indent, antara keterbatasan line produksi dengan permainan sales

Hari jum’at sepulang dari tempat kerja, sekitar jam 09:15 saya mampir ke dealer ASLI MOTOR BANTUL di Jalan Wonosari. Tujuan saya adalah untuk membuktikan sendiri tentang ada atau tidaknya Vario Tecno non CBS di dealer tersebut, kenapa? Ini dikarenakan Begawan Kolor Ijo LORO UNTU yang sudah indent dengan bayar lunas, sudah lebih dari hitungan sebulan belum juga motor vartec warna merah belum dikirim juga.

Saat masuk ke dealer, saya heran juga, hanya ada satu motor matic, yaitu REVO AT (rapayu po yo yang model bebek matic seperti ini?), banyak sekali NMP (lupa tidak menghitung, tapi lebih dari 6 NMP), beberapa bebek supra. Selebihnya ruangan dealer yang luas tersebut kosong, banyak space yang bisa untuk majang motor menjadi nganggur.

Saya sih pura-puranya nanya kalo indent CBR250R bisa enggak, salesnya langsung jawab, bapak langsung ke AHM Jombor saja (weleh), terus baru pura-pura tertarik ke matic vario, dan langsung dijawab kalau vario harus inden, belum lagi harganya naik.

Di brosur tertulis Vario non CBS dari 14.888.000 menjadi 15.023.000

huah jebul larang juga ya, tambah 1,5 juta bisa dapat UG4 😀

Heran saya kemarin saya di jalan melihat vario merah lagi dianter pake mobil pick up dealer, dua buah lagi ngangkutnya. Apakah memang honda keteter dalam menelorkan maticnya? atau mungkin distribusinya yang tidak merata? tapi seharusnya dengan pengalaman berpuluh tahun, tentu sudah ada analisis trafik permintaan motor tertentu di daerah tertentu. Kalau memang honda keteter dalam bertelur matic, ya kita maklum saja, tapi mbok yao ada kepastian pada konsumen yang sudah indent dan bayar, kira-kira kapan unit bisa diterima. Masalahnya begawan kemarin saat ngecek juga di dealer, malah dengan mata kepala sendiri melihat vario yang sama plek dengan pesenannya keluar dari dealer dikirim ke pembeli (entah pembeli entah pengkridit, tapi kayaknya pengridit).

Lalu bagaimana peran sales dalam permainan indent ini, kita tentu sudah makfum semua, bahwa sales lebih menghargai orang yang kridit dari pada orang yang beli cash, mungkin sales dapat komisi dari dealer sekaligus dari lembaga pembiayaan. Jadi salesnya alergi kalau ada yang mau beli cash karena mungkin hanya dapat komisi dari dealer saja. Terus dalam indent harusnya pihak dealer dan sales harus transparan, mana yang indenan kridit, mana yang indenan cash, sehingga misal kalau ada dua motor masuk ke dealer, ya bagi adil, satu untuk yang inden kridit, satu untuk yang indent cash.

Satpam kantor saya, saat begawan lagi pusing-pusingnya mikir motornya, eh pagi harinya satpam saya sudah dikirim vario tekno non cbs warna merah, tapi dari dealer di kota wonosari. Kridit sih.

image

image

Memang bikin pusing dan emosi saja bagi yang ngebet beli tapi malah kena permainan indent, apalagi indentnya masih dipermainkan lagi. Kalau saya pribadi ya mending beli yang ada saja. Yang ready stock.

Catatan : saat kemarin jemput anak di SD, hampir 99% kan ibu-ibu (saya ganteng sendiri), eh ternyata Pulsar BlackCoyote saya ada di tengah-tengah Vario, di kiri satu, dikanan satu, di depan dua.  Belum lagi vario yang parkir di sisi lain halaman sekolah memang mendominasi banget, jadi saya perkirakan memang vario laku laris manis dikalangan ibu-ibu, dan setelah saya lihat sekeliling memang hampir 70% pakai matic, ada vario, mio dan matic suzuki.

image

image

Untuk begawan kolor ijo sing loro untune mergo nunggu varione ra dikirim-kirim, sing sabar yo Wan.

%d bloggers like this: