HIRIKO mobil lipat bertenaga listrik dengan dua tempat duduk yang sangat menarik

Takjub melihat mobil listrik yang bisa dilipat di KABAR PASAR di tvOne jam 09:30 hari ini saat lebaran idul fitri kedua, lalu saya coba cari tahu melalui google tentang HIROKO ini dan akhirnya ketemu juga beritanya disini.

Nama Hiroko berasal dari kata Basque  yaitu Hiri yang artinya “kota” dan kotxe yang artinya “mobil”, jadi mungkin maksudnya memang mobil untuk dalam kota sehingga konsep dasarnya mobil ini dibuat untuk digunakan dalam kota dan bisa dilipat agar bisa menghemat tempat parkir, panjang HIROKO adalah 100 inci (2,5 m), dan saat parkir bisa dilipat bisa menjadi 60 inci (1,5 m).  Hiriko merupakan evolusi dari proyek citycar MIT, bekerja sama dengan Denokinn (Pusat Basque untuk Inovasi) dan sebuah konsorsium bisnis dari Spanyol.

hiriko *foto dari http://www.gizmag.com/hiriko-folding-electric-car/21506/

Yang unik dari mobil ini adalah pada setiap roda sudah terintegrasikan dengan motor, kemudi aktuator, suspensi dan pengereman, saya lihat tadi saat tayang di tvOne bahkan bisa berjalan kesamping dan memutar. Untuk urusan menambah dan menurunkan kecepatan juga terbilang unik, dengan menekan kemudi kedepan, maka mobil akan bertambah kecepatannya, lalu jika kemudi ditarik kebelakang maka kecepatan akan menurun.

Mobil HIROKO ini sepenuhnya bertenaga baterai dengan kisaran satu kali charge bisa dipakai untuk 75 mil (120 km), andai kata kuat untuk naik tanjakan Gunungkidul asyik juga punya mobil ini, karena jarak pulang pergi saya ke kantor hanya 80 kilometer saja.

Yang unik lagi adalah pintu mobil ini ada di windshieldnya yang bisa dibuka keatas, jadi yang mau naik mobil ini, masuknya lewat depan.

Pintu dari depan *foto dari http://www.gizmag.com/hiriko-folding-electric-car/21506/

saat dilipat *foto dari http://www.gizmag.com/hiriko-folding-electric-car/21506/

dilipat biar irit tempat parkir *foto dari http://www.gizmag.com/hiriko-folding-electric-car/21506/

roda *foto dari http://www.gizmag.com/hiriko-folding-electric-car/21506/

Bagasi *foto dari http://www.gizmag.com/hiriko-folding-electric-car/21506/

irit tempat parkir*foto dari http://www.gizmag.com/hiriko-folding-electric-car/21506/

Kabarnya Mobil Listrik Hiriko dijual £ 11.000 (US $ 17.430), dengan dolar terhadap ruapiah yang kisaran Rp. 9.500, maka jika dirupiahkan hari ini, harga mobil ini kisaran Rp. 165 juta, mungkin masih terlalu mahal untuk ukuran Indonesia.

videonya bisa dilihat disini http://www.youtube.com/watch?v=HnNHMw9QrVY&feature=fvwrel

Sebenarnya tujuan saya menuliskan tentang  mobil ini, adalah untuk memberikan inspirasi bagi bangsa kita, mungkin anak-anak SMK dan tentunya para mahasiswa terkait misal dari teknik elektro, teknik mesin, desain dan sebagainya, bersatu untuk bisa beralih berfikir dan action untuk membuat mobil listrik sendiri yang efisien, bentuknya menarik, harga terjangkau. Sering kali kita lihat mobil konvensional yang sekarang umum berjalan, dengan banyak tempat duduk, dan kebanyakan nganggur tempat duduknya, hanya sopir dan satu penumpang, jadi bukan alasan jika dua tempat duduk seperti mobil HIRIKO ini nantinya tidak laku. Mungkin perlu ditekankan kalau bisa memang untuk substitusi sepeda motor yang wajarnya motor itu memang untuk dua orang, jadi jika kita bisa membuat mobil listrik semacam ini, dengan harga maksimal 20juta dan syukur-syukur dibawahnya, saya kira akan banyak orang yang realistis untuk membeli mobil ini untuk digunakan didalam kota. Tidak kehujanan dan kepanasan.

Kondisi lalu lintas sekarang ini dan kedepan akan semakin macet, naik motor saja hanya bisa maksimal 50kpj jika diperkotaan. Sehingga mobil listrik yang didesain maksimal 60kpj untuk mengejar efisiensi listrik saya yakin bukan menjadi kendala.

Jadi marilah kita isi kemerdekaan ini dengan berkarya dengan visi kedepan yang masuk akal, efisien dan bisa diterapkan. Merdeka!

susahnya parkir motor di RS PKU Jogja

Saya sudah tahu bahwa memang sempit sekali untuk parkir motor di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah yang di Jogja, sebelah barat dikit malioboro. Lahan parkirnya sempit banget, meskipun begitu kayaknya ada tiga pengelola parkir disana, satu di lokasi asli di dalam komplek RS, yaitu di depan RS. Kedua ada di trototar depan RS, dan ketiga ada di pojok jalan depan Apotik RS.

Makanya saya males banget saat pake pulsar kalau diajak istri untuk ke RS PKU. Tapi karena kemarin adik ipar sakit dan harus opname, maka mau tak mau saya harus ke RS PKU, dan saya ogah pake pulsar, apalagi ada box dibelakang, maka saya pakai supra pit milik istri, lama gak pakai motor ini, lucu saja saat pakai, kerasa semua goncangan motor langsung menghantam badan saya.

Meskipun sudah pakai supra pit yang imut, tetap saja susah parkir di RS PKU, tapi karena sudah hapal, maka saya langsung masuk ke lokasi parkir yang pertama, lalu motor ditinggal begitu saja tanpa dikunci stang, karena nanti dipindah2 dioptimalkan oleh tukang parkirnya.

Nah giliran mau pulang, mesti sibuk dulu mencari-cari motor, hampir semua yang parkir pasti punya ritual mencari motornya dulu, karena memang letaknya enggak tahu pasti, sebab sudah dipindah-pindah tadi. Beda banget dengan RS Bethesda yang punya parkir di bawah tanah yang lumayan lega, juga parkirnya satu pintu dikelola oleh Java Parking, motor tidak dipindah-pindah oleh tukang parkirnya, jadi tukang parkirnya di RS Bethesda juga santai tidak kerja keras, kalau di PKU tukang parkirnya dah rebutan dulu untuk menarik pengguna motor agar parkir di lahannya meskipun kadang sudah full tempatnya.

Di parkiran PKU saya sempat ketemu bro Mukhibin, salah seorang pengurus Pulsarian jogja yang motor pulsarnya juga full box, tapi beliau juga cuma pake bebek saat ke PKU, bakal digrenengi tukang parkire kalau kita-kita tetep pake pulsar.

RS PKU sebenarnya sudah ada yang baru di Gamping, sisi utara jalan WATES, saya belum pernah kesana karena Asuransi Kesehatan belum bisa dipakai di RS PKU yang baru ini, tapi saya yakin kalau parkiran motor di RS PKU II ini tentu sudah dibuat lega dan lapang.

Belum sempat ambil foto he he he.

%d bloggers like this: