murahnya belanja di pasar tradisional

Hidup di jaman serba mahal ini, kita harus pandai-pandai membelanjakan uang dengan bijaksana, misal untuk belanja sayuran ternyata di pasar tradisional memang sangat murah dibanding dengan di kios-kios khusus penyedia sayuran yang ada di dekat rumah saya, apalagi jika membeli sayuran di supermarket, tentu lebih mahal lagi.

Suasana pasar godean

Suasana pasar godean

Memang semua tempat punya gengsi dan pelanggan tersendiri, dan saya memasukkan keluarga saya ke ranah konsumen pasar tradisional. Sebagai langganan dan andalan adalah pasar Godean Sleman, yang letaknya 4 kilometer dari rumah, memang agak jauh, tetapi berhubung sekalian jemput anak yang sekolah di SD Godean, maka sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui.

Sayuran murah meriah sehat

Sayuran murah meriah sehat

Pasar Godean untuk bagian sayur ada di sepanjang jalan di utara pasar, di dalam pasar tentu saja ada, tetapi menurut saya lebih murah yang diluar. Hampir semua sayuran ada di sini, dan yang pasti lebih fresh, tinggal kita pandai-pandai memilih dan membandingkannya, dan tentu saja menawarnya.

Pasar Godean tampak depan

Pasar Godean tampak depan

Menawar, inilah salah satu kekhasan dari pasar tradisional, disini antara pedagang dan pembeli terjadi interaksi yang hangat karena adanya tawar-menawar, tetapi itu hal yang membosankan bagi saya, tetapi tentu tidak untuk para kaum hawa, untuk para ibu-ibu.

Uang 10ribu jika kita belanja di pasar Godean, sudah mendapat banyak sekali belanjaan. Kalau diperbandingkan mungkin bisa hampir dua kali lipat jika belanja di kios khusus sayuran yang ada di dekat rumah saya.

Ayo belilah hasil produksi para petani kita, untuk kemandirian pertanian kita. Petani untung, bangsa untung.

Weeek kayak iklan capres saja.

No Responses Yet

  1. kata Kiktahan Schonka di pasar Godean itu tempat jual belut yah? Istimewanya lagi, yang jual belut itu namanya Old Shatterhand. Dan sayapun pernah beli soto di timur pasar Godean, enak sekali rasanya. Beruntung sekali, di dekat saya ada Klekih Petra sedang membawa Bedil Pembunuh beruang yang berat itu. Pada waktu itu, katanya, dia baru saja dari prairi membeli pulsa. Wah, kelihatannya dia sangat menikmati Es Jeruk yang dihidangkan. Tapi sayang, pada waktu itu Old Surehand tidak bersamanya, karena sedang ziarah ke makam Dr. Karl May di Jerman.

Leave a Reply

%d bloggers like this: