Parkir mobil dan motor di sekitar bandara Adisucipto

image

Hari ini saya traveling ke Pontianak Kalimantan via udara dalam rangka acara HONDA, yaitu KONTES MEKANIK HONDA 2015.

Kemarin sempat ragu tentang parkiran motor di dekat bandara Adisucipto Jogja. Berhubung belum pernah parkir motor atau mobil di sekitar bandara, maka saya tadi dari rumah berangkat agak mruput sekitar jam 05:15, lewat jalan Godean lalu lurus menuju Tugu Jogja lalu belok kanan depan Gramedia dan menuju jalan Solo. Ternyata riding pakai motor di pagi begini sangat lenggang tanpa kemacetan.

image

Ini dia parkiran inap mbah No

Akhirnya jam 5:50 saya sampai di bandara adisucipto, tepatnya di parkiran motor utara REL KA. Pertama kali saya minggir di parkiran yang dijaga Mbah No, lalu oleh mbah No disuruh parkir di sebelah utaranya, memang parkiran Mbah No sudah full, dan baru saya ketahui setelah saya parkir dan menghampiri mbah No lalu bincang bincang.

Letak titipan mbah No ini di selatan persis gang masuk ke TITIPAN INAP WALUYO, saya tadi diarahkan ke TITIPAN INAP RIZKY BAROKAH ada diutara gang TITIPAN WALUYO.

Mbah No cerita kalau parkiran disekitar bandara ada 6 buah. Ada dua kategori utama, yaitu parkir menginap dan parkir tidak menginap. Tempat mbah No ternyata khusus parkiran yang menginap minimal 3 malam. Untuk parkiran yang seberang tempat mbah No adalah parkiran yang tidak menginap yaitu ada, di barat jalan di utara REL KA. Jadi memang parkiran ini sudah ada semacam pembagian rejeki. Ada yang parkiran menginap minimal 3 malam, ada yang menginap kurang dari tiga hari, dan ada yang cuma siang hari alias tidak menginap.

Apakah semua yang titip sepeda motor ini naik pesawat? Ternyata tidak, yaitu ada yang naik Kereta Api pramex.

Lalu biaya titip motor menginap berapa? Mbah No bilang per tanggal adalah 5ribu rupiah. Jadi motor saya besok mungkin habis 10ribu karena masuk tanggal 5 Sept 2015 dan saya ambil tanggal 6 Sept 2015. Untuk mobil saya lupa belum bertanya. Coba besok saya tanyakan.

Untuk titipan mobil, yang luas setahu saya adalah yang RIZKY BAROKAH tempat saya menitipkan motor saya hari ini.

Sebelum ini saya parkir motor di parkiran JANTI, bawah jembatan layang, utara jalan, samping timur persis pos polisi. Lalu naik bis transjogja 3.000 ke bandara, dan dari bandara ke Janti juga naik bis transjogja lagi. Itungannya 3.000+3.000+3.000 (parkir inap sepertinya segini) jatuhnya hampir sama kalau cuma semalam. Tapi kalau bermalam malam sebaiknya diparkiran Janti saja.

UPDATE :
hari minggu sore saya ambil motor di penitipan inap, dan saya bayar Rp. 10.000,- jadi benar kata mbah No bahwa per tanggal adalah Rp. 5.000,-

Semoga berguna.

image

image

image

image

Ibuk dan adikku akhirnya bisa umrah

Rencananya umrah akan diberangkatkan tanggal 14 Mei 2014 tetapi ada masalah dengan travel yang tidak bertanggung jawab. Tidak perlu saya tulis travel apa, tapi kalau anda cermat bisa melihat pada tas yang dibawa ibu saya karena tas tidak diganti.

Tanggal 13 Mei 2014 saya bawa koper ibuk dan adik ke tempat bimbingan pakai Jovan.

image

image

image

Sebenarnya ibuk dulu mengajak saya, berhubung urusan kantor untuk menghadapi pilpres dan terutama piala dunia yang butuh kerja ekstra maka saya terpaksa tidak bisa. Akhirnya adik bontot saya yang kebetulan juga dokter umum yang menemani ibu, lagi pula ibuk sudah sepuh dan ada beberapa penyakit yang musti diwaspadai, dalam hal ini adik saya malah tepat bisa jadi dokter pribadi ibuk 😀

Tetapi akhirnya ganti travel dan bisa berangkat pada 10 Juni 2014, saya antar jam 4:15 sudah sampai ke bandara adisucipto. Untung visa belum keburu hangus. Awalnya ada 24 orang dalam satu rombongan, tetapi akhirnya ada 4 orang yang merupakan satu keluarga yang cancel karena jadwal berubah dan ada yang jadi tidak bisa ikut, akhirnya satu keluarga tidak ikut.

image

image

Biaya umrah ini adalah 2000$. Ibuk ikut bimbingan di tempat om saya, berada di masjid Danunegaran, jokteng wetan keselatan 100 meteran, barat jalan, masjid dengan mustoko yang unik agak lancip.

Alhamdulillah adik bisa kirim foto foto via whatsapp dengan mengganti kartu GSM lokal arab saudi yaitu mobili. Ibuk terlihat sehat dan bisa menjalankan ibadah umrah dengan baik.

Semoga saya dan keluarga secepatnya juga bisa umrah. Amin.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Pengalaman pertama di Soeta ke Adisucipto

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Ini adalah penerbangan saya yang kedua yaitu untuk pulang ke jogja via Soeta Cengkareng.

Pada e ticket tertulis saya berangkat dari TERMINAL 1A di SOETA. Jam 5:30 saya dari hotel Alia Cikini Raya 32, naik taksi ke Soeta. Sepertinya habis 100.000 karena jalanan lancar tanpa kena macet lalu lintas dan banjir. Pada supir taksi saya bilang turun di A1, dan supirnya sudah paham. Sebenarnya boarding jam 8:30 tapi demi amannya saya sengaja lebih pagi dari hotel. Daripada stress terlambat kena macet.

Kurang dari satu jam taksi sudah sampai Terminal 1A. Saya langsung masuk dan langsung ke loket LION dengan memberikan print e tiket. Saya diminta KTP di loket ini. Kembali saya minta duduk di dekat jedela darurat agar mendapat ruang kaki yang lega. Saya mendapat kursi 20F di sisi kanan dekat mesin pesawat, saya bisa merasakan sensasi putaran mesin pesawat dan tentunya bisa melihat lepas keluar.

Penerbangan kali ini ontime boardingnya. Saya lewat GATE A13. Sebelum berangkat sempat ketemuan sedulur koboys yg kerja di bandara. Yaitu mas Trasman. Jam 8:30 panggilan boarding mengumandang di speaker. Penumpang antri masuk ke area bandara. Tapi kok disuruh masuk ke BUS. Ternyata pesawat ada di sisi lain, agak jauh, maka harus diangkut dengan bus.

Turun dari bus langsung masuk pesawat. Setelah ritual ini itu penjelasan dari pramugari, maka tinggal menunggu take off. Tapi terdengan kapten pesawat bicara katanya harus antri 20 menit untuk terbang karena traffic pesawat padat. Benar juga selang 20 menit pesawat berjalan ke landas pacu. Dan benar juga antri take off, di belakang pesawat saya terlihat 3 LION juga antri.

Akhirnya pesawat take off juga. Langsung membumbung tinggi sampai diatas mega. Tampak mega putih laksana kapuk putih yang terhampar, dan jauh di kanan sana tampak pucuk gunung. Mungkin itu Gunung Gede yang dulu ditabrak pesawat rusia.

Penerbangan ke Jogja kok lebih cepat. Saya lahi mau tidur sudah digugah suara pilot yang katanya hampir landing. Saya lihat keluar jendela sudah tampak laut selatan seperti garis putih membujur. Lalu terlihat Kali Progo, wah semenit kemudian pasti saya sudah tepat terbang diatas rumah saya yang memang jalur penerbangan. Benar juga saya lalu lihat TANGKI PERTAMINA di DEPO REWULU jalan wates km 9 yang besar besar sehingga terlihat dari atas. Lalu saya lihat UMY GAMPING dan ringroad Gamping. Lalu Alun alun utara kraton Jogja terlihat jelas. Lalu pabrik susu SGM di muja muju. Lalu pesawat mendarat.

Tiba di darat ternyata harus antri lagi sekitar 20 menit untuk menuju parkiran.
Memang terbang dengan pesawat amat hemat waktu dan uang.

Pertama kalinya numpak montor mabur :-D

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Selalu ada yang pertama bagi tiap orang untuk suatu hal, dan umumnya karena pertama kalinya ya wajar ada rasa kuatir, deg deg gan, was was, gimana prosesnya step by step, dan itulah juga yang saya alami pagi ini saat mau terbang pertama kalinya ke Jakarta melalui bandara Adisucipto, turun di Soeta. Padahal dari kecil saya sudah biasa lihat pesawat terbang, karena kebetulan diatas rumah saya adalah jalur penerbangan Jogja Jakarta.

Tetapi memang banyak teman itu banyak manfaatnya. Saya sebelumnya sudah tanya tanya ini itu dengan sedulur koboys, terutama om Tongsam yang sudah wira wiri mabur bahkan sudah sampai ke Istambul.

Mulai proses e ticket yang saya terima lalu saya print dirumah dan saya bawa ke bandara, tiba di komplek bandara kemudian masuk ke bandara dengan melewati security check pertama dengan memperlihatkan print e ticket tadi ke petugas, lalu menuju security check kedua, disini tas saya masukkan ke mesin scan, sementara hp dan dompet via wadah khusus. Setelah itu maju keselatan melaporkan e ticket ke konter LION tujuan Jakarta. Lalu disini saya di beri print asli tiket atau apa namanya.

Kemudian saya berjalan ke tax bandara, dan bayar Rp. 35.000. Kemudian melewati security check lagi, tas bawaan di scan lagi. Dompet dan hp ditaruh di nampan lalu masukkan alat scan juga. Setelah itu saya masuk ke ruang tunggu bandara. Jam 7:30 kurang saya sudah duduk manis di ruang tunggu bandara.

Karena ini flight pertama saya, sengaja tadi dari rumah pakai Jovan diantar om Ridwan, adik saya anaknya paman,  jam 6:15 dan sampai parkiran bandara jam 7:15. Sehingga spare waktunya sangat lapang, dan tidak menambah stress jika misal waktunya mepet. Mending mruput daripada ngepas. Tadi sekalian saya ngajari om Ridwan dimana parkir mobil, lewat mana menuju ke pintu masuk bandara, sehingga besok pagi saat jemput saya lagi, sudah paham dan tidak bingung.

Dengan datang awal begini saya bisa mempelajari hal hal yang perlu saya ketahui di bandara ini. Dan tentunya juga gak bosen nunggu karena bisa saya isi dengan mengetik postingan ini untuk berbagi dengan para pembaca yang mungkin juga seperti saya. Pertama kali terbang 😀

Intinya adalah yakin saja karena tidak ada yang tahu ini penerbangan pertama saya. Penting untuk tahu tata cara di bandara step by step sehingga tidak perlu bertanya tanya lagi kecuali terpaksa, dan jangam malu bertanya, karena bertanya kan juga gak bayar.

Cuaca di bandara pagi tadi hujan rintik, dan saat ini jam 8:15 agak berkabut tapi hujam sudah reda. Suasanya agak temaram, tidak terlalu panas melihat keluar di landasan pacu pesawat.

Bismillah, semoga penerbangan pertama kalinya ini menyenangkan dan selamat sampai tujuan. Amin.

%d bloggers like this: