AHM Hadirkan Warna Baru Honda PCX

Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) hadirkan warna baru Honda PCX  yang tampil semakin elegan dan berkelas.  Warna baru ini semakin menguatkan desain elegan kelas dunia yang akan semakin diminati konsumen Tanah Air sebagai bagian dari gaya hidupkelas atas yang prestisius.

Honda PCX terbaru hadir dengan warna Exclusive Poseidon Blue melengkapi warna premium lainnya yaitu Masterpiece Matte Black dan Glamour White. Honda PCX dengan warna baru yang pertama kali diaplikasikan pada skutik premium Honda ini dapat dijumpai di 145 Wing Dealer dan Big Wing Honda di seluruh Indonesia.

Direktur Pemasaran AHM Margono Tanuwijaya mengatakan Honda PCX merupakan pioner skutik premium di Indonesia yang dilengkapi dengan teknologi canggih dan fitur terbaik yang mengutamakan kenyamanan saat berkendara. Warna baru Honda PCXExclusive Poseidon Blue, menjadi pilihan baru bagi konsumen premium skutik Tanah Air yang ingin tampil berkelas dengan motornyamelalui pilihan warna elegan .

Honda PCX dengan warna baru ini dapat dimilliki konsumen pada Februari 2017 di Wing Dealer dan Big Wing terdekatKhusus bagi para pecinta Honda PCX, terdapat sales forceyang akan memberikan pengalaman layanan premium sekaligus sebagai penasehat terpercaya sesuai gaya hidupnya.  Khusus di jaringan Wing Dealer juga telah tersedia layanan purna jual dan fasilitas yang dihadirkan bagi konsumen PCX.”

Honda PCX dibekali dengan mesin canggih 150cc eSP (Enhance Smart Power)terintegrasi dengan ACG Starter yang mampu menghidupkan mesin lebih halus tanpa suara dan menjadi dasar pengaplikasian fitur canggih Idling Stop System (ISS). Teknologi eSP mampu memaksimalkan pembakaran secara efisien dan meminimasi gesekan untuk mengurangi resiko terbuang percuma, serta mengoptimalkan energi yang keluar. Fitur ISS ini mampu mematikan mesin saat berhenti lebih dari 3 detik dan pengendara hanya perlu menarik tuas gas untuk menghidupkannya lagi.

Model yang diaplikasikan secara global ini mengusung konsep desain mewah dan elegan kelas dunia.  Dilengkapi dengan ragam fitur unggulan tercanggih di kelasnya seperti penerapan sistem lighting LED di semua lampu, lampu Hazard yang pertama diterapkan di sepeda motor Indonesia. Honda PCX dilengkapi dengan Answer Back System yang terintegrasi dengan remote control alarm anti pencurian yang mampu mendeteksi getaran dan gerakan pada saat alarm diaktifkan serta mempermudah mencari posisi motor saat diparkir.

Untuk  menunjang kenyamanan, model ini telah dilengkapi DC socket untuk power charger yang disematkan di konsol box sisi depan dan sistem pengereman combi brake hidrolis dengan 3 caliper yang memberikan kestabilan saat pengereman. Tampilan panel meter mewah dilengkapi indikator digital dengan desain ergonomis yang mudah dibaca terintegrasi dengan jam digital dan informasi yang lengkap.

Dari sisi fitur fungsional, Honda PCX memiliki kapasitas tanki BBM terbesar di kelasnya yaitu 8 liter dan fitur praktis berupa tombol pembuka tangki dan jok yang terintegrasi dengan kunci kontak. Bagasinya berkapasitas 25 liter sehingga mampu menyimpan helm full-face. Model ini juga dilengkapi seat stopper yang menahan menahan posisi jok agar tidak tertutup saat sedang menyimpan atau mengeluarkan barang. Sensasi berkendara sempurna hadir dengan posisi berkendara yang memanjakan ditambah dengan suspensi ganda yang nyaman di bagian belakang.

Honda PCX diterima baik di masyarakat dengan telah dimiliki oleh 23.366 konsumen sejak diluncurkan pada Juni 2010 hingga Desember 2016. Warna baru Exclusive Poseidon Blue dipasarkan sama dengan warna lainnya Rp40.050.000,- OTR DKI Jakarta (On The Road DKI Jakarta). Honda PCX ditarget terjual 500 unit per bulan.

Jakarta, 24 Januari 2017

 

PT Astra Honda Motor

Corporate Communication

 

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi 021 651-8080, 3041-8080 ext. 181111811318114 atau e-mail kecorp.comm@astra-honda.com

 

Servis Brambang di 35.620 km


Hari ini kamis, 5 Januari 2017, saya servis rutin dan ganti olie si Brambang, PCX MERAH saya.

Servis kali ini saya sekalian ganti sekrup pegangan lengan ayun kanan yang kemarin rusak saat ganti ban di sebuah tempat ganti ban terkenal, saya ketahui setelah saya ganti ban di SiTepat Tamansiswa, oleh mekaniknya diberitahu bahwa sekrup tersebut rusak karena ngawur saat dulu pasang.

Monggo silahkab yang mau servis kotor honda kesayangannya, bisa datang ke Ahass Astra Motor Jombor, tempatya luas, nyaman, mekaniknya banyak, meskipun begitu lebih baik jam 7 pagi anda sudah antri agar tidak terlalu lama menunggu.

Lagi pula disini kita bisa melihat lihat hampir semua motor baru honda, dan juga big bike honda.

Ternyata sekrup ini beda dengan sekrup misal vario 150, jadi tetap harus indent, dan kemarin saya ditelp dan di sms bahwa sekrup tersebut sudah ready, dan akhirnya saya sekalian servis sekalian ganti sekrup tersebut.

Karena saya dapat antrian nomer 3, yang artinya bisa selesai sekitar jam 10:00 lebih, maka saya tinggal saja si Brambang, kebetulan sebelumnya saya sudah minta ijin mas Eko Bigbike, beliau yang menggawangi Big Wing Astra Jombor Jogja dalam penjualan Big Bike, untuk pinjam testride BIGBIKE HONDA CB500F, dan akhirnya saya bawa ke kantor, lalu saya kembalikan lagi jam 13:45 WIB.

Ternyata seharusnya Brambang sudah waktunya ganti Roller dan Vanbelt. Saat saya ambil jam 14, mekaniknya baru bilang, tadi katanya mau nelpon saya tapi takut mengganggu saya. Karena waktunya mepet saya harus balik kantor lagi, maka saya janjian untuk datang hari Sabtu tanggal 7 Januari 2017 saja.

Ganti oli motul di SiTepat Tamansiswa

Hari ini bersamaan dengan ganti ban belakang si Brambang, saya sekalian ganti oli mesin, seharusnya di 29.600 km sudah diganti, tapi karena belum sempat servis ke astra jombor yang biasanya saya servis sekaligus ganti oli, maka sampai di 31.000 km baru ini baru sempat ganti.

Brambang ganti ban belakang yang kedua

Ganti ban di 31.271 km

Pagi ini saya ganti ban belakang si Brambang, Honda PCX merah saya, ini adalah ganti ban kedua kalinya, di 31.271 km, ganti ban belakang yang pertama dulu pakai FDR. Sekarang saya coba pakai Michelin City Grip Pro, harganya Rp. 335.000,- biasanya ban belakang ini hanya bertahan 6 bulanan, karena saya rata rata tiap hari ngaspal 100 km.

Saya ganti ban di Si Tepat Tamansiswa, selatan sedikit pendopo Tamansiswa, ada di ruko timur jalan.

Ternyata tiap ganti ban di Si Tepat, ada garansi 3 bulan, misal ban melembung atau oleng, syaratnya tiap bulan kudu datang untuk diperiksa kondisi bannya.

Alhamdulillah ternyata tadi saya juga dapat kaos dari michelin city grip pro.

Ban michelin ini lebih nyaman dan yakin untuk miring miring menaklukkan medan jalan nail turun gunung yang tiap hari saya lewati. Juga saya rasakan lebih soft saat menerjang jalan yang jelek.

Pilihan ban banyak dan beragam

Daftar harga ban michelin

Ternyata yg pasang dahulu, ini mlengse, drat jadi rusak.

Terlihat ulir di pucuknya rusak

City grip pro

Ternyata made in thailand

Ukuran 110/80 ring 14

Batikannya

Selesai dipasang pakai alat hidrolis, di cek ada yg bocor atau tidak

Pasang

Kartu garansi

Hadiah kaos

Brambang mencapai 30.000 KM

​Belum lama bersama Brambang, PCX MERAH saya, yang bahkan di Jogja hanya ada dua (setahu saya), baru 14 bulan sejak Agustus 2015 datang di rumah.

Hari ini Brambang sudah mencapai 30.000 KM, ini bukan jauh-jauhan turing, tetapi karena seberapa lama seringnya saya bersama Brambang. 

Selama 30.000 KM ini, sudah ganti ban depan belakang, ini juga sudah halus minta ganti lagi. 

Sudah ganti kampas depan dua kali, Ganti filter udara sekali, Ganti busi Sekali. 

Ini tadi pas saya pulang kerja pas mau mencapai 30.000 KM, kondisi hujan, sehingga basah basahan pas motret. Lokasi 30.000 KM pas di Lapangan Petir Piyungan Bantul.

PCX ada voucher 4juta, apakah tanda tanda PCX lokal akan hadir?

Instagram WELOVEHONDA_ID memposting gambar seperti dibawah ini.

Setahu saya, Honda PCX 150 LED, harganya sekitar Rp. 40.700.000.

Apakah honda gerah dengan laris manisnya sekuter gambot pabrik sebelah? Kalau pendapat saya adalah tidak, secara PCX memang CBU, dibuat di Thailand untuk yang tahun tahun awal, dan untuk yang akhir-akhir ini adalah buatan VIETNAM, termasuk BRAMBANG, PCX MERAH saya. Dan sampai sekarang setahu saya, untuk PCX150 memang masih indent jika ingin membeli. Sudah ada pangsa pasar tersendiri untuk PCX150, dan itu kecil bergesekan dengan pembeli matik gambot pabrik sebelah.

Jadi kalau analisa saya, kemungkinan besar AHM akan mengeluarkan matic gambot lokal yang setara PCX150, tapi bentuk dan namanya bukan PCX. Dulu saat CBR150 LOKAL mau diproduksi oleh AHM, juga ada diskon besar bagi yang mau membeli CBR 150 Thailand. Nah, mirip kan kondisinya.

Tapi bagi anda pecinta kenyamanan, anda tidak akan rugi membeli PCX, apalagi dengan mendapat voucher 4 juta, seperti gambar dibawah ini.

Sebenarnya saya juga belum paham benar ini diskonnya seperti apa. Jadi silahkan datang ke dealer terbesar di kota anda, kalau di jogja bisa datang ke Astra Jombor.

Update :

Jadi saat membeli PCX 150 LED harganya tetap, tapi nanti akan mendapat voucher untuk pembelian aksesoris / modifikasi senilai IDR 4.000.000

Untuk bengkel atau toko aksesorisnya yang ditunjuk, tergantung dengan Dealer tempat pembelian.

Setahun bersama Brambang

Tidak terasa ternyata saya sudah setahun kesana kemari bersama Brambang, PCX merah saya. Sudah spesies langka, warnanya langka pula. 

Sungguh pertimbangan saya beli PCX yang utama adalah memang untuk harian ngantor yang jauhnya sekali jalan adalah 40 km, sehingga PP adalah 100 KM, belum lagi kalau pagi mengantar anak 2 kali, sehingga nambah 30 km, dan total bisa 130 km perhari. Untungnya konsumsi bensin BRAMBANG ini irit, beli pertamax Rp. 50.000 sudah full dan minimal bisa saya pakai 300 KM, jadi saya belinya pertamax lagi, mayoritas setelah lebih dari 300 KM, kadang 340 KM, baru saya isi Rp. 50.000 PERTAMAX.

Saat ini setelah setahun saya pakai, Brambang telah menempuh 24.736 KM, dengan rata rata pertamax seliter bisa menempuh 50 KM.

24.736 KM sudah ditempuh

Sesuai namanya, PERSONAL COMFORT XALOON, maka PCX ini memang nyaman dikendarai, meskipun bentuknya kelihatan bongsor, tapi sebenarnya tidak berat. Dengan badan kondisi drop 50%, masih berani naik PCX, dan kadang badan malah jadi enakkan, kalau pakai pulsar saya pasti tambah drop tenaga saya.

Satu lagi bahwa saya tidak perlu pakai tas atau top box, karena bagasi Brambang ini luas, yakin deh naik motor tidak nggendong tas punggung itu lebih enak.

Holder HP bisa sampai ukuran 5,5 inch.

Brambang ini setandar habis, hanya saya tambahi tempat menaruh HP ANDROID hasil buatan saya sendiri dengan modifikasi dari tongsis, berguna untuk menaruh HP ANDROID saat saya tracking alamat yang belum saya ketahu dengan aplikasi google maps. Enaknya Brambang ini sudah ada colokam charger lighter, sehingga tidak kuatir HP android lehabisan baterai di jalan saat dipakai tracking lokasi terus menerus. 

Lalu perubahan lainnya hanya ganti ban belakang dan depan lebih lebar dikit.

Brambang lebih ke penggunaan harian, bukan untuk dibanggakan berlebihan. Jadi nemu foto seperti ini ya biasa saja

Brambang ini telah sekali ganti kampas rem depan, harusnya perhitungannya bulan ini tentu ganti kampas rem depan lagi karena sudah 6 bulan sejak ganti pertama. Untuk kampas belalang belum pernah ganti. 

Ban belakang saya ganti, lalu saya ganti lagi dan yang belakang gantian pertama saya taruh untuk ganti ban depan. 

Plat nomer dan BPKB baru jadi beberapa hari ini, dan baru tadi sore plat asli nomer polisi baru saya pasang.

Plat asli baru saja jadi dan baru saja saya pasang sore tadi

Meskipun Brambang ini saya terima 6 Agustus 2015, tapi pajaknya pada September. 

Akhirnya PCX merah datang juga

Memang banyak yang bilang Brambang ini mahal, tapi sebagai orang jowo, saya ngugemi falsafah ONO REGO ONO RUPO. Beruntung juga selisih harga 15 jutanan antara matic comfort si Brambang ini dibanding matic gambot sebelah, membuat populasi PCX tetap sedikit dan tidak pasaran. 

Anehnya saya paling jauh bawa Brambang ini baru ke Purworejo saja. Kayaknya bulan desember 2016 mau pesiar ke Jatim bersama sedulur koboys. 

Ganti lagi ban belakang si brambang

image

Sebenarnya pada 1 Maret 2016 kemarin, pas di 14.558 KM, ban belakang sudah ganti dengan ban baru merk michelin, tapi karena ukurannya 100/80 padahal aslinya 100/90 maka setelah saya pakai selama hampir 4 bulan, dengan pencapaian 22.350 KM, maka saya putuskan, ban michelin saya pindah ke depan, dan ban belakang saya ganti baru dengan merek FDR ukuran 110/80 sport XR atau sport touring, cocok kayaknya untuk harian jarak jauh.

Sementara itu ban depan bekas si Brambang akan saya pasang ke honda beat yang dipakai istri saya yang sudah lima tahun lebih belum ganti ban depan.

Harga ban FDR dengan pasangnya tadi Rp. 293.000,- dikerjakan hanya dalam waktu 20 menitan. Saya beli di Palbet Ban barat bangjo pertigaan Jujur jalan wates.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Servis brambang di 19.000 KM

Sebenarnya servis di 18.400, tapi karena tidak sempat, jadi mblandang di 19.000

Seperti biasa servis, ganti oli, ada keluhan tuas rem depan agak seret.

Saya dapat urutan nomer 17, yang artinya kloter kedua.

Sengaja pagi sudah saya cuci bersih, sehingga saya minta untuk tidak dicuci setelah servis, biar tidak nunggu lama.

Jam 09:15 selesai.

image

image

image

image

Brambang ganti ban pertama yang belakang di 14.558 KM

image

Tidak terasa sudah 8 bulan kurang 5 hari, Brambang PCX LED warna merah, saya pakai, KM menunjukkan 14.558

Setelah kemarin ganti kampas rem depan Rp. 248.000, sekarang ban belakang giliran saya ganti. Saya sore ini selepas kerja, menyambangi PLANET BAN di barat Bangjo pertigaan JUJUR. Kisaran jam 17:50 WIB saya sampai si PLANET BAN.

Setelah pilah pilih, maka saya jatuh hati ke michelin PILOT STREET 100/80, padahal ukuran ban aslinya 100/90, selisih sedikit tidak mengapa. Ban ini saya tebus Rp. 375.000 sudah sekaligus dengan ongkos pasang.

Sekalian saya amati cara melepas ban belakang PCX. Pertama copot knalpot, lalu copot slebor kecil di dalam yang dekat ke mesin, lalu copot lengan ayun kanan. Lalu ban bisa dicopot.

Planet Ban ini menggunakan alat alat yang baik, untuk melepas sekrup memakai mesin, untuk mencopot dan memasang ban pakai alat hidrolik, sehingga velg aman dari goresan.

Lalu angin pakai nitrogen, kelebihan dibanding oksigen adalah, ban lebih dingin dan tidak berair.

Ban bagi saya amatlah penting, karena tempat kerja saya ada di gunung, tiap hari saya naik turun tanjakan Piyungan – Patuk GunungKidul, sehingga ban yang bagus saya perlukan untuk cornering dengan aman dan menjaga semoga lebih aman dari paku dari pada jika ban sudah rata halus.

Tiap hari saya rata-rata  memakai Brambang sejauh sekitar 100 km.

Pakai Brambang itu uenak, dipakai pelan enak, dipakai cepat juga enak. Gak enaknya cuma satu, kebanyakan orang mengira dan bertanya ini motor Y ya? Oh bukan, ini motor HONDA PCX jawab saya. Biasanya mereka sambung tanya harga, dan saya cukup kasih 4 jari tangan kanan saya.

Jadi dengan pemakaian seperti saat ini, tiap 8 bulan sekali saya harus ganti kampas rem depan dan ban belakang.

Sebagai tambahan info, konsumsi bbm Brambang adalah 50 km/liter pertamax.

image

image

image

image

image

image

image

image

Ban yang mau diganti

image

Lengan ayun kanan

image

image

%d bloggers like this: