Menunggu mentari di Teleng Ria

image

image

Melewatkan pagi di pantai adalah hal yang menakjubkan, tak terkecuali bagi saya, mas Irawan, Tongsam, cak poer dan maskur. Kami yang menginap di Hotel Sea View tinggal berjalan 100 meteran untuk menuju pantai Teleng Ria.

Saya sengaja tidur jam 23:30 biar bisa bangun pagi dengan enteng. Selepas sholat subuh dan mandi, saya langsung menuju pantai. Pasir di Teleng Ria ini tidak seperti pasir umumnya pantai, tapi lebih banyak unsur tanahnya kalau saya perhatikan. Sehingga pantai lebih padat dan enak untuk lari lari pagi kalau mau.

Saya sendirian saat berangkat ke pantai, tapi tak lama kemudian ketemu man teman dan jadi makin seru saat matahari mulai malu malu nongol di antara puncak puncak pegunungan di sisi timur pantai Teleng Ria.

Lalu timbul ide untuk foto foto narsis dengan matahari pagi.

Pantai teleng ria ini memang enak tempatnya, fasilitas hotel juga dekat, jalan menuju pantai juga mulus. Jadi kenapa tidak anda coba menginap disini?

image

image

image

image

image

image

image

 

 

 

image

Fun riding koboys dengan AHM, etape I

image

Hari ini 2 mei 2014, saya dengan 16 koboys melakukan fun riding menuju pacitan bersama ahm jogja.

Start awal dari ahm jombor lalu menuju jalan kabupaten keselatan sampai tembus ringroad. Lalu kita mengikuti ringroad barat dan selatan sampai perempatan Giwangan.

Perempatan giwangan kita ambil kanan menuju arah imogiri. Saya kurang hapal jalan ini yang jelas lewat arah Gua Cerme dan panggang lalu lewat JJLS dan tahu tahu sudah sampai ringin arah baron. Disini saya sudah hapal tinggal ikuti arah baron. Tujuannya ke pantai sundak.

Sampai di pantai sundak langsung jumatan dan selepas jumatan kita makan siang di pantai sundak.

Total jarak tempuh 136 km. Wah jauh juga ternyata. Saya tadi nyemplak NMP.

Jalanan etape pertama ini sudah bervariasi. Kepadatan jalanan kota, lalu ringroad yang relatif lurus dan sepi, dilanjutkan meliuk liuk naik imogiro menuju pantai sundak lewat Panggang. Lalu ketemu jalan jalur selatan yang lueeeebaar dan sepi. Saya test limiter motor, speed dan top speed, bagaimanapun juga motor harian ini diberi limit, dan saya hanya bisa 110kpj itupun dibantu jalan agak menurun.

Sebenarnya saya pecinta slow turing, jalan seenaknya. Tapi lebih banyak santainya.

Overall semua jalanan di jogja relatif mulus. Jarang ditemui jalan rusak parah berlubang. Hal ini tentu sangat menyenangkan bagi para wisatawan yang akan menuju pantqi pantai di gunungkidul. Cuma sayangnya jalan masih sempit saat hampir sampai pantai sekitar 7-9 km. Sebaiknya dilebarkan dua kali lipat.

image

image

image

image

image

%d bloggers like this: