Qurban 1436 H (2015) di Masjid Al Muttaqien

image

Qurban 1436 H – atau tahun 2015 di jamaah masjid kami adalah 6 ekor sapi dan 1 kambing.

Shohibul qurban membayar Rp. 2.500.000 untuk sapi 7 orang. Dengan harga emas saat ini kisaran 400.000/gram dan kurs 1 USD = Rp. 14.400

Total ada 42 orang yang qurban. Tapi ada yang qurban dua tahun sekali dengan cara gantian dengan partner tetapnya.

Entah ini disebut kemajuan atau kemunduran karena mushola baru di lingkungam jamaah masjid kami ternyata mengadakan penyembelihan qurban sendiri di mushola tersebut, dan ini baru pertama kalinya terjadi.

Qurban di jamaah masjid kami dari tahun ketahun yang saya lihat adalah benar-benar bisa mempersatukan seluruh jamaah, karena pada hari tersebut pas libur dan semua bisa berkumpul, baik yang berqurban atau yang belum berqurban. Semua gotong royong mengerjakan penyembelihan hewan qurban, mulai dari mempersiapkan hewan yang akan disembelih, lantas menguliti, mencuci jerohan, mengiris iris dagingnya, usus, membagi tulang, semuanya dikerjakan secara bersama sama.

Ibu-ibu tidak mau ketinggalan dengan memasak daging qurban untuk santap makan siang. Sedangkan nasi sudah membawa nasi yang masak dari rumah.

Sungguh suasana yang indah dan bisa mencuci jiwa yang lelah setelah setahun bergulat dengan rutinitas kerja.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Jamaah masjidku Juara I Takbir Keliling 1433 H

Sudah menjadi acara rutin tiap malam lebaran idul fitri di desaku Sumbersari ada lomba Takbir Keliling. Bagi mayoritas anak-anak kecil sampai remaja, ini adalah acara yang sangat ditunggu dan menyenangkan, saya pribadi masih mempunyai memori kuat ketika kecil dulu kisaran tahun 1980 saat SD ikutan acara takbir keliling ini, sangat berkesan dan menyenangkan. Nilai positifnya adalah membuat para anak-anak dan remaja menjadi kompak dan bisa belajar untuk kerjasama, belajar organisasi, belajar berkreasi, belajar untuk kompak.

Mulai awal puasa, biasanya jamaah masjid kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara lomba takbir keliling ini ditengah kesibukan rutin seperti takjilan, tadarus, pengumpulan dan pembagian zakat, semuanya berjalan beriring dan terorganisasi dengan sangat baik.

Bahkan untuk ibuk-ibuk yang ikut takbir keliling 1433 H kali ini, sudah jauh sebelumnya menjahitkan pakaian khusus untuk seragam diacara takbir keliling ini, kesemuanya swadaya, dari membeli kain yang Rp. 50.000 per potong, dan ongkos menjahitkan yang kisaran Rp. 60.000, jadi untuk ibuk-ibuk sudah pasti minimal mengeluarkan uang swadaya Rp. 110.000 untuk acara lomba takbir keliling kali ini.

Para remaja mempersiapkan kreasi seni sebagai pelengkap lomba takbir keliling ini dengan membuat gajah dan burung, serta kakbah. Ini adalah sebagai penjabaran kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW saat kakbah diserang pasukan gajah, tapi ditolong oleh Allah dengan mengirimkan burung Ababil yang bisa mengalahkan kawanan gajah.

Piala

Tidak lupa para remaja putra juga mempersiapkan sound system, lampu, genset, gerobak logistik, pembuatan oncor, penyiapan lampu petromax dll. Untuk para remaja putri, mempersiapkan pernak pernik untuk detil hiasan baju dan kostum yang akan dipakai semua peserta. Jadilah semua ini membuat kesan mendalam dan membuat kekompakan di jamaah kami. Kami memang memadukan teknologi modern yaitu genset dan lampu serta soundsystem yang mamadai, tetapi tidak lupa kami tetap memakai oncor dari bambu dan memai lampu petromax untuk membuat kesan klasik, sebagai mana saya 30 tahun yang lalu kisaran tahun 1980 ikut acara takbir keliling ini.

Bapak camat Moyudan, menyalakan oncor kepada masing2 komandan regu

Jumlah yang ikut takbir keliling dari jamaah kami kurang lebih ada 250 orang. Untuk takbir keliling memang ada dua kategori, yaitu Kategori A untuk yang jumlah pesertnya lebih dari 100 orang. Kategori B untuk jumlah peserta yang kurang dari 100 orang. Sengaja ini dibuat dua kategori agar lebih adil dalam penilaian.

Ibu Hj. Jumanah (kiri) dan Ibu Lurah Sumbersari (kanan)

Untuk rute yang ditempuh memang tidak terlalu panjang, yaitu dari Lapangan Sumbersari lalu kebarat menuju dusun Sombangan, keselatan menuju dusun Nglahar, lalu ketimur menuju dusun Tiwir dan Blendung, lalu keutara melewati depan Kalurahan Sumbersari melewati dusun Papungan dan sampai perempatan Krempyeng kebarat menuju Lapangan Sumbersari kembali.

pasukan kipas sedang beraksi

anak putra

Acara takbir keliling dilepas oleh Bapak Camat Moyudan kurang lebih pukul 20:30 dan peserta pertama tiba kembali di lapangan sektiar jam 22:00. Saat peserta terakhir dilepas dari Lapangan Sumbersari, ternyata peserta pertama sudah sampai di Perempatan Blendung. Biasanya jamaah masjid Gamplong, Karang Kemasan, Menulis, serta Sedayu ikut serta, tapi kali ini tidak ikut, mungkin jika mereka ikut dan rutenya tetap seperti diatas, bisa jadi rombongan terakhir dilepas, rombongan pertama sudah sampai di lapangan.

Mbah Ngadiyono dan Mbah Ponijo

Untuk takbir ini, jamaah kami dipimpin oleh mas Fitri, anak muda penuh semangat yang merupakan juragan Las. (masih singgle lho), untuk bapak-bapak di pimpin oleh duet paman saya, Bapak Ngadiyono dan Bapak Ponijo. Untuk Ibuk ibuk dipimpin oleh Ibu Hj Jumanah, untuk anak-anak diorganisir oleh para remaja putra dan putri semuanya.

lampu petromax yang biasanya untuk nyuluh belut (mencari belut di sawah)

om Fitri komandan jamaah kami

kompak

gerobak logistik untuk membawa makanan, spare oncor, minuman, dll

Alhamdulillah jamaah kami mendapat juara I kategori grup A, piala bergilir yang tahun lalu kami bawa pulang, sekarang kami bawa pulang kembali, ada juga hadiah piala tetap dan uang pembinaan.

Kalau dihitung-hitung biayanya mungkin total bisa habis 5 jutanan, tetapi apalah artinya uang, jika dibanding dengan kekompakan dan kebersamaan serta kedekatan hati jamaah kami di masjid. Juara dan piala adalah bonus tambahan.

wellcome home

Sampai ketemu tahun depan di lomba takbir keliling 1434 H.

tidak lupa memungut sampah bekas bungkus makanan kami di lapangan sebelum pulang

Persiapan idul qurban di jamaah masjidku

Masjid kami tidak mempunyai halaman yang luas, maka untuk acara penyembelihan hewan qurban pada Idul Adha besok yang jatuh pada tanggal 6 November 2011 Masehi, harus mencari tempat yang lapang, dan dipilihlah halaman salah satu jamaah masjid yang letaknya 200 meter ketimur dari arah masjid.

Untuk mengantisipasi hujan yang bisa saja turun saat besok maka dibuat atap dari SENG yang ditopang oleh bambu yang kami tebang dari seberang sungai.

Semoga acara pembagian hewan qurban besok bisa lancar, karena Alhamdulillah akan menyembelih 6 sapi dari yang biasanya 4 sapi, dan sepertinya masih tambah kambing 4 ekor. Bisa-bisa sampai sore baru kelar. Semoga tidak hujan.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Ok

Halal bi halal Iedul Fitri 1432 H di masjid kami

image

image

Inilah pelaksanaan halal bi halal bapak-bapak dan ibu-ibu di masjid kami setelah usai sholat idul fitri 1432 yang di kami jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011.

Foto selangkapnya klik disini Continue reading

mimbar masjidku diganti baru

Masjid Al Muttaqien

Sejak saya kecil dulu mungkin seumuran 3 atau 4 tahun memory yang masih saya ingat, mimbar masjidnya sudah ada seperti ini hingga saat sholat jumat kemarin saya baru tahu, rupanya mimbarnya diganti, sayangnya saya belum sempat ambil fotonya.

Mimbar tua

Mimbar tua dari dekat

Banyak kenangan dari saya dengan mimbar/podium ini. Mimbar ini jelas menyimpan kenangan ketika pertama kali saya adzan, pertama kalinya saya membaca Surat pendek untuk pembukaan kultum ketika ramadhan, lalu menginjak SMP ketika saya pertama kalinya menjadi PENGACARA saat ramadhan juga, mimbar tempat saya memberikan sambutan pertama kali saat saya menjadi ketua panitia Ramadhan. Mimbar ini pula saya pertama kali mengumumkan adanya orang meninggal, hal yang lumrah dimana berita kematian cukup diumumkan lewat pengeras suara di masjid.

Pada mimbar ini pula ternyata kedua anak saya juga menjalani “ritual” pengalaman pertamanya menjadi pembaca surat pendek untuk pembukaan ┬ákultum.

Yang belum saya lakukan pada mimbar tua ini adalah menjadi penceramah dan menjadi Khotib jumat.

%d bloggers like this: