Qurban 1436 H (2015) di Masjid Al Muttaqien

image

Qurban 1436 H – atau tahun 2015 di jamaah masjid kami adalah 6 ekor sapi dan 1 kambing.

Shohibul qurban membayar Rp. 2.500.000 untuk sapi 7 orang. Dengan harga emas saat ini kisaran 400.000/gram dan kurs 1 USD = Rp. 14.400

Total ada 42 orang yang qurban. Tapi ada yang qurban dua tahun sekali dengan cara gantian dengan partner tetapnya.

Entah ini disebut kemajuan atau kemunduran karena mushola baru di lingkungam jamaah masjid kami ternyata mengadakan penyembelihan qurban sendiri di mushola tersebut, dan ini baru pertama kalinya terjadi.

Qurban di jamaah masjid kami dari tahun ketahun yang saya lihat adalah benar-benar bisa mempersatukan seluruh jamaah, karena pada hari tersebut pas libur dan semua bisa berkumpul, baik yang berqurban atau yang belum berqurban. Semua gotong royong mengerjakan penyembelihan hewan qurban, mulai dari mempersiapkan hewan yang akan disembelih, lantas menguliti, mencuci jerohan, mengiris iris dagingnya, usus, membagi tulang, semuanya dikerjakan secara bersama sama.

Ibu-ibu tidak mau ketinggalan dengan memasak daging qurban untuk santap makan siang. Sedangkan nasi sudah membawa nasi yang masak dari rumah.

Sungguh suasana yang indah dan bisa mencuci jiwa yang lelah setelah setahun bergulat dengan rutinitas kerja.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Installasi PIPA PDAM lewat dusunku

image

Jalan aspal hotmix mulus yang berada di selatan masjid dusunku ini sekarang harus digali sedalam 2 meteran dan selebar 80 cm untuk menanam pipa PDAM yang berawal di Bantar KaliProgro dan berakhir di daerah timur Kemusuk.

Pipa ini diameter luarnya 60 cm, terbuat dari semacam plastik. Sehingga akan awet untuk jangka puluhan tahun kedepan.

Installasi pengolahan air dari KALIPROGO berada di utara kembatan Bantar dan dialirkan melalui pipa besar ini sampai ke Kemusuk, lalu nanti dialirkan dengan pipa kecil kecil distribusi ke sleman, jogja dan bantul.

Efek dari pembangunan pipa ini adalah penutupan ruas jalan di selatan masjidku, dari timur harus belok ke kanan (utara) dan melewati jalan cor semen swadaya RT 004 dusun kami. Kami jadi panen debu dan ada kemungkinan jalan cor semen akan rusak jika dilewati truk berat bermuatan.

Agak aneh proyek ini tidak dikerjakan berurutan, harusnya lebih dulu jalan gereja Gubug kebarat sampai Moyudan yang dikerjakan. Tapi ini malah melompat ke dusun saya. Melompatnya sekitar 3 km.

Apakah nanti jalan aspal dusun kami bakal mulus lagi? Saya kok tidak yakin.

Apakah jalan cor semen swadaya RT 004 dusun kami akan dapat kompensasi? Saya juga tidak yakin.

Menurut kabar, proyek ini sudah sosialisasi pada warga yang dilewati pipa, tapi mereka lupa untuk sosialisasi kepada kam warga yang terdampak pengaliham lalu lintas karena penutupan ruas jalan.

Saya kemarin sudah usul ke saat rapat RT untuk diportal dikasih bambu agar truk tidak bisa lewat, tapi mobil keluarga dan sepeda motor masih bisa lewat. Tapi sepertinya tidak pada respon. Semoga saja jalancor semen dusun kami tidak rusak karenanya.

Pembangunan positif dan berguna bagi orang banyak jelas kami dukung, tetapi hendaknya yang mengerjakan proyek ini juga mengerti keluhan warga.

Semoga indonesia raya makin jaya.

image

image

image

image

image

image

image

image
image

image

image

Budaya UJUNG – silaturahmi di dusunku

image

Budaya silaturahmi dari rumah ke rumah masih lestari di dusun kami, terutama oleh remaja masjid. Sengaja ini dilakukan di hari kedua. Karena di hari pertama biasanya untuk acara keluarga.

Dulu duapuluh tahun yang lalu sayapun begini, berjalan dari rumah ke rumah untuk UJUNG. Minimal 15 menitan kami bersilaturahmi di tiap rumah.

Kekompakan para remaja ini adalah nilai plus tersendiri. Juga budaya sowan menghormati dan minta maaf pada para orang tua adalah budaya yang patut dilestarikan.

Ditengah badai teknologi dan budaya yang kadang merusak generasi muda, budaya UJUNG yang bagi sebagian anak muda dianggap kolot, tapi generasi muda kami dengan penuh kebanggaan dan kesadaran masih melestarikannya.

image

image

image

image

image

image

image

image

Hasil PILPRES TPS 14 TIWIR SUMBERSARI MOYUDAN

image

image

image

image

image

image

Hasil coblosan DPRD SLEMAN di TPS saya

image

image

Dan pemenangnya adalah PDIP

Hasil coblosan DPRD DIY di TPS saya

image

image

Inilah hasil coblosan DPRD TINGKAT PROPINSI DIY di TPS saya.

Juaranya adalah MUHAMMMAD ZAYID, Caleg PPP, ini adalah sahabat dan tetangga dekat saya 😀

Hasil coblosan DPR RI di TPS saya

image

Monggo di lihat langsung saja rekapannya. Ini di TPS tempat saya nyoblos.

Hasil coblosan DPD di TPS saya

image

Inilah rekap hasil coblosan DPD di TPS saya.

Pemenangnya adalah GKR HEMAS.

Gotong royong masih berjalan di dusunku

image

image

image

Ini adalah gotong royong warga RT saya untuk membuat saluran air di tengah dusun agar air hujan lancar terbuang ke selokan  sehingga tidak menimbulkan banjir.
image

image

image

image

image

Qurban 7 sapi dan 6 kambing di jamaah masjid dusunku

image

 

Alhamdulillah memasuki iedul qurban kali ini saya bisa ikut berqurban, Iuran kurban tahun ini adalah Rp. 1.900.000, untuk kurban 1 ekor sapi dengan patungan 7 orang. Perhitungannya masih dibawah 1 dinar, karena satu dinar saat ini sama dengan Rp. 2,122,782.

Qurban kali ini untuk penyembelihan dan pembagian dilakukan di depan halaman rumah pak Kesra Sumbersari, dan dua rumah di baratnya. Sayang sekali ada yang kurang sreg bagi saya, yaitu saat menguliti sapi, ternyata di halaman tanah berdebu, sehingga debu banyak beterbangan dan saya yakin mengenai daging, kulit sapi juga kotor karena bersentuhan langsung dengan tanah. Mungkin ini untuk evaluasi, untuk qurban yang akan datang kalau masih di tempat yang sama, harus diberi alas, misal satu sapi dibelikan satu alas GEDHEK (anyaman bambu), lalu diatasnya masih diberi deklit/terpal, sehingga kebersihan lebih terjaga.

Qurban kali ini yang berpartisipasi ada 54 orang, dan bisa mendapatkan 7 ekor sapi dan 6 ekor kambing, satu ekor kambing disumbangkan ke jamaah lain. Biasanya ada yang arisan qurban separo dilakukan dua orang berpasangan bergantian, jadi tetap saja qurbannya adalah dua tahun sekali. Tapi kalau saya ya pilih qurban sendiri kalau mampu. kalau mampunya setahun sekali ya syukur, kalau mampunya dua tahun sekali ya syukur.

Proses penyembelihan dilakukan mulai jam 8 pagi, dan selesai sampai dibagi bagi ke warga yang berhak kisaran jam 14.

Seperti biasa qurban di jamaah masjid tempat saya ini, smeua warga datang untuk sama sama memotong dan membagi hewan qurban. Ada yang tugasnya memotong, ada yang menguliti, ada yang mengiris jadi daging kecil kecil, ada yang membelah dan memotong tulang, dan tidak lupa ada yang mencatat satu persatu daging menurut sapi masing masing, tidak dicampur. Semua jamaah guyup rukun, dan inilah ibadah yang saya lihat membuat kerukunan dan kebersamaan warga jamaah benar-benar terlaksana. Semoga bisa diaplikasikan ke ibadah yang lainnya. Sehingga masjid kami menjadi lebih subur makmur.

 

image

image

image

image

image

image

image

 

%d bloggers like this: