MotulGoKartRace 20 – 21 Mei 2017 di Semarang Speedway (Kawasan Marina – Jawa Tengah).

Maulana Eko Widodo dari Kota Semarang berhasil keluar sebagai juara utama Motul Gokart race 2017 yang diadakan di Semarang Speedway pada hari Minggu, 21 Mei 2017 yang lalu. Maulana juga berhasil merebut 1 golden ticket menuju ke Motul Driving Experience 2017 pada bulan Juli 2017 besok di Sepang International Circuit, Malaysia. Tak hanya merebut 1 golden ticket ke Motul Driving Experience 2017, pria asal kota Semarang ini juga berhasil menjadi manusia tercepat selama event berlangsung, dan berhak mendapatkan piala The Fastest Man dengan best timenya 23.427 detik

“Ini merupakan event GoKart pertama yang diadakan oleh Motul di Indonesia. Kami berharap dengan event ini, Motul dapat berkontribusi dalam meramaikan olahraga otomotif di tanah air, khususnya untuk ajang balapan GoKart serta dapat juga lebih dekat dengan para pengguna setianya di Indonesia, terutama area Jawa Tengah. Sekaligus event ini merupakan pendukung aktivitas marketing  Motul Asia Pacific dimana untuk tahun keduanya mengadakan Motul Driving Experience di Sepang International Circuit – Malaysia,” terang Johan Wijaya selaku Business Development Manager Motul di Indonesia, mengenai program Motul GoKart Race 2017

Motul Gokart Race 2017  memulai kick off nya pada hari Sabtu, 20 Mei 2017 di Semarang Speedway, kota Semarang , Jawa Tengah. Terhitung sebanyak 59 peserta dari berbagai kota besar di Indonesia seperti Solo, Jogyakarta, Jakarta, Sidoarjo, Surabaya, Kebumen, Cirebon, Depok , Kutai, Bandung dan akhirnya tuan rumah Semarang.

Motul Gokart Race 2017  yang diadakan oleh pabrikan oli asal Perancis ini mampu memberikan sensasi pengalaman lomba gokart baru yang pertama kali diadakan di Indonesia, yaitu Endurance Race dengan sistem estafet atau tag team 1 mobil oleh 6 pembalap dalam race selama 20 menit.

Dimana ke-6 pembalap yang dikuras energi, mental, skill, dan strategi mereka selama 20 menit secara estafet. Mirip dengan balap ketahanan LeMans 24h yang merupakan salah satu lab hidupnya Motul dalam menciptakan oli berkualitas tinggi yang lahir dari ajang balap mobil untuk digunakan pada mobil harian.

Dari sebanyak 59 peserta yang terbagi dalam 9 team yang mengikuti QTT 1 Endurance race selama 20 menit. Terpilihlah 3 team yang mempunyai waktu average terbaik atau terkecil yang berhak masuk ke dalam QTT 2.

Dan akhirnya dari 3 team atau 18 orang peserta di ambil 2 peserta tercepat dari masing-masing team yang akan masuk ke babak semi final yang diadakan pada hari Minggu, 21 Mei 2017. 6 tercepat dari masing-masing group ini adalah (dari kiri ke kanan) Yoseph, Abi, Imam Safi’i, Romy Tahrizi, Hartono, dan Maulana

Pada hari Minggunya, 21 mei 2017. Dari 6 orang finalis hanya 5 yang datang dan ikut babak semi final yaitu 20 menit endurance race, dan time attack selama 5 menit. Setelah Abi D.N.S karena tidak hadir. Hartono dan Yoseph pun akhirnya terasingkir dari dalam perebutan point menuju ke babak final. Dimanadi babak final di isi oleh  3 orang peserta yang mempunyai total point tertinggi dari babak 20 menit endurance race dan 5 menit time attack. 3 finalis yang memperebutkan 1 golden ticket Motul Driving Experience 2017 itu adalah Maulana, Imam Safi’i, dan Romy Tahrizi.

Pada babak final yang mempertandingkan 20 menit endurance race, Maulana berhasil menduduki P1 atau pole position di ikuti oleh Imam Safi’i di grid ke-2 dan Romy Tahrizi di grid ke-3. Maulana pun mulai meninggalan gap yang cukup jauh dari Imam Safi’i dan Romy. Imam Safi’i pun terlibat dog fight dengan Romy yang menginginkan posisi ke-2nya. Dan akhirnya di lap pertengahan atau 10 menit ke-2, Romy pun akhirnya bisa menyalip Imam yang lengah akibat kelelahan. Romy pun akhirnya berhasil naik 1 peringkat ke posisi ke-2.

Dan akhirnya si undisputed championship peraih P1 atau Pole Postion di babak final ini yaitu Mulana dari kota Semarang berhasil finish 1 dan merebut 1 golden ticket menuju ke Motul Driving Experience 2017 di Sepang International Circuit, Malaysia.

Yoseph Kurniawan dari kota Semarang harus puas berada  di posisi ke-4, di ikuti oleh Hartono yang berada di posisi ke-5.

Sementara itu di kelas patah hati, Bagoes Rizki dari kota Semarang berhasil menjadi yang tercepat di kelas ini. Di ikuti oleh Dedi Hendrawan di posisi ke-2, dan Iqbal di posisi ke-3

Dan akhirnya Maulana Eko Widodo berhasil merebut podium 1 di babak final, dan berhasil memenangkan 1 golden tiket ke Motul Driving Experience 2017 di Sepang International Circuit bulan Juli esok, dan juga uang tunai 1 juta rupiah beserta Motul merchandise. Tak hanya berhasil memenangkan grand prize Motul Gokart Race 2017, Maulana juga berhasil menjadi the fastest man selama event tersebut, yaitu dengan best timenya 23.427. Di podium ke-2 ada Romy Tahrizi yang berasal dari kota Jakarta dengan best timenya 23.488. Dan akhirnya di podium ke-3 ada Imam Safi’i dari kota Semarang dengan best timenya 23.510

T4klukan Ba7asan Suzuki GSX S 150 rute Purwokerto sampai Kaliurang

image

Berangkat dari Java Heritage Hotel Purwokerto

Kita sambung cerita turing bareng Suzuki GSX S 150, dalam gelaran T4KLUKAN BA7ASAN, saya bersama 25 rider yang terdiri dari blogger dan media di Jateng DIY. Blogger dari Jogja ada 6 orang, yaitu saya, Gora, Faiz, Aziz, Adhani, dan Irfan, inilah kami koboys.

Baru pertama kali ini saya melihat SUZUKI GSX S 150, dan langsung nanti dibawa riding turing etape II dimulai dari Purwokerto dan Finish di Madiun.

Tulisan ini adalah penggal turing dari Purwokerto sampai Kaliurang.

Rombongan turing dikawal oleh Polisi, dan paling depan ada motor Victory untuk membuka jalan, lalu ada mobil polisi mazda dibelakang motor gede victory, dan rombongan turing harus berada di belakang sedan mazda, dan paling belakang ada satu lagi moge victory.

Saya kebagian motor nomer 20, dan dibelakang saya ada irfan pertamax7, aziz warungDOHC, Gora 5osialdotcom, dan Adhanihoree dari karstv, kami ditaruslh dibelakang katanya karena lebih berpengalaman turing. Amin.

Akhirnya rombongan berangkat, seperti biasa saat saya mencoba motor baru, pasti saya coba dulu bagian pengereman, dan saya yakin sudah saat mencobanya, lalu posisi duduk dengan saya tinggi 176 cm, saya duduk lebih dekat ke tangki bensin, bukan pantat yang mentok di belakang jok, posisi kaki saya enak banget dan terbukti saya tidak merasakan capek pada kaki dan badan setelah finish di Kaliurang.

Jok GSX S 150 ini dibuat terpisah, dan posisi jok pengendara lebih rendah, mungkin memang sengaja di desain agar rata rata orang Indonesia bisa menapak kakinya tanpa jinjit. Saya jadi ingat pernah mencoba Suzuki Bandit 400, posisi jok juga rendah.

Posisi jok boncenger memang lebih tinggi, mirip Yamaha R15 dan CBR150R. Saya belum pernah mencoba membonceng, jadi tidak bisa menilai dan menjelaskan plus minusnya, tapi kalau plusnya bagi yang punya boncenger agal pendek, maka posisi boncenger jadi terlihat sama tinggi dengan pengendara. Tapi kalau boncengernya tingginya sama dengan pengendara, siap siap saja terasa agak aneh posisinya.

Oke sekarang kita bahas performa mesin, saya mencoba gigi 1 dan motor saya kena limiter di 50 kpj, lalu di gigi 2 kena limiter di 80 kpj, dan di gigi 3 saya belum pernah kena limiter, karena paling banter saya hanya berani lari 110 kpj, jadi limiternya jelas diatas 110 kpj.

Yang saya heran, mesin GSX S 150 ini halus suaranya, kenapa saya bisa bilang halus? Karena saya pernah mencoba motor sport dengan cc yang sama tapi lain merek.

Tenaga motor ini mengisi terus, saat dibawa ke jalanan naik, tidak terasa ngos ngosan, alias ditarik gasnya juga maaih bisa nambah kecepatan, sama sekali tidak ada capeknya mesin motor ini.

Yang saya ingat rutenya adalah kami melewati Purwokerto lalu Banjarnegara lalu Wonosobo, lalu jalan Kerteg menuju Secang Magelang yaitu ke Rumah makan Ani. Jalanan memang naik turun diselingi dengan beberapa tikungan, tapi tidak begitu memanjakan hasrat untuk mireng mireng. Alhasil rute ini ibarat sebagai pemanasan dan pengenalan lebih dekat kepada karakteristik GSX S 150. Pengenalan ini menjadi penting agar bisa menyatu dengan motor, dan nanti bisa terbukti bermanfaat saat mireng mireng di kawasan Cemoro Sewu.

Akhirnya kami tiba di rumah makan ANI di Secang, jarak yang kami tempuh adalah 152 km. Anehnya penunjuk bensin sama sekali belum turun pada motor saya, wah kok irit banget, padahal saya bawanya sering rpm tinggi.

Di rumah makan Ani, kami makan siang dengan menu prasmanan, top banget rasanya bakso yang saya pilih, dan teman teman juga bilang enak. Saya tidak lupa sholat luhur sekaligus asyar.

Perjalanan akhurnya dilanjutkan menuju ke Kaliurang, cuaca mendung, dan benar saja kami kadang kena hujan, tapi kami tetap melaju. Rute yang kami lewati adalah jalan Magelang lalu setelah menyeberang jembatan Krasak, kami belok kiri menuju Pakem, dominan perkebunan salak pondoh sepanjang kanan kiri jalan.

Akhirnya tiba juga di Kaliurang untuk rehat, ngopi, ngeteh dan tentu sajaenu wajib, jadah dan tempe bacem goreng, nyusss pokokke.

Di Kaliurang ini telah menunggu rekan rekan club SATRIA, SUZUKI GSX R 150 dan Inazuma, yang akhirnya mengiringi kami bareng riding menuju alun alun utara jogja.

Oke kita sambung lagi pada tulisan berikutnya.

image

Rehat di alun alun Banjarnegara

image

Perjalanan

image

Banjarnegara

image

Banjarnegara

image

Rumah makan ANI di Secang Magelang

image

Rumah makan Ani

image

Mantab menunya makanan

image

image

Tiba di Kaliaurang

image

Jadah Tempe khas Kaliurang

Launching Regional Yogyakarta dan Keunggulan teknis CBR250RR

Penjelasan teknis lengkap keunggulan CBR250RR

Harga CBR250RR di Jogja Kedu Banyumas


Menindaklanjuti informasi mengenai harga All New Honda CBR250RR  yang diumumkan di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2016, berikut ini informasi mengenai harga All New Honda CBR250RR untuk wilayah D.I.Yogyakarta, Kedu, Banyumas.

google6d33f5a90d33c129.html

test

Ride Eat Fun PCX 

Undangan


Hari ini saya menghadiri acara gathering pemilik Honda PCX yang diadakan oleh Astra Motor Jogja.

Kumpul jam 15:30 WIB di Astra Motor Jogja di Jombor, saya telat, datang 10 menit lebih lambat karena sholat asyar dulu di rumah. Saya kali ini mengajak anak lanang saya, biar bisa ambil foto foto selama riding dengan aman.

Lumayan dapat kaos hitam dengan tulisan PCX di depan, dan di belakang ada tagline MY BRILLIANT SIGNATURE. Karena saat beli dulu, saya hanya dapat helm half face saja dengan tulisan PCX. Kami juga diberi mantrol untuk jaga jaga kalau hujan.

Sebelum berangkat, kami di briefing dulu oleh mas Umum Santosa dari safety riding centre honda. Tapi gara gara keasikan foto, saya lupa tidak memperhatikan rute perjalanan, alhasil saat riding saya ketinggalan di lampu bangjo dan harus telp panitia rutenya kemana saja. Akhirnya saya sampai juga di titik pemberhentian pertama di Nusantara Sakti Gejayan, ini salah satu dealer WING yang melayani penjualan motor CBU seperti PCX.

Perjalanan dilanjutkan ke Seturan menuju Eastern Kopi TM. Lalu kami beramah tamah antar sesama pemilik PCX, juga diberikan penjelasan dari pejabat pejabat honda dan Astra motor, yang intinya menginginkan agar pemilik PCX bisa lebih diperhatikan dan solid.

Akhirnya sebagai pemilik PCX kami pribadi merasa salut dengan Astra Motor dan AHM atas terselenggaranya acara ini, dalam waktu dekat munkin akan diadakan acara turing pendek dan tentunya di akhir tahun 2016 ada acara HBD 2016 yang rasanya bakal diselenggarakan di Jogja.

Kumpul di Astra Jogja Jombor

My Brilliant Signature

On time

Brieffing

Start dari Astra Jogja

Perjalanan keliling kota jogja

Rehat di Nusantara Sakti Gejayan

Dealer Wing

Istirahat di Nusantara Sakti Gejayan

Mas Dida Astra Motor Jogja

Bapak Agustinus Eko


Bapak Ery

Sholat iedul Adha 1437H di Lapangan SLB SUMBERSARI

Idul adha 1437H ini saya jalan kaki dari rumah menuju tanah lapang di komplek SLB SUMBERSARI, saya berangkat jam 06:00 WIB, menempuh jarak 700 m, ditempuh kurang lebih 15 menit.

Sholat dimulai jam 6:30 WIB, dan selesai jam 6:40 WIB. Dilanjutkan khutbah oleh Bapak Ridwanto, selesai jam 7:05.

Kondisi cuaca cerah dan tidak begitu panas. Rumput menghijau dan tadi masih basah berembun, saya hanya bawa sajadah, dan beruntung bisa dapat nebeng tikar. 


AHM Segarkan Tampilan New Honda CB150R StreetFire‎

Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) menambah warna baru sekaligus menyegarkanstripe New Honda CB150R StreetFire sehingga tampil semakin agresif dan kehadirannya dapat memenuhi kebutuhan pecinta motor sport yang berjiwa muda.  

 

New Honda CB150R StreetFire Special Edition kinimenghadirkan warna dari Astra Honda Racing Team yakniHonda Racing Red. Sementara itu New Honda CB150R StreetFire tampil semakin segar dan agresif melalui tema Urban Speed yang hadir pada varian warna baru, Wild Black.  AHM juga menyematkan stripe baru pada 2 varian warna lainnya, yaitu Rapid White dan Macho Black. Beragam pilihan terbaru ini menemani kehadiran New Honda CB150R StreetFire Special Edition dengan varian warna Raptor Black yang tetap dipertahankan AHM.

 

Direktur Pemasaran AHM Margono Tanuwijaya mengatakan penerimaan tinggi terhadap Honda CB150R StreetFire terus ditunjukkanpenggemar motor sport nakeddi Tanah Air ini sejak diperkenalkan di penghujung tahun 2012. Kami berharap penyegaran ini dapat semakin memberikan kebanggaan dalam memiliki New Honda CB150R StreetFire yang memiliki performa terbaik danberagam fitur unggulan yang membuatnya nyaman dikendarai.

 

“Kini New Honda CB150R StreetFire hadir dengan warna livery dari tim balap Astra Honda Racing Team yang turut mewarnai arena balap internasional melalui warna khas merah putih. Varian warna ini semakin spesial dan tampil beda dengan berbagai fitur yang disematkan di  tipe Special Edition. Tampilan segar dan semakin agresif semakin memperkuat karakter yang diinginkan oleh konsumen di segmen ini.”

New Honda CB150R StreetFirememiliki performa tinggi di setiap putaran berkat pengaplikasian mesin 150cc, DOHC 4 katup, 6 kecepatan, berpendingin cairan (liquid-cooled). Akselerasi yang dihasilkan mampu mencapai 10,5 detik (0-200m). Model ini pun dapat dipacu hingga 125 km/jam dengan tetap menghasilkan tingkat konsumsi bahan bakar yang efisien dengan metode ECE R40 mencapai 37.9 km/l dengan metode pengetesan EURO 3(EURO 2 = 40.6 km/l).

 

New Honda CB150R StreetFire mengaplikasikan rangka teralis yang memiliki keseimbangan yang tinggi antara kekuatan dan kelenturan berkat pengaplikasian alumuniumengine hanger.  Penyematan ban yang lebih besarpun meningkatkan daya cengkram maksimal sekaligus memberikan rasa aman baik saat menikung maupun pada kecepatan tinggi, dengan dukungan rem cakram depan berukuran 276mm yang meningkatkan kemampuan pengereman.

 

New Honda CB150R StreetFireSpecial Edition warna Honda Racing Red hadir dengan rangka teralis dan velg berwarna hitam dipadu denganwheel stripe berkarakter sporti merah putih, sementara warna Raptor Black memiliki rangka teralis dan velg berwarna merah, dan Hi-grade Golden Engine color. Untuk semakin menunjang tampilan agresif pada naked sport bike Honda ini, AHM menyematkan visordan undercowl dengan desain sporti yang menyempurnakan aerodinamika dan performa berkendara.

 

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISIpada periode Januari-Juli 2016Honda CB150R StreetFire tercatat diminati masyarakat dengan penjualan sebanyak 87.833 unit atau melonjak 244% dari periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu 25.533 unit.  Model ini berkontribusi49% dari total penjualan sport Honda sebesar 178.836 unit. Didukung penerimaan tinggi terhadap Honda CB150R StreetFire, jajaran motor sport Honda membukukan kenaikan penjualan signifikan hingga 58,5% dibandingkanperiode yang sama tahun lalu sebesar 112.847 unit.

 

New Honda CB150R StreetFire hadir dengan 3 warna yaitu Wild Black, Macho Black dan Rapid White yang dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Jakarta  Rp 25.600.000,-. Sementara ituNew Honda CB150R Special Edition hadir dengan 2 warna yakni Raptor Black dan warna baru Honda Racing Red dipasarkan dengan harga OTR Rp 26.600.000,-. New Honda CB150R StreetFire ini ditargetkan terjual 21.000 unit setiap bulannya.

 

Jakarta, 29 Agustus 2016

PT Astra Honda Motor

Corporate Communication

 

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi 021 6518080,3041-8080 ext.18111, 18113/email:corp.comm@astra-honda.com

Dimas Ekky dan Andi Gilang Catat Prestasi Terbaik di Balap CEV Portugal

Pebalap Astra Honda Racing Team menyelesaikan balap CEV International Championship di sirkuit Algarve, Portugal dengan hasil gemilang. Untuk pertama kalinya, Dimas Ekky mampufinish 5 besar di race pertama di CEV Moto2 European Championship. Sementara itu, Andi Gilang berhasil mencetak prestasi terbaiknya di CEV Moto3 Junior World Championship Portugal dengan finish ke 12 dan berhasil meraih poin pertama di musim ini.

 

Dimas Ekky dan Andi Gilang menghadapi beberapa kendala dalam menemukan setup motor terbaik saat latihan resmi dan kualifikasi hari Jumat dan Sabtu. Tapi, mereka mampu menjalani balap dengan konstan di hari Minggu dan meraih sebuah kesuksesan di balapan CEV International Championship musim ini (28/8).

 

Dimas Ekky mencetak hasil yang bagus di dua race CEV Moto2 European Championship. Pada racepertama, Dimas Ekky melakukan start yang sempurna dan langsung melesat ke posisi 3. Namun sedikit kesalahan di lap pertama membuatnya turun ke urutan 7. Pebalap Astra Honda Racing Team ini tidak pantang menyerah dan kembali merangsak ke posisi 5 setelah menaklukkan dua pebalap saat balapan berlangsung setengah jalan. Di race kedua, Dimas menghadapi masalah lebih berat. Suhu udara mendadak meningkat dan angin bertiup lebih kencang, sehingga menyulitkan bagi semua pebalap. Dimas kesulitan mengendalikan motor karena sliding dan beberapa kali hampir terjatuh. Dimas finish ke-8 pada racedua. Melalui performanya ini, Dimas mendapatkan 8 poin dirace kedua dan 11 poin di racepertama. Tambahan 19 poin ini mendongkrak posisi Dimas Ekky menjadi urutan 7 di klasemen pebalap dengan total 55 poin.

 

“Balapan kali ini sangat berat dengan suhu yang sangat panas. Suhu udara hari ini merupakan yang terpanas dalam minggu ini. Di racepertama saya bisa menyelesaikan balapan dengan baik merebut posisi 5, di race 2 suhu lebih panas lagi ditambah hambatan angin sangat besar di trek lurus yang tidak bisa dihindari. Posisi ban belakang juga terus sliding, sehingga motor lebih susah dikendalikan. Di lap awal, saya sudah bisa mendekati pebalap tercepat di grup depan, tapi saya tidak berhasil mempertahankan kecepatan untuk terus mengikuti mereka. Tapi, saya banyak mendapatkan pelajaran hari ini dan bisa mengambil pelajaran berharga ketika menghadapi balap di tengah udara panas dan angin kencang. Dengan pengalaman ini, saya rasa kedepannya bisa melangkah lebih baik lagi,” ujar Dimas Ekky.

 

Sementara Andi Gilang menghadapi tantangan yang berbeda di kelas Moto3. Pebalap asal Bulukumba ini harus menjalani balapan dengan setup motor yang belum sempurna selama sepekan ini. Meski masih merasa tidak nyaman dengan setup tersebut, pebalap Astra Honda Racing Team ini tetap percaya diri dan memperlihatkan catatan waktunya dengan konstan saat balapan di kelas Moto3 Junior World Championship. Dengan kondisi cuaca sirkuit yang panas di Portugal Selatan ini, Andi Gilang berhasil finishpada salah satu lintasan terberat di ajang CEV International Championship ini. Kendati beratnya balapan menyebabkan 12 pebalap terjatuh di sirkuit ini, Pebalap Moto3 dari Indonesia ini berhasil menjalankan strategi jitu untuk mengatasi masalah grip ban yang kurang menggigit saat memacu motornya. Andi Gilang menunjukan konsistensi dan kesabaran menunggu saat yang tepat untuk menyalip. Pada lap-lap akhir, Andi Gilang pun menunjukkan pertarungan yang sengit dengan Davide Pizzoli, pebalap dari Italia. Andi Gilang menyalip di dua tikungan sebelum garis finish, meraih posisi 12 dan mendapat 4 poin di klasemen kejuaraan Moto3 Junior World Championship ini.

  

                                                         

“Saya sangat bahagia. Belum pernah merasakan rasa bahagia seperti saat ini, karena ini adalah sirkuit terberat yang saya jumpai di kompetisi CEV. Ini pengalaman saya pertama turun di lintasan ini. Sungguh tidak mudah memahami karakternya, karena banyak dihiasi tanjakan dan turunan, tapi kami terus bekerja mencari setup motor terbaik hingga akhirnya saya finish ke-12, dan meraih poin pertama saya. Saya dan tim akan fokus menghadapi balapan berikutnya di Jerez dan berusaha keras mencetak prestasi yang lebih baik lagi,” ujar Andi Gilang,

 


GM Marketing Planning & Analysis Division PT Astra Honda Motor (AHM) Agustinus Indraputra mengatakan keberhasilan pebalap binaan AHM menjawab tantangan CEV seri Portugal akhir pekan kemarin meningkatkan optimisme pebalap Indonesia dapat semakin dekat meraih mimpinya ke ajang balap yang lebih tinggi berikutnya, yaitu gelaran Grand Prix MotoGP.

 

“Hari demi hari Dimas Ekky dan Andi Gilang terus menunjukan peningkatan kemampuannya. Pebalap dan tim dari negara lain pun mulai menyoroti perkembangan anak bangsa tersebut. Kami yakin dengan pengalaman-pengalaman di level internasional dan konsistensi pembinaan pengembangan talenta balap tersebut, kesempatan pebalap Indonesia berpartisipasi pada pentas balap tertinggi di World Grand Prix semakin dekat,” ujar Indraputra

 

Para pebalap Astra Honda Racing Team ini akan kembali balapan di ajang CEV International Championship pada tanggal 2 Oktober di sirkuit Jerez, Spanyol dengan menghadirkan balapan sengit 34 pebalap lintas negara di ajang CEV Moto3 Junior World Championship dan 31 pebalap lintas negara di ajang CEV Moto2 European Championship.

 

Jakarta, 25 Agustus 2016

 

PT Astra Honda Motor

Corporate Communication

 

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi 021 651-8080, 3041-8080 ext. 181111811318114 atau e-mail kecorp.comm@astra-honda.com

 

Andi Gilang dan Dimas Ekky, Optimis Membuat Kemajuan di Portugal

Pebalap Astra Honda Racing Team, Andi Gilang dan Dimas Ekky Pratama, optimistis dapat mencatat kemajuan pada balapan CEV International Championship yang dihelat di Portugal. Kendati sempat mengalami kesulitan karena efek cuaca panas saat kualifikasi, Andi Gilang tetap berupaya mencetak hasil yang lebih baik. Dia akan mulai balapan di posisi 22 dan Dimas Ekky di posisi 8. 

 

Dua pebalap Astra Honda Racing Team sempat mengalami kesulitan dalam menaklukan Sirkuit Internasional Algarve, Portugal (27/8). Peningkatan suhu di sesi kualifikasi kedua pun berpengaruh pada grip ban yang membuat daya cengkeramannya berkurang sehingga para pebalap Indonesia ini kesulitan dalam mengendalikan motor. Namun, Dimas Ekky mampu meraih grid yang bagus di kelas Moto2.

 

Andi Gilang yang turun di Kejuaraan CEV Moto3 Junior World Championship punya beberapa masalah di bagian buritan motor dan harus bekerja keras dengan seluruh tim untuk mendapatkan feeling dan waktu terbaik. Pebalap berusia 19 tahun ini mencoba lebih cepat di sesi kedua. Ia terus berjuang meski agak kesulitan. Perfoma Andi mulai meningkat setelah penggantian ban. Sayangnya, saat Andi mencoba membuat waktu tercepat,  pebalap lain terjatuh di depannya sehingga membuatnya mengerem dan kehilangan kesempatan untuk memperbaiki catatannya. Andi akhirnya hanya dapat memulai balapan di urutan 22.

 

“Saya melalui kondisi yang berat. Di beberapa bagian kami sudah membuat kemajuan, tapi di bagian lain, kami harus mencari setting motor yang lebih baik agar saya makin percaya diri saat mengendarainya. Ketika saya sudah yakin mampu mendapatkan waktu terbaik, ada pebalap jatuh tepat di depan saya dan memaksa saya mengurangi kecepatan. Hasil hari ini kurang memuaskan, tapi sesi kualifikasi sudah selesai. Saya harus fokus menghadapi balapan.”

 

Pebalap Indonesia lainnya, Dimas Ekky yang bertarung di Kejuaraan CEV Moto2 European Championship menempati posisi ke 8 di Kualifikasi pertama dengan waktu 1:47.177. Dengan kondisi trek yang panas, rider Moto2 ini naik ke posisi ke-7 di kualifikasi kedua dengan catatan waktu yang stabil. Kendala yang sama dengan yang dihadapi Andi Gilang dialaminya, yaitu kesulitan mengendalikan motor karena grip ban berkurang. Hasil kualifikasi gabungan hari ini menempatkan Dimas Ekky di posisi 8.

 

“Kami membuat kemajuan besar saat sesi kualifikasi. Target kami meraih waktu 1:46, tapi kondisi lintasan sangat panas sehingga kami tak bisa meraihnya. Sisi baiknya adalah kami mampu membuat kemajuan di kondisi panas dibanding pebalap lainnya, dan kondisi panas di sesi kualifiaksi kedua sangat mirip dengan kondisi saat balap besok. Untuk balap besok, ada beberapa setup motor yang kami ubah, khususnya di bagian depan. Saya optimistis mampu memberikan yang terbaik untuk Indonesia.”

 

Setup motor hasil kerjasama tim antara pebalap dan mekanik serta kemampuan individu Andi Gilang dan Dimas Ekky akan menjawab tantangan sirkuit International Algarve pada balapan hari ini yang dimulai pukul 12:00am dan 3:00 pm untuk Moto2 dan Moto3 pukul 1:00 pm (waktu setempat). Balapan bisa diikuti secara langsung melalui live streaming CEV.

 

%d bloggers like this: