Siaran Lokal TV bermanfaat bagi daerah dimana pemancar TV berada

image

Aturan siaran lokal adalah 10% dari jam siar, jadi jika stasiun televisi bersiaran 24 jam, maka harus ada siaran lokal 2,5 jam.

tvOne Yogyakarta mulai bulan April 2016 ini, mulai menyiarkan siaran lokal dengan dua materi, yaitu yang pertama adalah materi RELIGI, yang kedua adalah materi DOCUMENTARY.

Materi religi bentuknya tausiyah dari ustad dan ustadzah lokal jogja.

Sedangkan materi documentari adalah berupa wawancara tokoh dan juga tempat wisata dan kuliner di sekitar jogja solo.

Dengan adanya siaran lokal ini, maka potensi wisata dan kuliner di jogja solo bisa lebih terexpose, juga wawancara dengan tokoh tokoh di jogja akan bisa lebih mengenal budaya dan program kerja dari tokoh tokoh yang diwawancarai.

Semogo berguna.

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

14 tahun kerja di Transmisi TV

image

image

Alhamdulillah hari ini saya berarti menapak di hari pertama dalam tahun kerja ke 15. Tepatnya saya sudah bekerja sebagai staff teknik transmisi selama 14 tahun.

25 Agustus 2001 – 25 Agustus 2015.

Terimakasih untuk para pemirsa, terimakasih untuk para atasan saya, terimaksih untuk rekan rekan kerja semuanya di transmisi.

Dahulu tv saya bernama LATIVI, seangkatan dengan TV7,  TransTV, dan GlobalTV.

Saat ini akan ada TV baru yaitu NET. yang akan mengudara september 2015.

image

image

bulan november 2012 siap siap nonton tv digital teresterial di jogja

Setelah agak malas menulis, terutama dibidang otomotif roda dua, lagian sudah banyak blogger yang menulisnya 😀 saya kembali menulis hal yang sesuai dengan dunia saya saja, yaitu televisi.

Siapa sangka bahwa tv digital teresterial free to air, alias gratis bisa segera dinikmati warga jogjakarta dan sekitaranya, malahan jateng dan jogja. Dahulu pada pesimis kalau tv digital teresterial paling cepat akan on air sekitar 2018-2020, tetapi inilah teknologi yang bagaimanapun tidak bisa dibendung, sementara banyak negara-negara lain sudah beralih ke teknologi digital teresterial, maka mau tidak mau negara kita Indonesia harus segera ikut pula migrasi dari siaran televisi analog teresterial  ke siaran televisi digital teresterial.

Saya mendapat info bahwa metrotv sudah siaran digital teresterial di banyak kota, tapi untuk jogja sepertinya belum. Saat ini semua pemenang tender NETWORK PROVIDER seharusnya memang segera bergegas untuk installasi pemancar digital, yang saat ini diputuskan memakai teknologi DVB-T2. Untuk daerah jogja, yang saya dengar baru indosiar yang sudah datang peralatan pemancarnya, kalau tidak salah dengan kekuatan 5KW. Untuk tvOne sendiri saat ini juga sudah installasi, dan kemungkinan bulan november 2012 ini bisa on-air di jogja, dengan kekuatan 1KW. Untuk diketahui bahwa jateng dan DIY ini satu area layanan, kenapa cuma 1 KW, karena jangkauan 1 KW pemancar digital hampir sepadan dengan 10 KW pemancar analog, padahal di derah magelang sudah ada pemancar sendiri yang malah sudah on air sekitar 2 hari yang lalu dari saat saya menulis ini, sehingga warga magelang besok tidak perlu lagi mengarahkan antena tv nya ke arah Patuk, GunungKidul. Cukup arahkan saja antena warga magelang ke Radio GKL FM, karena disanalah pemancar tv digital tvOne berada. Sebenarnya untuk teknologi digital ini, arah antena di rumah-rumah tidak terlalu dituntut benar-benar mengarah ke pemancar, asal dapat sinyal pasti televisi bisa muncul siarannya. Untuk televisi digital ini nantinya tidak ada lagi gambar semut tidak jelas, kalau bisa menangkap ya akan muncul siarannya di tv rumah, kalau tidak bisa menangkap ya blank.

Teknologi DVB-T2 ini adalah pengembangan dari DVB-T, tentu saja lebih baik yang DVB-T2 yang kualitas videonya sudah MPEG4, dibanding DVB-T yang hanya MPEG2. Sayangnya SET TOP BOX yaitu alat tambahan untuk menangkap sinyal televisi digital lalu dikonversikan ke analog lagi agar bisa ditampilkan di pesawat televisi lama kita di rumah, dengan standard DVB-T2 sepertinya belum banyak dijual, bahkan tv yang include DVB-T2 receiver sepertinya saya cari-cari via google juga belum ketemu. Kemarin saya sempat ketemu box android yang sudah support DVB-T2, seperti lazimnya box tv android yang tinggal disambung ke tv LED (sepertinya kayak gitu saat saya lihat pas pameran di JEC).

Kesimpulannya adalah bahwa dengan teknologi digital ini akan ada enam buahNETWORK PROVIDER yang masing masing bisa menyiarkan konten tv sebanyak 12, sehingga akan bisa ada 72 tv yang bisa sisaran bareng di Jogja saat era digital, dan untuk menangkap siaran tv digital ini harus pakai alat STB DVB-T2 untuk tv-tv lama, atau anda beli saja tv baru yang sudah include receiver DVB-T2, ingat ya yang DVB-T2, bukan yang DVB-T.

Ultah ke 20 MNCTV (TPI) di pemancar Ngoro Oro Jogja

image

image

image

image

image

image

Suasana ulang tahun di kantor transmisi MNC GROUP di Ngoro Oro, Gunungkidul.

Posted from WordPress for Android for hadiyanta.com

1st ICT EXPO & CONFERENCE 2011

image

image

image

image

image

image

image

image

Gelaran ICT EXPO & CONFERENCE 2011 di JEC. Saya ikut acara seminar mengenai hal hal teknis tentang perangkat penyiaran.

Audisi & Workshop Presenter tvOne di MMTC

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

mau kuliah broadcasting? MMTC pilihan terbaik di Jogja

Saya adalah alumnus MMTC walaupun cuma sebulan di training disana, saat itu Agustus 2001, LATIVI sedang bersiap siaran, dan MMTC dipilih untuk training semua karyawan baru lativi. Saat itu ada 3 bagian, yaitu STUDIO, TRANSMISI, dan NEWS. Saat masuk,  kami dari nol belum tahu apa-apa tentang tv dan cara membuat serta menyiarkannya, dan begitu training akan berakhir, maka kami sebagai tim sudah bisa melakukan simulasi siaran langsung dari beberapa tempat, dan saat itu benar-benar disiarkan walapun dengan pemancar yang berkekutan kecil.

Sebenarnya sebulan sebelumnya teman-teman dari TransTV juga ditraining disana selama sebulan pula, persis seperti kami lativi, karena antara transtv dan lativi memang hampir bareng munculnya, yaitu 2001. Bahkan teman-teman saya di trans7  yang sudah kerja lama, di training lagi di MMTC untuk meningkatkan kapasitasnya.

Mengapa MMTC terpilih dan dipilih untuk training para calon broadcaster? Karena MMTC memang seperti studio tv yang sebenarnya, semua peralatannya lengkap, ini adalah hasil dari kerjasama dengan jepang (JICA). MMTC telah sejak dulu menjadi training intern pegawai-pegawai RRI dan TVRI.

Jadi jika anda para lulusan SMA ingin berkarir di bidang broadcasting, menjadi kameramen, jurnalis, crew studio, crew transmisi, lighting, editing, presenter dll. MMTC adalah pilihan yang tepat.

Yang ingin membaca lebih lanjut tentang MMTC bisa langsung ke situsnya www.mmtc.ac.id

MMTC ada di Jalan magelang KM 6, atau selatan Ringroad Jombor, yaitu perempatan persilangan antara jalan Magelang dan Jalan Ring Road utara. Kalau bingung cari saja via www.googlemaps.com

Jika anda lulus dari MMTC maka orang-orang broadcasting yang bekerja di stasiun-stasiun tv swasta tentu sudah mengenal MMTC dan itu akan lebih memudahkan anda jika mendaftar pekerjaan disalah satu stasiun tv.

%d bloggers like this: