Pihak SMP sebaiknya menyediakan tempat HELM

image

Helm hanya digeletakkan dilantai di dekat pos satpam.

Kedua anak saya kebetulan sudah SMP dan keduanya di SMP yang sama yaitu SMP GODEAN 3. Jarak Rumah ke SMP adalah 7 KM, sehingga tiap pagi saya mengantarnya barengan pakai motuba saya si Azul.

Untuk pulang dijemput pakdhenya tiap siang pakai motor. Saya sudah membiasakan anak saya untuk selalu pakai helm saat membonceng motor, sehingga saat berangkat pagi saya minta helm dibawa sehingga siang saat dijemput pakai motor bisa tertib memakai helm. Helm dipakai bukan karena takut ditilang polisi, tapi demi usaha untuk lebih menjaga keselamatan diri sendiri.

image

Tiga motor dengan pembonceng anak sekolah yang tidak pakai helm, diambil hari ini

image

Anak SMP kelas 1 bawa motor

Tetapi sayang sekali bahwa memang tidak ada tempat helm khusus di SMP tempat anak saya sekolah, dan kemungkinan besar juga di SMP SMP yang lain juga sama kondisinya.

image

Orang tuanya kenapa tega memberikan motor ke anaknya

Dimulai dari tulisan ini saya ingin memberikan awal penyadaran bagi berbagai pihak yang terkait dalam masalah ini.

Pertama adalah kesadaran orangtua untuk menanamkan nilai nilai ketertiban dalam membonceng sepeda motor harus pakai helm.  Kalau kasusnya seperti saya bahwa pagi diantar mobil dan siang dijemput motor, maka anak harus membawa helm dan ditaruh di SEKOLAH sehingga pulang dijemput motor, tetap pakai helm. Kalau yang antar jemput pakai motor tentu yang antar jemput harus mau terus membawakan helm.

image

Anak saya bawa helm putih

Kedua adalah pihak sekolah, bahwa sebaiknya pihak sekolah juga menyadari arti penting tertib lalulintas demi keselamatan anak didiknya. Akan lebih baik jika disedikan rak khusus untuk menaruh helm. Mungkin dengan perbandingan kapasitas seperempat dari jumlah murid. Misal murid ada 4 kelas, maka harus ada kapasitas sebesar 30-40 untuk menaruh helm dengan baik dan aman. Tidak hanya digeletakkan begitu saja dekat pos satpam seperti di SMP anak saya seperti foto diatas.

Ketiga adalah pihak kepolisian yang bisa masuk kampanye tertib lalu lintas ke sekolah sekolah SMP, jika dirasa SDM kurang maka pihak kepolisian bisa menggandeng berbagai pihak, misal teman teman klub motor yang concern kepada safety riding, teman teman blogger otomotif yang juga concern pada safety riding, di jogja ada komunitas blogger koboys yang siap diajak serta dalam kampanye ini jika memang dibutuhkan. Ada pula pihak pabrikan motor, saya lihat ASTRA MOTOR JOMBOR sangat concern pada safety riding dan bahkan punya tempat khusus untuk latihan safety riding di sebelah barat Galeria Mall depan RS BETHESDA, sehingga siswa SMP bisa dilatih untuk safety riding, dengan begitu saat mereka punya SIM, sudah mengerti aturan naik motor dengan aman.

http://hadiyantablog.com/2015/05/08/pembukaan-dan-peresmian-safety-riding-centre-pertama-astra-motor-di-yogyakarta/

http://hadiyantablog.com/2015/05/09/melihat-tempat-safety-riding-astra-motor/

 

image

image

image

image

image

Mari kita bersama wujudkan hal ini.

Satu lagi bahwa anak SMP tidak boleh naik motor sendiri ke sekolah, untuk itulah yang rumahnya jauh biasanya diantar pakai motor atau mobil jika tidak naik sepeda sendiri. Tapi ada juga anak-anak SMP yang naik motor ke sekolah, biasanya mereka menitipkan motor di sekitar sekolah, bisa dicek disekitar sekolah SMP mesti ada penitipan sepeda motor. Harusnya pihak orang tua sadar diri bahwa sangat bahaya memberikan sepeda motor pada anak dibawah 17 tahun yang belum punya SIM, dan biasanya mereka juga naik motor masih dengan emosi tinggi dan ngawur, bahkan kebanyakan tanpa helm. Pihak sekolah SMP seharusnya juga tegas dengan merazia anak yang ke sekolah pakai sepeda motor yang dititipkan disekitar sekolah.

Semoga berguna. Amin.

image

Suasana kelas anak lanang

%d bloggers like this: