si bontot yang bertenaga, kompasTV pakai pemancar RS 30KW???

Sebenarnya kompasTV ada di jogja karena membeli kanal milik RBTV, dan karena besok mau ganti pemancar baru, maka saya bisa sebut bahwa kompasTV ini memang bontot di kawasan jogja-solo.

Dari kabar berita yang sampai ke saya, bahwa kompasTV bakal mengudara dengan pemancar berkekuatan 30KW merek RS (ROHDE & SCHWARZ) dari Jerman, ini pemancar yang sama dengan yang dipakai oleh trans7  yang dulunya adalah tv7, sedangkan tv7 dulu sebenarnya adalah milik kompas gramedia yang akhirnya diakuisisi oleh transcorp sampai saat ini.

Perlu diketahui bahwa hampir semua pemancar TV nasional yang ada di komplek desa pemancar Ngoro-oro, Patuk, Gunungkidul, powernya adalah 20KW memakai pemancar transistor, hanya indosiar yang 30KW pakai pemancar tabung, tapi kalau saya lihat, yang gambarnya bagus saat ini adalah TPI dan RCTI, secara pemancar masih baru. Kalau indosiar pemancarnya sudah berumur puluhan tahun.

Saya yakin besok kompasTV bakal menjadi yang terjernih kualitas videonya, dengan catatan antenanya yang ke jogja dan solo seimbang, tapi kalau di combine dengan antena trans7, kemungkinan untuk wilayah jogja akan kurang maksimal, karena antena trans7 lebih banyak yang diarahkan ke solo.

Oke kita tunggu lagi perkembangan kompasTV di jogja.

tv nasional jakarta tirulah langkah nexmedia

Ada yang komentar di postingan saya tentang pay tv DVB-T berjudul http://hadiyantablog.com/2011/11/15/edp-macvision-borobudur-tv-di-kpid-diy/ sebagai berikut

oke deh saya langsung buka website yang dirujuk http://www.nexmedia.co.id/ dan ternyata memang sudah ada dan  saat ini jangkauan Nexmedia dapat dinikmati diwilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (JABODETABEK). Segera akan siap melayani kota-kota lainnya di Indonesia.

Keunggulan dari nextmedia ini adalah sebagai berikut (copas dari site nya)

1. Hiburan Praktis, Harga Terjangkau. Menyajikan tayangan channel-channel unggulan dengan harga terjangkau  mulai dari Rp. 51.000,-

2. Gambar Jernih. Nexmedia menggunakan teknologi MPEG 4 semakin menjamin kenyamanan dalam menikmati tayangan yang menghasilkan kualitas tayangan terbaik, gambar jernih.

3. Tanpa Parabola. Nexmedia merupakan pelopor televisi berlangganan praktis, tanpa menggunakan parabola, cukup menggunakan antenna TV biasa.

4. Dapat Dibawa Kemana Saja. Nexmedia dapat dipindah-pindah dari ruangan ke ruangan atau dari rumah ke rumah lain, praktis dan fleksibel.

5. Mudah dipasang Sendiri. Bawa pulang Nexmedia dan pasang sendiri, atau daftar sekarang kami akan mengirimkan langsung ke rumah Anda.

Nexmedia ini on air dengan teknologi DVB-T dan saya masih yakin untuk satu kanal maksimal hanya bisa 8 saluran. Jadi kalau misal nexmedia menjanjikan 32 saluran berbeda (siaran berbeda) maka nexmedia harus punya 4 kanal frekuensi. Karena tiap kanal frekuensi maksimal bisa 8 siaran berbeda, maka 4 X 8 = 32 saluran berbeda dalam waktu bersamaan.

Oke kita kembali ke judul, bahwa tv jakarta sebaiknya meniru langkah nexmedia ini. Perlu diketahui bahwa sekarang ini sudah semacam terbentuk grup-grup TV sebagai berikut

1. Grup Emtek = SCTV, Indosiar, O’Channel, nexmedia

2. MNC = RCTI, MNCTV, GLOBALTV+NusantaraTV

3. VIVA = ANTV+tvOne

4. TransCorp = Transtv+Trans7

Itulah empat grup besar yang saya ketahui, masih ada MetroTV yang entah ikut grup mana, atau mungkin bikin grup sendiri.

Jadi langkah paling mudah bagi ketiga grup (kecuali emtek) adalah meniru langkah grup emtek, yaitu bikin paytv baru persis nexmedia dengan teknologi DVB-T.

Jadi misal satu grup dapat satu kanal frekuensi tv digital DVB-T, maka misal grup VIVA nanti membuat tv baru berbayar, sehingga tvOne dan ANTV tinggal ikut saja di pemancar digital milik tv baru. Tentang tempat dan towernya tidak perlu baru, cukup memakai tanah atau gedung kosong di lokasi pemancar tvOne atau ANTV lalu tempatkan pemancar DVB-T. Selesai.

Jadi masyarakat bisa lebih cepat mempunyai pilihan untuk teknologi DVB-T. Untuk langganan mungkin bisa ditekan serendah mungkin, karena nanti tetap saja tv jakarta memasang iklan seperti biasa.

Kendala utama migrasi dari analog teresterial ke DVB-T adalah penyediaan SET TOP BOX, mungkin saja dengan adanya pay-tv DVB_T yang sepaket dengan  grup masing-masing, bisa jadi jalan tengah yang baik, jadi mulai 2012 sampai muangkin 2018 bisa siaran multicast yaitu teresterial analog dan teresterial digital (DVB-T) bisa siaran bareng, sehingga masyarakat yang ingin menonton TV dengan lebih baik bisa berlangganan pay-tv, atau nanti ada receiver unlock yang bisa untuk nonton semuya siaran tv biasanya kecuali yang berbayar. Nantinya saat 2018 siaran analog harus CUT OFF, saya yakin hampir semua orang sudah beralih ke penerima DVB-T. Mulai 2013 harus ada aturan tidak boleh jualan tv penerima yang analog.

Dengan teknologi DVB-T ini, masyarakat yang membeli atau langganan pay tv dvb-t tidak ribet, karena tinggal colokin ujung antena ke input set top box, lalu outputnya dari set top box nya masukkan ke TV yang dipunyai dirumah. Tidak perlu ganti antena, tidak perlu ganti TV.

Bandingkan dengan DVB-S (satelite) yang memerlukan antena parabola kecil, dan perlu teknisi khusus untuk memasangnya. Karena tidak perlu SDM teknisi pemasang seperti pada tv berbayar satelit dan tidak perlu antena parabola kecil, maka tv berbayar DVB-T lebih murah dalam investasi, karena hanya perlu set top box (receiver) yang di TV satelit juga perlu ini.

Tiap kanal frekuensi bisa sampai 6 atau 8 saluran berbeda, jadi nantinya tiap grup tentu saja bisa menggandeng tv lokal atau tv manapun.

Misal grup VIVA = 1. tvOne, 2. ANTV, 3. tv baru berbayar, 4. TV lokal jogja1, 5. TV lokal jogja2, 6. TV lainnya

Teknologi selalu menemukan jalannya sendiri untuk lebih murah dan lebih mudah dinikmati manusia.

HBD 2010 liputannya tayang di TRAN7 siang ini

Berikut kami informasikan bahwa acara HBD 2010 yang telah terselenggara beberapa hari lalu dapat disaksikan pada: Hari / Tanggal     : Minggu, 19 Desember 2010 Waktu                   : Diantara pukul 14:30 s.d 15:00 (Blocking Segment)

Durasi                   : 3 menit Media                   Program               : Highlights Otomotif

Siapa tahu saya nampang di acara ini, karena kemarin kayaknya terkena bidikan kamera.

%d bloggers like this: