si bontot yang bertenaga, kompasTV pakai pemancar RS 30KW???

Sebenarnya kompasTV ada di jogja karena membeli kanal milik RBTV, dan karena besok mau ganti pemancar baru, maka saya bisa sebut bahwa kompasTV ini memang bontot di kawasan jogja-solo.

Dari kabar berita yang sampai ke saya, bahwa kompasTV bakal mengudara dengan pemancar berkekuatan 30KW merek RS (ROHDE & SCHWARZ) dari Jerman, ini pemancar yang sama dengan yang dipakai oleh trans7  yang dulunya adalah tv7, sedangkan tv7 dulu sebenarnya adalah milik kompas gramedia yang akhirnya diakuisisi oleh transcorp sampai saat ini.

Perlu diketahui bahwa hampir semua pemancar TV nasional yang ada di komplek desa pemancar Ngoro-oro, Patuk, Gunungkidul, powernya adalah 20KW memakai pemancar transistor, hanya indosiar yang 30KW pakai pemancar tabung, tapi kalau saya lihat, yang gambarnya bagus saat ini adalah TPI dan RCTI, secara pemancar masih baru. Kalau indosiar pemancarnya sudah berumur puluhan tahun.

Saya yakin besok kompasTV bakal menjadi yang terjernih kualitas videonya, dengan catatan antenanya yang ke jogja dan solo seimbang, tapi kalau di combine dengan antena trans7, kemungkinan untuk wilayah jogja akan kurang maksimal, karena antena trans7 lebih banyak yang diarahkan ke solo.

Oke kita tunggu lagi perkembangan kompasTV di jogja.

Sepertinya RBTV jadi diambil KOMPASTV

Ini adalah kabar terakhir yang saya dapat dan saya lihat sendiri, bahwa RBTV jadi diambil oleh KOMPASTV, “diambil” apanya? tentu saja diambil alih FREKUENSI UHF TERESTERIAL ANALOG-nya untuk nantinya siaran KOMPASTV dengan pemancar baru yang lebih bertenaga ketimbang pemancar RBTV yang lama.

Saya sendiri telah melihat persiapan untuk pemancar kompasTV, tapi tampaknya belum saatnya saya sebut dimana letak pemancar kompasTV kelak. Yang pasti nebeng di pemancar yang sudah ada. Seperti ADTV yang nebeng di tower dan gedung tvOne. Mirip itulah.

TV teresterial analog mungkin hanya akan berumur sampai 2018, saat TV digital teresterial kudu mengudara menggantikan yang analog yang kudu mati. Jadi  sebenarnya masih cukup layak selama 6 tahun frekuensi ini dipakai kompastv, entah nanti saat digital pembagian frekuensinya bagaimana.

Tapi kok belum ada undangan dari KPID DIY soal kompastv ya???? kita tunggu saja.

Nusantara TV, satu lagi tv yang mau on air di area jogja solo, lalu pakai kanal berapa?

Saya mendapat berita dari satpam kantor saya, bahwa di lokasi pemancar MetroTv di Ngoro-Oro, Patuk GunungKidul, sedang dibangun gedung untuk pemancar baru yang tentu saja mau bergabung tower dengan metrotv, dan tv tersebut katanya adalah NusantaraTV.

Sungguh aneh bagi saya setelah dulu kasus TuguTV, MalioboroTV, TA TV yang tidak mendapatkan kanal Jogja Solo, dan akhirnya seperti TA TV yang harus out juga dari Ngoro-Oro dikarenakan kanal 50 yang dipakainya adalah kanal milik Magelang. Sedangkan  Nusantara TV entah kok berani investasi membuat gedung segala di metrotv, besok mau pakai kanal berapa, karena kanal 22-48 UHF, jatah 14 kanal di Jogja Solo sudah habis.

Dan berita terbaru saya mendapat SMS dari nomor yang tidak saya kenal, bahwa malioboroTV juga sudah on-air tanggal 9 April 2011 memakai kanal 52, dan tentu saja ini masih kanal milik Magelang, saya dirumah belum cek apakah tv dirumah saya bisa menangkap MalioboroTV, kalau bisa mungkin pemancarnya ditaruh di wilayah Magelang, karena jelas di Ngoro-Oro saya tidak ada info sedikitpun tentang malioboroTV.

Satu lagi kabar yang saya dengar bahwa RBTV akan bergabung di MNC tower di Ngoro-Oro, MNC tower sendiri sudah dipakai bertiga dengan MNCTV (dulu TPI), RCTI, dan GlobalTV, dulu pernah ada SUNTV yang bergabung juga di MNC tower, tapi lagi-lagi tidak punya kanal frekuensi Jogja-Solo sehingga belum on air juga. RBTV sendiri memang sudah mendapat kanal, kemarin baru saja pindah dari tower di radio RecoBuntung dekat malioboro ke Tower bekar radio amikom, dan kualitasnya yang pas-pasan membuat RBTV percuma saja  meskipun sudah pindah ke Ngoro-Oro. Jika nanti benar bergabung ke MNC tower dengan pemancar 20KW, tentu saja RBTV bakal bagus kualitas siarannya.

Kita tunggu saja.

 

Update 19 oktober 2011

Nusantara TV sepertinya ganti nama jadi B Channel Television 

Sedangkan RBTV sepertinya dibeli oleh KOMPASTV

 

 

 

RBTV ternyata sudah memindahkan pemancarnya di Patuk GunungKidul

Tidak sengaja jam 20:00 an tadi saya iseng pindah-pindah channel tv di HP TV HT71 saya, lho kok ada RBTV, padahal saya posisi lagi di pemancar juga, berarti hanya ada satu kesimpulan, bahwa pemancar RBTV sudah pindah dan on-air dari Patuk Gunungkidul. Letak pemancarnya ada di Dusun Soka, Ngoro-Oro, Patuk, Gunungkidul. Persis di selatan tower TransTV. Tower TransTV ini letaknya paling barat dari deretan tower TV di komplek pemancar TV desa Ngoro-Oro.

8 pucuk tower di Ngoro-Oro

8 pucuk tower di Ngoro-Oro

Untuk diketahui bahwa sebelumnya dari awal RBTV pemancarnya berada di Jalan Jagalan Jogja, satu gedung dengan Radio Recobuntung. Pemancarnya memakai kanal frekuensi 40, sedangkan jatah frekuensi TV di Jogja ada 14 kanal, dengan angka genab, yaitu mulai 22, 24, 26, …… 48. Saya sendiri belum tahu merek pemancar dan kekuatan daya pancarnya, tetapi kalau dilihat dari HP TV saya, rasanya pemancarnya maksimal hanya 5 KW.

NO KANAL VISION SOUND STASIUN TV
1 22 479.25 485.25 TVRI
2 24 495.25 501.25 TRANSTV
3 26 511.25 517.25 TPI
4 28 527.25 533.25 INDOSIAR
5 30 543.25 549.25 ANTV
6 32 559.25 565.25 RCTI
7 34 575.25 581.25 SCTV
8 36 591.25 597.25 GLOBALTV
9 38 607.25 613.25 TVONE
10 40 623.25 629.25 RBTV
11 42 639.25 645.25 METROTV
12 44 655.25 661.25 ADiTV
13 46 671.25 677.25 TRANS7
14 48 687.25 693.25 JOGJATV

Saya juga belum melihat langsung bentuk tower pemancar RBTV di Patuk Gunungkidul ini, tetapi menurut sumber yang dapat saya percaya yang rumahnya dekat pemancar TransTV, dulunya pemancar yang sekarang dipakai oleh RBTV ini adalah pemancar radio AMIKOM, tetapi lantas tidak dipakai, mungkin kena penertiban frekuensi radio, jadi misal jatah frekuensi radio untuk gunungkidul, maka letak pemancarnya harus di gunungkidul, bisa jadi dulu jatah frekuensi radio ijinnya di sleman, tapi pemancarnya ada di gunungkidul, sehingga harus dipindah ke sleman. Jadi tower pemancarnya berbentuk hampir mirip seperti tower ADiTV yang tumbang kemarin. Wah menurut saya ya kurang safe juga nih tower RBTV, padahal disekitarnya juga banyak rumah.

Seharusnya TV lokal minimal towernya seperti JogjaTV (lihat foto diatas paling kanan adalah JogjaTV), yang seperti BTS dengan ketinggian 70an meter, tetapi jika tidak mampu membuat tower seperti itu, ada baiknya opsi bergabung dengan pemnacar tv jakarta yang standard dan kokoh, akan lebih masuk akal. Lagi pula besok bisa dilanjut saat aturan tv digital dijalankan.

Saya berharap untuk RBTV ini rajin maintenance towernya, jangan lupa cek kabel-kabel penarik towernya jangan sampai kendor disalah satu sisinya.

Selebihnya selamat untuk RBTV yang sudah pindah pemancar, dengan demikian pemirsa sekarang tidak bingung lagi, cukup satu arah antena ke arah Bukit Patuk Gunungkidul. Lagi pula penyiar RBTV, Fuad Apasusah adalah sahabat saya 🙂 geer pokokke, po piye aku manut.

Fuad Apasusah

 

%d bloggers like this: