baru terasa sekarang manfaat RINGROAD JOGJA

Seingat saya, ring road jogja dulu dibuat saat jaman presidennya masih pak Soeharto, saya gak ingat pasti tahunnya, nyari di google belum ketemu. Pastinya bukan pekerjaan yang mudah untuk membebaskan tanah seluas itu untuk membuat 4 lajur jalan, keliling jogja pula. Tetapi memang jaman pak Harto dulu, beliau punya power sehingga bisa mengatasi gejolak yang ada.

Ringroad dan outerroad jogja *Foto dari om TigerPiceks

Tahun 1998 saat saya kuliah akhir, ringroad masih sepi. Tahun 2001 ketika saya diterima kerja di wilayah GunungKidul dan kadang lewat ringroad barat dan selatan rutenya, terasa sekali ringroad amat sepi, baik itu kendaraan roda dua atau roda empat. Baru kisaran tahun 2005 keatas saja, motor terasa semakin banyak memadati jalur lambat ringroad yang memang diperuntukkan bagi motor.

dalam proses cor

Cor tebal dua lapisan

Nah saat ini pas hari hari lebaran 1433 H bertepatan dengan tahun 2012, ternyata barus terasa seklai manfaat ringroad, terutama yang saya lihat adalah ringroad selatan dan barat. Baru kali ini saya lihat ringroad full mobil dan motor, meskipun begitu masih bisa lancar jalannya, paling agak terlihat melambat dan mengantri saat di lampu bangjo (traffic light). Minimal untuk mobil atau motor yang hanya akan melewati jogja, memang lebih baik lewat ringroad, jangan sampai lewat tengah kota, atau akan kena macet.

cor didinginkan dengan karung goni yang diberi air

Yang saya salut adalah kira-kira sebulan sebelum puasa 1433 H, ringroad selatan dibenahi, aspal yang jelek dikupas, lalu diaspal ulang, dibagian trafik light yang utnuk berhenti mobil motor di cor denga semen yang tebal dan kuat, mungkin maksudnya biar awet, karena kalau hanya aspal, kadang kalau pas siang hari kena panas menyengat, aspalnya menjadi empuk, dan saat mobil berat berhenti pas diatasnya karena pas kena lampu merah di lampu bangjo/abang ijo (trafik light) menjadikan aspal kalah dan tidak kuat, sehingga gampang rusak.

simpang empat ringroad jalan parangtritis (24/08/2012)

Salutnya saat lebaran H-7 semua pekerjaan selesai, ringroad selatan terlihat mulus, dan lancar dilalui oleh para pemudik. Mungkin daerah lain perlu menyontoh jogja dalam pemeliharaan jalan, sehingga saat lalu lintas lebaran, jalan sudah mulus dan tidak ada pekerjaan jalan yang mengganggu dan malah bikin macet.

Untuk outer road, yang saya dengar adalah dari Prambanan-Piyungan-Sampakan-tembus ke Palbapang Bantul, lalu lewat pinggiran kali progo keutara tembus peraempatan Sedayu. Saya kira akan sangat bagus juga kalau outer road ini terlaksana, jadi misalkan yang dari arah solo mau melewati jogja, bisa lewat outer road langsung sampai ke Sedayu langsung dapat jalan Wates. Untuk yang sedayu sampai Palbapang Bantul, jalan sudah dilebarkan dan mulus, tapi menurut saya masih kurang lebar, tetapi memang kendala pembebasan lahan tampaknya berat juga kendalanya.

Kalau outer road memang jadi kenyataan, saya akan enak untuk ke kantor, karena bisa lancar sampai Piyungan 😀

%d bloggers like this: