saat lebaran 1433 H, jalanan jogja full, jalur data mobile selular juga full

Kebetulan lebaran tahun ini 1433 H atau 2012, saya hanya libur pas lebaran hari pertama saja 🙁 , selebihnya masuk kerja. Pas berangkat pagi hari tanggal 20 Agustus 2012, lebaran kedua, jalanan di ringroad barat dan selatan sangat sepi, tetapi saat naik piyungan-patuk Gunungkidul, sudah terasa padat tapi lancar. Ini karena masih pagi sekitar jam 7:30 sehingga para pemudik dan orang-orang yang bertujuan silaturahmi kesanak famili belum pada keluar.

Tikungan Radio GCD 98,6 FM

Pulang di hari ketiga kisaran jam 9 pagi, ternyata kondisi lalu lintas di jalan jogja wonosari tepatnya sebelum perempatan SAMPAKKAN dekat kidfun, sudah padat dan antri karena ada lampu lalu lintas, saya pakai pulsar untungnya masih bisa menyusuri badan jalan sebelah kiri yang masih tanah, dan pelan-pelang maju menuju lampu merah. Saya putuskan untuk pulang lewat perempatan Sampakan keselatan (belok kiri dari arah Wonosari), ternyata jalan sangat lenggang, saya bisa memacu 80kpj dengan santai, beda banget tentunya dengan jalan raya Jogja-Wonosari yagn pasti apdat merayap. Umumnya orang memang tidak tahu ada jalan-jalan alternatif di jogja, sehingga jalan utama menjadi full. Jalan yang saya lalu ini akan tembus ke imogiri, nanti ada pertigaan, kalau imogiri lurus, harus belok kanan ke arah bantul, nanti akan tembus jalan PLERET, setelah sampai pertigaan jalan pleret, saya ambil kanan, lalu maju sekitar 1 km, nanti ambil kiri di perempatan pertama, ini akan melalui Wirokerten, lurus kebarat nanti akan tembus jalan Imogiri Timur, kalau keutara nanti sampai terminal Giwangan. Pada perempatan jalan imogiri timur ini saya ambil lurus saja demi menghindari lampu merah di perempatan ringrioad selatan Terminal Giwangan. Lurus kebarat kira-kira 1,5 km nanti ada perempatan, saya ambil kekanan (arah utara) akhirnya saya masuk dapat lagi ringroad selatan, ambil kiri masuk jalur lambat untuk sepeda motor.

Perempatan Patuk, lurus ada mobil box putih menuju Wonosari, kiri ada truk itu ke Gunung Nglanggeran

Beda lagi saat saya berangkat sore hari kisaran jam 17 sampai di jalan Jogja-Wonosari sebelum pasar Piyungan ada bank BPD yang sudah samsat online, nah ambil kiri saja di pojok BPD, terus saja keutara ikuti jalan aspal, nanti belok kanan sekali lalu belok kiri sekali lalu lurus keutara lagi nanti akan ketemu pertigaan jalan di perumahan Piyungan, ambil belok kanan, lurus saja nanti akan ketemu perempatan jalan Piyungan Prambanan, hati hati di perempatan ini, untuk naik ke wonosari, ambil lurus saja, akan terlihat dikejauhan bukit memanjang dan ada banyak tower tv, tujuan saya adalah ke komplek pemancar tv ini, terus saja ikuti jalan besar menuju bukit, jalannya lurus, sampai akhirnya nanti ada jembatan besar dan jalan belok kiri, tapi ambil saja yang lurus, jalan kecil aspal menanjak, cirinya di pojokan pertigaan ada bengkel sepeda motor yang jualan sparepart bekas motor. naik terus saja ikuti satu satunya jalan aspal ini, nanti akan sampai di dekat balai desa Ngoro-Oro, ambil kiri sudah ketemu BTS indosat di sisi kiri jalan. Kalau mau ke wonosari bisa lurus ketimur menuju gunung langgeran, nanti belok kanan ke gunung langgeran, akan melalu sisi barat gunung langgeran, lurus keselatan nanti akan sampai SAMBIPITU, ini sudah masuk jalan Jogja Wonosari, setidaknya bisa menghindari kemacetan di tanjakan Piyungan-Patuk.

Pos Lalu Lintas Patuk GunungKidul

Untuk soal jalur data mobile lewat HP, karena saya pengguna android yang sangat mengandalkan jalur data yang lancar, pada saat lebaran kemarin sempat juga jalur data sangat lambat, bahkan hari sabtu 24 Agustus 2012, sempat tidak bisa digunakan, padahal saya pagi jam 9 mau nunggu mas Sapto Anggono, sedulur koboys jakarta yang mudik ke wonogiri dan mau main ke jogja, saat di kantor saya nebeng wifi kantor, dan bisa memantau pergerakan mas Sapto via LATITUDE, tapi begitu keluar kantor mau pakai jalur data mobile indosat saya, ternyata tidak bisa sambung dan malah tidak aktif. akhirnya saya sukses kehilangan jejak mas Sapto, yang ternyata sudah melewati depan Pos Lalu Lintas Patuk, sampai piyungan, dan akhirnya balik ke atas lagi, malah mas Sapto sampai ke kantor saya yagn berjarak 5 km dari Patuk tempat saya menunggu. Akhirnya setelah 1 jam lebih menunggu, kami bisa bertemu. Saat itu memang jalur data macet, dan telepon juga tidak bisa.

Pada dasarnya jalur data internet itu hampir sama dengan jalur lali lintas mobil motor, kalau kapasitas jalur data internet yang tidak ditambah tetapi penggunanya bertambah banyak, maka akan macet juga.

Kang Sapto Anggono silaturahmi di rumah juragan CBR Alrozi

Setelah ketemu mas Sapto, kami lalu ke bantul lewat Dlingo, lalu turun menuju Pleret, lanjut barat terus ke Jejeran tembus jalan Paris, lalu mampir ke rumah Alrozi. Lalu lanjut ke rumah mas Irawan. Disini kami akhirnya koboys kopdar dengan mas Bagus yang dari kartasura, juga ada begawan gora.

Beginilah suasana lebaran, saat jalur lalu lintas macet, saya bisa mencari jalan alternatif, tetapi saat jalur data mobile internet macet, saya tidak bisa mencari alternatif, mau pakai kartu GSM lainnya kok males.

Begawan Gora, Abon Sapi, hadiyanta, Sapto Anggono *yang motret juragane 64120 NG

lalu lintas jogja saat liburan sudah seperti lebaran tahun 2011 lalu

Jogja memang kota istimewa, kota wisata, kota budaya, kota kuliner, dll. Sehingga saat liburan menjadi tujuan utama bagi para pelajar dan wisatawan sekitar jogja bahkan dari luar kota.

Untuk kuliner, pasti orang akan cari gudek dan bakpia yang keduanya khas jogja, meskipun masih adal makanan yang lain. Tentu tidak lupa makanan BAKMI JOWO di warung-warung tertentu yang sudah dikenal sampai luar jogja, bahkan untuk bakmi jawa ini kadang bisa natri 2 sampai 3 jam pun rela.

Paling kentara liburan saat ini jogja terasa padat sekali lalu lintasnya, bisa dipastikan di jalan utama misal sekitar Tugu Jogja, sekitar depan taman Pintar, sekitar Candi Prambanan, bahkan jalan tanjakan naik Piyungan-Patuk menuju Kabupaten GunungKidul juga sangat terasa kepadatan lalu lintasnya. Tentu ini semua diakibatkan banyaknya sepeda motor yang dipunyai hampir setiap orang di Jogjakarta, terutama para pekerja seperti saya ini yang bekerja lintas kabupaten. Padahal sepuluh tahun yang lalu jika saya pulang maghrib saja, di BUKIT BINTANG / HARGODULMILAH sudah ngeri lewat daerah ini, karena sepi dan terkenal untuk nongkrong pelaku kejahatan di jaman dulu, tetapi sekarang rame banget, karena ada warung warung, restoran bahkan hotel di bukit bintang ini. Ekonomi yang hidup dan menggeliat hingga malam.

Untuk wilayah selatan di jalan wates juga pasti terjadi bottle neck di traffick light jalan wates yang masuk ke ringroad dari arah Wirobrajan, pasti macet dan uyel uyelan disini, padahal yang kekiri boleh jalan terus, tapi kadang banyak yang tidak tertib, kerena mau lurus kearah Gereja tapi nutupu jalan yang mau ke kiri. Sebenarnya lalu lintas disini bisa dikurangi seandainya misal dari arah UPY kebarat lurus diberi jalan yang tembus ke arah ringroad barat tembus di utura UMY, memang perlu sebuah jembatan. Tapi saya yakin orang yang mau ke jalan wates yang dari arah selatan sekitar patang puluhan akan pilih lewat jalan ini seandainya besok dibuat.

Untuk jalan godean, dari Perempatan jalan Magelang sampai Pasar Godean, bisa dipastikan padat kendaraan roda dua, terutama di pagi dan sore hari saat orang berangkat atau pulang kerja. Biasanya parah di perempatan Mirota Godean yang tidak ada traffick light nya. kemarin saya pakai CBR150R thailand punya Adahani horee, sempat kena macet di daerah ini, dan suhu mesin langsung naik hampir ke level merah. Untungnya CBR 150R ini bodynya kecil, setangnya tidak lebar, jadi bisa nyelip nyelip dengan mudah, berbeda saat riding pakai pulsar saya, pasti sulit untuk nyelip nyelip.

Saya jadi teringat lebaran tahun 2011, rasanya kondisi saat musim liburan kali ini sudah mirip dengan kondisi lalu lintas saat lebaran yang lalu. Pertanyaanya adalah, untuk lebaran 2012 besok, pasti akan lebih parah lagi. Saya kadang males banget untuk masuk kota jogja saat lebaran.

Apa lebaran besok cukup dirumah saya, pake FB, twitter, instagram, blog, BBM, whatsapp messenger. SMS? ah mahal!

%d bloggers like this: