCX menggelarGathering Nasional (Gatnas) sebagai ajang silaturahmi nasional sekaligus upaya mempererat persaudaraan antar sesama pecinta Honda PCX. Kali ini Pantai Pangandaran, Jawa Barat menjadi lokasi pilihan bersatunya para pemilik Honda PCX yang tersebar di berbagai wilayah di Tanah Air.

Gatnas Honda PCX yang diselenggarakan pada 22-24 September ini sekaligus untuk merayakan the 6th Anniversary Honda PCX Club Indonesia (HPCI). Mengusung tema “Sixtraordinary Brotherhood”, kegiatan para pecinta Honda PCX ini menggalang kesolidan persaudaraan sekaligus sebagai upaya memberi manfaat bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan dari kegiatan sosial pelepasan 500 anak penyu yang dilakukan para bikers Honda PCX untuk membantu konservasi habitat di Pantai Pangandaran.

image

Pecinta Honda PCX melakukan city rolling menuju lokasi Gatnas Honda PCX yang berlokasi di Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Mengusung tema “Sixtraordinary Brotherhood", kegiatan para pecinta Honda PCX ini diisi dengan berbagai acara untuk menggalang kesolidan persaudaraan sekaligus sebagai upaya memberi manfaat bagi masyarakat.

Gatnas Honda PCX dimulai dengan melakukan city rolling bersama-sama menuju lokasi acara. Kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja nasional untuk mengevaluasi seluruh kegiatan komunitas sebelumnya. Acara ini semakin spesial dengan adanya pemilihan pengurus baru HPCI periode 2017-2021. Pada periode ini terpilih Wawan Urban dari HPCI Chapter Jabodetabek.  Selain itu, Gatnas PCX tahun ini dimeriahkan aktivitas pendukung yang semakin mempererat persaudaraan antara anggota, seperti fashion show bikers, lomba modifikasi, dan coaching clinic mengenai teknologi injeksi sepeda motor Honda.

Berbeda dengan gelaran Gatnas parabikers lainnya, Gatnas Honda PCX kali ini dikemas spesial. Para anggota komunitas Honda PCX tidak hanya datang sendiri, tetapi juga membawa serta keluarga mereka sehingga semakin menambah suasana kekeluargaan sesama pecinta motor skutik premium Honda ini. 

GM Marketing Planning & Analysis Division PT Astra Honda Motor (AHM) A. Indraputra mengatakan pecinta Honda PCX terus bertambah dan semakin banyak tersebar di seluruh Indonesia. Setiap tahun kebanggaan memiliki Honda PCX terus diwujudkan para pecintanya melalui kegiatan bersama dengan semangat kekeluargaan yang kuat. Mereka pun tak luput memberikan sumbangsih kegiatan positif bagi masyarakat di sela-sela kegiatannya.

“Sebagai pengguna motor skutik premium, para pecinta Honda PCX ini tetap dapat menyempatkan waktunya yang padat untuk merayakan kebersamaan komunitas yang telah terjalin selama 6 tahun ini. Tidak hanya menjadikan Gatnas Honda PCX ini sebagai momen silaturahmi dan interaksi sesama anggota, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momen pelestarian habitat penyu dan lingkungan hidup,” ujar Indraputra.

HPCI merupakan wadah berkumpul bagi pecinta sepeda motor skutik premium, Honda PCX yang didirikan pada 2011 dan beranggotakan lebih dari 550 anggota. Para pecinta Honda PCX yang tergabung dalam HPCI tersebar di 22 wilayah nusantara, yaitu Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi, Cilegon, Bandung, Ciamis, Majalengka, Cirebon, Semarang, Jogja, Solo, Jawa Timur, Padang, Medan, Batam, Jambi, Lampung, Bontang, Banjarmasin, Makassar, Bali dan Papua.

Honda PCX menjadi motor skutik premium yang terus diminati masyarakat. Model ini dibekali dengan mesin canggih 150cc eSP (Enhance Smart Power) terintegrasi dengan ACG Starter yang mampu menghidupkan mesin lebih halus tanpa suara dan menjadi dasar pengaplikasian fitur canggih Idling Stop System (ISS). Dilengkapi dengan ragam fitur unggulan tercanggih di kelasnya seperti penerapan sistem lighting LED di semua lampu, lampu Hazard yang pertama diterapkan di sepeda motor Indonesia.

Sebagai motor skutik premium terbaik di kelasnya, Honda PCX dilengkapi dengan Answer Back System yang terintegrasi dengan remote control alarm anti pencurian yang mampu mendeteksi getaran dan gerakan pada saat alarm diaktifkan serta mempermudah mencari posisi motor saat diparkir. Untuk  menunjang kenyamanan, model ini telah dilengkapi DC socket untuk power charger yang disematkan di konsol box sisi depan dan sistem pengereman combi brake hidrolis dengan 3 caliper yang memberikan kestabilan saat pengereman.

image

(kiri) Ketua terpilih HPCI 2017-2019 Muhamad Wawan Supriyanto dan (kanan) Ketua Pelaksana Aniversary PCX Didin Suherlan melakukan prosesi pemotongan tumpeng pada acara puncak Gatnas Honda PCX yang diselenggarakan pada 22-24 September di Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Budaya malu dan menghargai sesama pemakai jalan harus selalu dipupuk dan dipraktekkan

Pada kisaran tahun 2001, pemilik dan pengendara motor di Yogyakarta tentu tidak sebanyak saat ini. Saya tidak mempunyai angka pasti untuk membandingkannya, tetapi ini adalah pengalaman saya, karena sejak SMA tahun 1989 sudah naik motor ke sekolah, saat itu pakai Honda Astrea Star produksi tahun 1988, sehingga sampai sekarang saya lebih senang naik motor dari pada naik mobil, alasan praktis dan kecepatan menjadikan naik motor lebih menyenangkan bagi saya, bahkan sampai sekarang usia diatas 44 tahun, tiap hari saya rata-rata riding 100 km sampai 120 km.

Motor lengkap, riding gear lengkap, siap riding pula dengan tertib

 

Motor lengkap dan standar serta helm full face

Tentu saja dahulu orang jarang memakai helm, generasi seumuran saya pasti tahu yang namanya HELM CIDUK, tapi perlahan kampanye pemakaian helm yang baik dan aman digencarkan, sehingga ada helm Standard dan juga saya mulai mengenal Helm Cakil alias Helm Full Face. Saat SMA saya selalu pakai helm Full Face kemanapun pergi, ini gara-gara saya melihat di depan mata sendiri kecelakaan lalu lintas tabrakan motor sehingga mengakibatkan pengendaranya luka parah di kepala, ada pula tetangga saya yang hidungnya tergerus aspal gegara tidak pakai helm, dari situlah saya memilih tertib untuk memakai helm. Saat ini saya mengajarkan tertib memakai helm pada anak-anak saya, jadi kalau pagi saya antar pakai mobil, tetapi tetap bawa helm, karena saat pulangnya dijemput pakai sepeda motor. Kebetulan sekolahnya juga care terhadap siswa yang membawa helm, yaitu disediakan rak khusus untuk menaruh helm.

Motor Standard yang lengkap dengan helm Full Face

Saya pernah mendengar sendiri dari petinggi Astra Motor tentang perjuangan beliau bahwa setiap penjualan motor Honda, harus disertai dengan helm, seingat saya dulu ada helm TRX, lalu berkembang menjadi helm-helm yang semakin baik bentuknya. Jadi tidak heran kalau dijalanan banyak sekali orang naik motor memakai helm bawaan Honda, bahkan kadang naik motor selain Honda, helmnya tetap helm Honda, disinilah salah satu keberhasilan Astra Honda Motor dalam kepeduliannya terhadap konsumen pembeli sepeda motor Honda.

Memakai helm hanyalah salah satu dari tertib berkendara motor, tentu ada lagi yang lain, yaitu harus memakai jaket, memakai sepatu, malah kalau bisa yang sepatu bisa melindungi mata kaki, memakai celana panjang, memakai kaos tangan, protektor, minimal jika semua itu dipakai, maka kita akan lebih aman dalam berkendara motor, meminimalkan resiko kecelakaan parah jika misal terjadi kecelakaan. Karena bisa jadi kita sudah hati-hati, akan tetapi terimbas oleh kecerobohan dan ketidaktertiban pengendara lain, dan ini sering kali yang terjadi. Konyol dan menggemaskan.

Mayoritas wong Ngayojokarto tentu punya unggah ungguh, tepo seliro, punya adat budaya, malu jika berbuat melanggar hukum atau pranatan, ketika budaya tersebut diaplikasikan di jalan yang terjadi adalah bisa saling menghargai sesama pemakai jalan. Boleh dikatakan sebagian besar pengendara motor di Jogja ini tertib dalam berlalu lintas, akan tetapi tidak menampik jika ada oknum-oknum yang tidak tertib, misal keluar dari gang kecil menuju jalan besar langsung KLUWER, tidak mau berhenti dan menengok kekanan dahulu, sehingga sering timbul kecelakaan dari hal ini. Melanggar lampu merah, jalan di trotoar, berhenti tidak di marka yang seharusnya, dll.

Saat lampu merah, pilih berhenti di bawah rimbunan pohon agar tidak kepanasan, meskipun didepan masih lega, dan jarang ada pengendara dibelakang yang klakson klakson protes.

 

Uniknya Jogja, pilih berhenti di tempat yang teduh di bawah pohon beringin Gedung Agung, di depan adalah NOL KM.

Ada pula oknum pelanggar lalulintas yang seolah pinter mensiasati lampu lalu lintas, walau jelas-jelas sedang merah, tetapi melanggar dengan memanfaatkan waktu sekian detik sebelum yang hijau jalan. Kadang memang ada yang sengaja melanggar dan tidak merasa malu melakukannya. Akan tetapi ada juga yang unik di Jogja, kita akan bisa menemukan lampu bangjo ternyata masih jauh di depan sekitar 10 meter, tapi motor-motor sudah pada berhenti, ternyata saat siang panas menyengat, banyak pengendara motor yang pilih berhenti dibawah bayang-bayang pohon yang rimbun dan teduh, dan uniknya lagi hampir semua orang memaklumi hal ini dan tidak ada yang marah-marah misalnya membunyikan klakson secara terus menerus.

MALU, budaya ini masih lekat di Jogja, tapi pelahan akan terkikis juga kalau tidak kita pupuk dan kita praktekkan juga kita beri hukuman sosial dan hukuman legal bagi pelaku-pelaku pelanggar lalu lintas. Misal hukuman sosial bagi pelanggar lampu merah adalah kita sorakki dan hukuman bagi pelanggar lalu lintas yang menyebabkan celakanya orang lain adalah dengan malas menolongnya, artinya korban yang terimbas biasanya kita tolong dulu, sementara korban penyebab yang merupakan pelanggar awal biasanya kita biarkan, atau kalaupun kita tolong mesti dengan agak malas.

Teknologi selalu berkembang, begitupun media sosial, saat ini sangsi sosial bagi pelaku pelanggar lalu lintas, biasanya akan terexpose di media sosial terpopuler yaitu Facebook. Hampir tiap orang punya hp berkamera, maka jika kita melanggar aturan hukum dan tatanan sosial dan adat budaya, bisa banget kita akan difoto atau divideo oleh orang lain dan diupload di grup facebook, maka sangsi sosial dengan di hujat, dicaci dll akan diterima oleh pelanggar lalu lintas.

Gedung Astra Motor Safety Riding Centre di Jogja

 

Blogger koboys mengikuti kelas teori safety riding

 

Inspirasi 60 Tahun Astra yang menyentuh pondasi dasar dalam usaha tertib berlalu lintas adalah dengan berdirinya Astra Motor Safety Riding Centre di Jogja, sebab dari sini bisa terus dipupuk dan ditularkan kepada generasi muda khususnya tentang tata cara berkendara motor yang baik, benar, aman dan nyaman sesuai aturan. Budaya malu untuk melanggar hukum, budaya menghargai orang lain, pengendara lain di jalan bisa diajarkan terus menerus berkesinambungan. Ketertiban memang harus diajarkan, selalu dipraktekkan dan selanjutnya mendarah daging dan membudaya.

 

blogger koboys sebelum update tentang keselamatan berkendara di AMSRC Jogja

 

Latihan mengendarai kendaraan dengan baik dan benar memakai simulator seperti ini amat menyenangkan, walau tidak bisa dikatakan mudah juga

 

Menguasai Teori dalam safety riding juga diperlukan.

 

Simulator sepeda motor yang mengasyikan, menghibur, tetapi mendidik.

 

 

Praktek safety riding dengan baik dan benar di AMSRC Jogja

 

Lokasi praktek safety riding di AMSRC Jogja

 

Miris saat ini melihat anak-anak dibawah umur yang belum memenuhi syarat mendapat SIM yaitu 17 tahun, sudah naik kendaraan bermotor. Kesadaran dan peran orang tua tentulah menjadi pokok penentunya, jadi jika anak muda dilatih tertib berlalu lintas, maka untuk orang tua perlu diberikan kesadaran untuk tidak memberikan sepeda motor kepada anaknya yang belum punya SIM, karena bisa membahayakan orang lain, terlebih bagi anak itu sendiri.

Pelatihan safety riding gratis

Pelatihan Safety riding

Contact person Pelatihan Safety Riding di Astra Motor

Astra Motor sudah menempuh berbagai cara untuk mengkampanyekan tertib berlalu lintas, dan salah satunya melalui para blogger otomotif yang diajak mengikuti acara Pelatihan Safety Riding di Astra Motor Safety Riding Centre Jogja. Blogger diberikan pelajaran secara lengkap meliputi teori dan praktek langsung, setelah mengalami semua pelajaran dan pengalaman tersebut, maka blogger bisa berbagi dengan teman dan sahabat melalui blog masing-masing, melalu kanal youtube, instagram, twiter, dan tentu saja facebook, dengan demikian pesan-pesan keselamatan dan ketertiban berlalu-lintas ini menyebar dan semoga bisa mengajak pula para pembaca, teman dan sahabat para blogger untuk ikut pula mempraktekkan dalam keseharian tertib berlalul lintas.

Pencapaian yang tidak kalah hebat dari Astra Motor adalah program Mudik Bareng Honda, yang tujuan utamanya untuk lebih membantu para pemudik agar tidak riding membawa motor dari misal Jakarta ke Jogja dikendarai sendiri, bahkan kadang sampai 3 atau 4 orang boncengan satu motor yang tentu sangat tidak nyaman, dan sangat berbahaya. Astra Honda mengajak pemudik naik bis sampai tujuan, dan sepeda motornya diangkut truk tersendiri juga sampai tujuan pula, sehingga pemudik tinggal riding sebentar sudah sampai ke kampung halamannya untuk merayakan lebaran, bekumpul bersama sanak saudara, sungguh ini adalah Inspirasi 60 Tahun Astra yang membanggakandan sangat mendukung budaya lokal Jogja dan sekitarnya.

Mudik bareng honda

 

Mudik lebih menyenangkan bersama Astra

 

Bis Mudik Honda

 

Motor Mudik Bareng Honda sudah sampai dulu di tujuan

 

PR terbesar saat ini di jalanan jogja adalah masih adanya pelanggar lampu lalu lintas. Kecelakaan sebagian besar berawal dari pelanggaran lalu lintas. Hukuman memang harus diberikan, bukan hal yang sulit saat ini sebenarnya dengan berkembangnya teknologi, sebagai contoh tiap traffick light dipasang CCTV, sehingga bisa memantau kendaraan yang melanggar, bisa mendeteksi nomor polisi kendaraan yang melanggar, atau kedepan mungkin sepeda motor dilengkapi RFID, sehingga bisa dideteksi dari jauh, tanpa harus melihat plat nomernya. Hasil pantauan pelanggaran tersebut lalu diupload di portal khusus, sehingga bisa diakses oleh publik dan tentu saja pelaku yang sudah teridentifikasi nomer polisi kendaraannya maka di SMS dan jikapun tidak segera mau membayar, tetap saja kelak saat kendaraan tersebut pajak tahuhan, maka bukti video dan foto pelanggaran  diperlihatkan lagi, dan tetap harus membayar denda pelanggaran. Sepertinya arah tilang online ini sudah mulai berjalan di Kepolisian RI. Tinggal mengembangkan saja.

 

Pemandangan umum di palang pintu kereta api, semua lajur jalan full.

 

Budaya malu dan antri untuk berhenti tertip di lajur kiri yang mulai luntur

 

Setelah kereta api lewat, dan palang pintu dibuka, maka siap-siap berebut jalan.

 

Satu lagi PR besar adalah di perlintasan REL Kereta Api, yang saat ini sudah umum kita lihat ketika palang pintu kereta api turun, semua sisi jalan raya di kedua sisi rel KA akan terisi penuh, salah satu sebab adalah karena palang pintu KA membuka yang kanan terlibih dahulu, sehingga para pelanggar di sisi kanan bisa lolos terlebih dahulu, sementara yang tertip di sisi kiri jalan, pasrah tidak bisa maju sebelum palang KA benar benar posisinya tegak keatas. Salah satu solusi teknis bisa dicoba palang pintu dibalik, AS nya di sisi kanan, sehingga nanti yang terbuka dahulu adalah sisi kiri yang tertib, dan sisi kanan yang tidak tertib menjadi terhambat palang pintu. Solusi kedua adalah tilang dan denda dengan melihat rekaman CCTV.

Jalan raya adalah tanggung jawab kita bersama, mari mulai dari diri kita sendiri untuk tertib, lalu tularkan kepada orang lain, dan dari pihak berwenang juga memberikan aturan dan hukuman yang pasti bagi pelanggar. Semoga kita akan semakin nyaman dan aman di jalan.

 

Jarang kita jumpai perlintasan KA selenggang ini

 

Berikut ini video singkat, tentang bagaimana indahnya kalau mau saling mengalah dan berbagi di perlintasan KA.

Ganti ban si Brambang pakai FDR di SiTepat Gedongkuning

Ban sudah gundul

Pada tanggal 28 Oktober 2016 yang lalu saya ganti ban belakang Brambang, Honda PCX merah saya, ini adalah ganti ban kedua kalinya, di 31.271 km, ganti ban belakang yang pertama dulu pakai FDR. Lalu ban kedua saya coba pakai Michelin City Grip Pro, harganya Rp. 335.000,-
Dan hari ini saya ganti ban belakang Brambang untuk yang ketiga kalinya dengan FDR XR EVO, ukuran 120/70/14, saat ini brambang telah menempuh 40.280 km. Sehingga pengabdian ban michelin ini adalah 9.009 km, hanya 4,5 bulan. 

Tadi saya merasa ban saya meletus di sekitar depan SPGLB Kalibayem, jalan Jogja Wates, tapi baru terasa gembos di bangjo SGM, selepan bangjo SGM saya menepi dan melihat kalau ada paku atau benda tajam lainnya, ternyata tidak saya temukan, lalu saya lihat ban sudah halus, maka pikiran saya adalah ganti ban sekalian, dan yang paling dekat adalah SiTepat Gedongkuning.

Baiklah saya coba pilih FDR lagi, dan bisa bertahan berapa lama. 


40.280 KM

Akhirnya pakai FDR lagi

Ganti ban si Brambang pakai FDR di SiTepat Gedongkuning

Ban sudah gundul

Pada tanggal 28 Oktober 2016 yang lalu saya ganti ban belakang Brambang, Honda PCX merah saya, ini adalah ganti ban kedua kalinya, di 31.271 km, ganti ban belakang yang pertama dulu pakai FDR. Lalu ban kedua saya coba pakai Michelin City Grip Pro, harganya Rp. 335.000,-
Dan hari ini saya ganti ban belakang Brambang untuk yang ketiga kalinya dengan FDR XR EVO, ukuran 120/70/14, saat ini brambang telah menempuh 40.280 km. Sehingga pengabdian ban michelin ini adalah 9.009 km, hanya 4,5 bulan. 

Tadi saya merasa ban saya meletus di sekitar depan SPGLB Kalibayem, jalan Jogja Wates, tapi baru terasa gembos di bangjo SGM, selepan bangjo SGM saya menepi dan melihat kalau ada paku atau benda tajam lainnya, ternyata tidak saya temukan, lalu saya lihat ban sudah halus, maka pikiran saya adalah ganti ban sekalian, dan yang paling dekat adalah SiTepat Gedongkuning.

Baiklah saya coba pilih FDR lagi, dan bisa bertahan berapa lama. 


40.280 KM

Akhirnya pakai FDR lagi

Marc Marquez dan Dani Pedrosa Kunjungi Dealer Motor Honda di Indonesia untuk Pertama Kali

Di tengah padatnya kegiatan di Indonesia, pebalap Honda Marc Marquez dan Dani Pedrosa menyempatkan diri untuk mengunjungi Astra Motor Center Jakarta, salah satu dealer sepeda motor Honda yang berada di Jl Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Selatan (2/2).

Marc Marquez membubuhkan tanda tangannya di front cover Honda CBR250RR (2)

Selain menyapa konsumen, Marc Marquez serta Dani Pedrosa yang baru saja menyelesaikan tes pramusim MotoGP 2017 di Sepang Malaysia, juga bertemu front line people Astra Motor Center Jakarta yang selama ini berperan sebagai garda terdepan Honda dalam memberikan layanan penjualan serta purna jual terbaik untuk konsumen.

Kunjungan ke Astra Motor Center Jakarta merupakan kunjungan pertama Marc dan Dani ke dealer motor Honda di Indonesia

Hadir bersama Repsol Honda Team, Marc Marquez dan Dani Pedrosa yang baru tiba di Indonesia malam tadi (1/2) berkeliling Astra Motor Center Jakarta untuk melihat berbagai layanan yang disediakan untuk konsumen.

Konsumen loyal Big Bike serta CBR250RR Astra Motor Center Jakarta berfoto bersama Marc dan Dani di Big Wig Area Astra Motor Center Jakarta

Chief Executive Astra Motor Sigit Kumala mengaku sangat senang Marc dan Dani menyempatkan waktunya mengunjungi Astra Motor Center Jakarta. “Meski singkat, namun kunjungan mereka sangat berkesan untuk Astra Motor, karena ini adalah kunjungan pertama Marc Marquez dan Dani Pedrosa ke dealer motor Honda di Indonesia,” ungkap Sigit.

Marc dan Dani berfoto bersama Manajemen Astra Motor serta front line people terbaik Astra Motor Center Jakarta

Sebagai kenang-kenangan untuk Astra Motor Center Jakarta, Marc Marquez dan Dani Pedrosa menandatangani salah satu sudut dinding Big Wing Area yang bergambar poster mereka. Marc Marquez dan Dani Pedrosa juga menandatangani karikatur mereka untuk Astra Motor Center Jakarta. Tak kalah spesial, Marc Marquez dan Dani Pedrosa juga membubuhkan tanda tangan di front cover Honda CBR250RR yang berada di showroom Astra Motor Center Jakarta.

Marc dan Dani berfoto bersama motor Honda PCX serta Honda Vario 150.

Empat belas konsumen loyal Astra Motor Center Jakarta juga hadir dan berfoto bersama pebalap dunia MotoGP tersebut. Para konsumen Honda Big Bike dan Honda CBR250RR mengaku sangat senang dengan kehadiran Marc Marquez dan Dani Pedrosa. “Walaupun singkat, kami senang sekali bisa bertemu langsung dan berfoto bersama idola kami, Marc Marquez dan Dani Pedrosa,” ungkap Erick, salah satu konsumen loyal Astra Motor Center Jakarta.

Marc dan Dani menandatangani karikatur sebagai kenang-kenangan untuk Astra Motor Center Jakarta

Marc dan Dani menandatangani karikatur mereka sebagai kenang-kenangan untuk Astra Motor Center Jakarta

Brambang, PCX 150 LED kembali ke performa awal

Hari ini PCX saya kembali muda, karena ganti kampas rem depan dan ini yang ketiga kalinya, kampas rem belakang baru ganti sekali ini, ganti roller, ganti belt drive dll, total habis Rp. 881.000.

AHM Hadirkan Warna Baru Honda PCX

Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) hadirkan warna baru Honda PCX  yang tampil semakin elegan dan berkelas.  Warna baru ini semakin menguatkan desain elegan kelas dunia yang akan semakin diminati konsumen Tanah Air sebagai bagian dari gaya hidupkelas atas yang prestisius.

Honda PCX terbaru hadir dengan warna Exclusive Poseidon Blue melengkapi warna premium lainnya yaitu Masterpiece Matte Black dan Glamour White. Honda PCX dengan warna baru yang pertama kali diaplikasikan pada skutik premium Honda ini dapat dijumpai di 145 Wing Dealer dan Big Wing Honda di seluruh Indonesia.

Direktur Pemasaran AHM Margono Tanuwijaya mengatakan Honda PCX merupakan pioner skutik premium di Indonesia yang dilengkapi dengan teknologi canggih dan fitur terbaik yang mengutamakan kenyamanan saat berkendara. Warna baru Honda PCXExclusive Poseidon Blue, menjadi pilihan baru bagi konsumen premium skutik Tanah Air yang ingin tampil berkelas dengan motornyamelalui pilihan warna elegan .

Honda PCX dengan warna baru ini dapat dimilliki konsumen pada Februari 2017 di Wing Dealer dan Big Wing terdekatKhusus bagi para pecinta Honda PCX, terdapat sales forceyang akan memberikan pengalaman layanan premium sekaligus sebagai penasehat terpercaya sesuai gaya hidupnya.  Khusus di jaringan Wing Dealer juga telah tersedia layanan purna jual dan fasilitas yang dihadirkan bagi konsumen PCX.”

Honda PCX dibekali dengan mesin canggih 150cc eSP (Enhance Smart Power)terintegrasi dengan ACG Starter yang mampu menghidupkan mesin lebih halus tanpa suara dan menjadi dasar pengaplikasian fitur canggih Idling Stop System (ISS). Teknologi eSP mampu memaksimalkan pembakaran secara efisien dan meminimasi gesekan untuk mengurangi resiko terbuang percuma, serta mengoptimalkan energi yang keluar. Fitur ISS ini mampu mematikan mesin saat berhenti lebih dari 3 detik dan pengendara hanya perlu menarik tuas gas untuk menghidupkannya lagi.

Model yang diaplikasikan secara global ini mengusung konsep desain mewah dan elegan kelas dunia.  Dilengkapi dengan ragam fitur unggulan tercanggih di kelasnya seperti penerapan sistem lighting LED di semua lampu, lampu Hazard yang pertama diterapkan di sepeda motor Indonesia. Honda PCX dilengkapi dengan Answer Back System yang terintegrasi dengan remote control alarm anti pencurian yang mampu mendeteksi getaran dan gerakan pada saat alarm diaktifkan serta mempermudah mencari posisi motor saat diparkir.

Untuk  menunjang kenyamanan, model ini telah dilengkapi DC socket untuk power charger yang disematkan di konsol box sisi depan dan sistem pengereman combi brake hidrolis dengan 3 caliper yang memberikan kestabilan saat pengereman. Tampilan panel meter mewah dilengkapi indikator digital dengan desain ergonomis yang mudah dibaca terintegrasi dengan jam digital dan informasi yang lengkap.

Dari sisi fitur fungsional, Honda PCX memiliki kapasitas tanki BBM terbesar di kelasnya yaitu 8 liter dan fitur praktis berupa tombol pembuka tangki dan jok yang terintegrasi dengan kunci kontak. Bagasinya berkapasitas 25 liter sehingga mampu menyimpan helm full-face. Model ini juga dilengkapi seat stopper yang menahan menahan posisi jok agar tidak tertutup saat sedang menyimpan atau mengeluarkan barang. Sensasi berkendara sempurna hadir dengan posisi berkendara yang memanjakan ditambah dengan suspensi ganda yang nyaman di bagian belakang.

Honda PCX diterima baik di masyarakat dengan telah dimiliki oleh 23.366 konsumen sejak diluncurkan pada Juni 2010 hingga Desember 2016. Warna baru Exclusive Poseidon Blue dipasarkan sama dengan warna lainnya Rp40.050.000,- OTR DKI Jakarta (On The Road DKI Jakarta). Honda PCX ditarget terjual 500 unit per bulan.

Jakarta, 24 Januari 2017

 

PT Astra Honda Motor

Corporate Communication

 

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi 021 651-8080, 3041-8080 ext. 181111811318114 atau e-mail kecorp.comm@astra-honda.com

 

Ganti roller dan Belt drive si Brambang

KM saat pergantian

Pada 35.818 KM, akhirnya si Brambang, PCX MERAH saya ganti roller dan belt drive di Ahass Astra Motor Jombor.

Harga roller Rp. 56.000
Harga belt drive Rp.120.000
Dan biaya pasang Rp. 30.000

Total Rp. 206.000

Part ini memang bukan part asli PCX150 LED, tapi kalau saya tidak salah info, adalah part milik VARIO 150, yang memang bentuknya sama, semoga saja begitu.

Berikut ini beberapa masukan dari rekan rekan saya di HPCI CHAPTER JOGJA

=========================

[1/7, 12:14] HPCI YK IWAN: Salah mas pcx led subtitusine pakek pario 150

Daleman cvt persis banget.

Klo pcx 150 lama juga bisa pakek pario 150 itu juga bisa banget

[1/7, 12:14] HPCI YK IWAN: Klo led dengan pario 150 sama persis di belt, rumah roler dll

[1/7, 12:16] HPCI YK IWAN: Klo pario 125 sama persis dngn 150 lama kecuali materialnya

[1/7, 12:32] HPCI YK IVAN: Kalo hanya cari akselerasi dan nanjak enteng..Ganti rooller nya aja yg lbh ringan..Punya spin or skywive 13 gr kl gak salah..Jd tarikan bawah enteng…Cmn top speednya turun..Cmn 100,5 kpj ..

Aku pake itu trs dr baru..:mrgreen:

[1/7, 12:41] HPCI YK IVAN: Rooller nya cmn 13 gr kl gak salah..PCX ORI itu 18 gr kl gak salah..

Dulu pernah dioplos tiga ORI tiga spin..Di selang seling..Tp setelah tak ganti spin semua lbh enteng lg..

========================

Tadinya saya kira part pakai punya vario 125, tapi diterangkan oleh om Iwan bahwa itu part Vario 150.

Untuk part asli PCX150LED, kemarin tanya harganya kurang lebih 

Roller Rp. 135.000

Belt drive Rp. 130.000

Total Rp. 265.000

Baiklah saya coba apakah part ini bisa bertahan sama dengan part bawaan brambang, target saya bisa bertahan 35.000 KM saja. 

Oh iya medan Brambang tiap hari rata rata menempuh hampir 100 KM, dengam medan paling berat adalah naik dari Petir Bantul dengan 100dpl menuju Ngoro-Oro Gunungkidul yang 450dpl, nyaris nanjak 350meter. Pasti beda kerja roller dan belt drive motor yang hanya di jalanan datar dengan motor saya yang di jalanan nanjak.

Bisa dibayangkan jarak 2,8KM jalanan dari rata 100dpl lalu naik menuju 450 dpl dengan jalan yang nyaris lurus minim kelok kelokan, alias nanjak terus seperti tergambar di bawah ini.

Dari Petir ke Ngoro oro


Servis Brambang di 35.620 km


Hari ini kamis, 5 Januari 2017, saya servis rutin dan ganti olie si Brambang, PCX MERAH saya.

Servis kali ini saya sekalian ganti sekrup pegangan lengan ayun kanan yang kemarin rusak saat ganti ban di sebuah tempat ganti ban terkenal, saya ketahui setelah saya ganti ban di SiTepat Tamansiswa, oleh mekaniknya diberitahu bahwa sekrup tersebut rusak karena ngawur saat dulu pasang.

Monggo silahkab yang mau servis kotor honda kesayangannya, bisa datang ke Ahass Astra Motor Jombor, tempatya luas, nyaman, mekaniknya banyak, meskipun begitu lebih baik jam 7 pagi anda sudah antri agar tidak terlalu lama menunggu.

Lagi pula disini kita bisa melihat lihat hampir semua motor baru honda, dan juga big bike honda.

Ternyata sekrup ini beda dengan sekrup misal vario 150, jadi tetap harus indent, dan kemarin saya ditelp dan di sms bahwa sekrup tersebut sudah ready, dan akhirnya saya sekalian servis sekalian ganti sekrup tersebut.

Karena saya dapat antrian nomer 3, yang artinya bisa selesai sekitar jam 10:00 lebih, maka saya tinggal saja si Brambang, kebetulan sebelumnya saya sudah minta ijin mas Eko Bigbike, beliau yang menggawangi Big Wing Astra Jombor Jogja dalam penjualan Big Bike, untuk pinjam testride BIGBIKE HONDA CB500F, dan akhirnya saya bawa ke kantor, lalu saya kembalikan lagi jam 13:45 WIB.

Ternyata seharusnya Brambang sudah waktunya ganti Roller dan Vanbelt. Saat saya ambil jam 14, mekaniknya baru bilang, tadi katanya mau nelpon saya tapi takut mengganggu saya. Karena waktunya mepet saya harus balik kantor lagi, maka saya janjian untuk datang hari Sabtu tanggal 7 Januari 2017 saja.

%d bloggers like this: