Pesiar ke DAM PIJENAN, KAMIJORO, BANTUL

image

Tadi saya dari servis pulsar, karena haus, mampir di penjual es degan di bawah pohon besar diatas DAM PIJENAN, di jalur SEDAYU-PALBAPANG.

DAM PIJENAN ini dibuat jaman Belanda, tahun 1924, air di bendung dan dialirkan sampai ke SANDEN, mungkin sampai GEJLIK PITU, bahkan sepertinya lewat selokan di selatan rumah mbokdhe saya di Joho, Trimurti, Srandakan. Semoga saya tidak salah info.

Saya habis dua gelas es degan, dan dua gorengan, total bayar 7,500. Murah kannnn.

Habis minum saya pemasaran untuk melihat DAM, lalu saya turun lewat tangga, ternyata ada pintu pintu air dan ada pula semacam pompa air besar yang sepertinya sudah tidak berfungsi.

Bagi anda yang ingin melepas lelah saat naik motor, tempat ini memang pas banget. Bisa minum es degan, nasi kucing, gorengan, sambil menikmati pemandangan KALI PROGO.
image

Ini koordinatny :

-7.880332,110.267798

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Installasi PIPA PDAM lewat dusunku

image

Jalan aspal hotmix mulus yang berada di selatan masjid dusunku ini sekarang harus digali sedalam 2 meteran dan selebar 80 cm untuk menanam pipa PDAM yang berawal di Bantar KaliProgro dan berakhir di daerah timur Kemusuk.

Pipa ini diameter luarnya 60 cm, terbuat dari semacam plastik. Sehingga akan awet untuk jangka puluhan tahun kedepan.

Installasi pengolahan air dari KALIPROGO berada di utara kembatan Bantar dan dialirkan melalui pipa besar ini sampai ke Kemusuk, lalu nanti dialirkan dengan pipa kecil kecil distribusi ke sleman, jogja dan bantul.

Efek dari pembangunan pipa ini adalah penutupan ruas jalan di selatan masjidku, dari timur harus belok ke kanan (utara) dan melewati jalan cor semen swadaya RT 004 dusun kami. Kami jadi panen debu dan ada kemungkinan jalan cor semen akan rusak jika dilewati truk berat bermuatan.

Agak aneh proyek ini tidak dikerjakan berurutan, harusnya lebih dulu jalan gereja Gubug kebarat sampai Moyudan yang dikerjakan. Tapi ini malah melompat ke dusun saya. Melompatnya sekitar 3 km.

Apakah nanti jalan aspal dusun kami bakal mulus lagi? Saya kok tidak yakin.

Apakah jalan cor semen swadaya RT 004 dusun kami akan dapat kompensasi? Saya juga tidak yakin.

Menurut kabar, proyek ini sudah sosialisasi pada warga yang dilewati pipa, tapi mereka lupa untuk sosialisasi kepada kam warga yang terdampak pengaliham lalu lintas karena penutupan ruas jalan.

Saya kemarin sudah usul ke saat rapat RT untuk diportal dikasih bambu agar truk tidak bisa lewat, tapi mobil keluarga dan sepeda motor masih bisa lewat. Tapi sepertinya tidak pada respon. Semoga saja jalancor semen dusun kami tidak rusak karenanya.

Pembangunan positif dan berguna bagi orang banyak jelas kami dukung, tetapi hendaknya yang mengerjakan proyek ini juga mengerti keluhan warga.

Semoga indonesia raya makin jaya.

image

image

image

image

image

image

image

image
image

image

image

Pipa PDAM dari Kali Progo untuk warga kota Jogja?

image

Saat sepedaan pagi hari melewati rute biasanya, saya melihat ada pipa pipa plastik besar yang baru proses ditanam didalam tanah di daerah Moyudan, barat Gereja Gubug Sedayu, utara rel KA.

Menurut kabar dari teman yang tinggal di dekat Jembatan Bantar, itu adalah pipa untuk mengalirkan air dari instalasi PDAM di utara jembatan Bantar menuju kota Jogja. Installasinya juga masih tahap pembangunan.

Jadi mungkin itu nanti menyedot air dari Kali Progo, lalu dijernihkan dan kemudian dialirkan ke kota Jogja.

Sepertinya nanti lewat di jalan besar dusun saya ke timur melewati deoan Museum Soeharto.

image

image

Jembatan SESEK bambu di sungai Progo (part I)

Sungai Progo di bagian selatan Jembatan Bantar membelah meliuk indah memisahkan antara kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo. Saat musim kemarau seperti saat ini, sungai Progo ini tidaklah terlalu liar arusnya, tampak aliranya dangkal, bahkan disana-sini terdapat WEDI KENGSER, alias pulau-pulau yang terbentuk dari pasir yang tidak teraliri air sungai, ini karena begitu lebarnya sungai Progo membentang.

Ceritanya pada hari sabtu tanggal 3 September 2011, saya mengantar istri ke wilayah Ngentakrejo, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo. Berangkat dari rumah, lanjut rute ke bangjo Perempatan Sedayu, terus ambil keselatan sampai Perempatan Kayuan ambil keselatan lagi, lalu mampir sebentar di rumah teman istri, silaturahmi sebentar sekaligus saya menanyakan jembatan SESEK BAMBU yang bisa dilewati, dan dapat petunjuk nanti setelah lapangan desa Kamijoro, sebelum jalan belok kekiri maka ambil jalan kampung yang kekanan, ada dua jalan kampung, ambil yang paling kanan. Saya susuri jalan ini akhirnya sampai ke Sungai Progro.

siap menyeberang

Tampak jembatan SESEK BAMBU ini dibuat rapi, kira-kira lebarnya 1,5 meter dan pangjangnya mungkin sekitar 100 meteran. Saya bilang rapi, karena memang dilihat rapi dan kokoh, juga diberi pagar di kiri dan kanan, sehingga memberikan rasa aman saat melintas.

lebar, jernih dan dangkal saat kemarau

Untuk melewati jembatan bambu ini, harus gantian satu-persatu, misal dari arah barat dulu, atau dari arah timur dulu, tidak boleh bareng dan papasan di tengah jembatan, karena memang kondisi jembatan hanya kontruksinya dari bambu dan lebarnya pas-pasan. Sensasinya sungguh lain, terasa campuran sedikit kuatir dan takut kalau jatuh lalu nyebur ke sungai, meskipun sungainya dangkal. Bobot motor pulsar saya yang relatif sudah berat ditambah dinaiki 3 orang, maka saat melintas di jembatan ini suara ban beradu dengan bambu menjadi sangat meriah.

Sampai di ujung barat di wilayah Kulonprogo, kami membayar biaya pemeliharaan jembatan yang dikelola oleh warga, besarnya Rp 2000 saja. Jumlah ini sebenarnya terhitung murah, karena memang jalur yang saya lalui menjadi lebih pendek ketimbang saya harus memutar keselatan melalui Jembatan Panjang Srandakan Brosot. Belum lagi jika di pasar Mangiran ada keramaian lebaran pasar tumpah dan hiburan rakyat seperti pasar malam, perjalanan pasti dialihkan dari jalur utama, dan saya pernah muter-muter kesasar gara-gara lewat jalan kampung dan belum pakai GPS android.

Saya juga berkunjung ke bro Snalpot yang baru saja punya momongan perempuan, di wilayah dekat Kecamatan Galur. Selamat semoga menjadi anak yang sholihah.

Silaturahmi ke garasinya bro Snalpot, tilik snalpot yunior

 

%d bloggers like this: