AHM Donasikan 81 Unit Sepeda Motor

PT Astra Honda Motor (AHM) kembali melakukan aktivitas corporate social responsibility (CSR) di penghujung tahun 2010. Kali ini AHM memberikan donasi sebanyak 81 unit sepeda motor untuk 26 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan sejumlah institusi lain serta perguruan tinggi yang tersebar di beberapa wilayah di nusantara.

Yudi Yozardi, Corporate Communication Manager AHM (keenam dari kiri) berfoto bersama rombongan Kepala SMK & Pimpinan Lembaga Pelatihan sesaat setelah penyerahan bantuan 47 unit sepeda motor di pabrik III AHM di Cikarang.

Penyerahan donasi tersebut dilakukan secara simbolik di Plant III AHM – Cikarang kepada dewan guru perwakilan SMK dan institusi, serta perguruan tinggi terpilih. Bantuan ini merupakan salah satu bentuk perwujudan kegiatan CSR perusahaan di bidang pendidikan, terutama untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan otomotif.

Kristanto, Head of Corporate Communication PT AHM mengatakan perusahaan berkomitmen untuk selalu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan terutama yang terkait dengan teknologi di bidang otomotif.

“Pendidikan merupakan salah satu fokus CSR kami, selain lingkungan dan keselamatan berkendara atau safety riding. Melalui kegiatan CSR ini, kami berharap dapat berkontribusi menyiapkan siswa yang memiliki keterampilan dasar yang memadai di bidang otomotif,” ujarnya.

Rombongan Kepala SMK & Pimpinan Lembaga Pelatihan sedang memperhatikan beberapa suku cadang sepeda motor Honda di Pabrik III AHM di Cikarang. Kegiatan ini berlangsung sesaat sebelum acara serah terima bantuan unit sepeda motor Honda.

AHM memilih SMK untuk donasi ini karena sekolah kejuruan sendiri saat ini berkembang cukup pesat dan dianggap mampu untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja.  Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan bahkan sedang gencar mempromosikan SMK sebagai alternatif pendidikan tingkat menengah.

Selain untuk SMK, donasi unit motor di penghujung tahun 2010 ini juga diberikan kepada perguruan tinggi yaitu Institut Teknologi Bandungdan Universitas Gajah Mada. Di dua perguruan tinggi ini, sepeda motor Honda akan dijadikan alat untuk penelitian tentang teknologi sepeda motor Honda di kalangan mahasiswa.

Sebelum donasi di akhir tahun ini, AHM sudah menyumbangkan 66 unit motor yang sebagian diperuntukkan untuk pengembangan Laboratorium Otomotif Honda di beberapa SMK. Dengan demikian, sepanjang tahun 2010 ini AHM telah mendonasikan 147 unit sepeda motor.

Unit motor yang disumbangkan ini terdiri dari berbagai tipe sepeda motor yang mewakili tipe produk terakhir Honda yang dijual di Indonesia saat ini, mulai tipe sport, cub (bebek) dan skutik. Dengan demikian diharapkan keterampilan para siswa maupun peserta kursus keterampilan di institusi lebih terup-date berdasarkan perkembangan teknologi terkini di industri sepeda motor.

“Harapan kami sumbangan ini dapat bermanfaat untuk membekali siswa atau peserta kursus keterampilan sebelum mereka masuk ke dunia kerja,” katanya.

No Responses Yet

  1. hahay…yang namanya ngasih sesuatu pasti ada maunya…sekarang maunya apa hayo?

    mau neliti tentang teknologi mesin sepeda motor kok cuma dikasih BEBEK dan ITIK..??? kenapa bukan mesin moge macam CBR 1000 atau Varadero??? memangnya mahasiswa sekelas mereka cuma mampu meneliti mesin segede BEBEK???

    jadi mahasiswa di universitas sekelas ITB, UGM, ITS, masa lulus kerja di PABRIK BEBEK…ndak ada kebanggannya blas. Harga dirimu dimana wahai mahasiswa unggulan?

    Salam dari saya,
    Sipil ITB 150 00 118

    • saya lulusan UMY mas 🙂 dan saya pakai pulsar UG4 xi xi xi

    • Tak pikir-pikir Mas Benny benar.
      CSR itu cenderung kosmetik. Pencitraan.
      Coba kita lihat dari sudut dan wawasan lain.
      Pabrikan itu seakan ingin siswa SMK, atau institusi pendidikan lain maju bersama.
      Dan “diharapkan” -nantinya- bisa membuat motor sendiri.
      Realitanya? Kanzen ditebas habis-habisan oleh oknum-oknum pemerintah dan industriawan yang “tidak ingin” ada produk nasional.

      Contoh lain banyak. Coba intip karya anak bangsa yang kini ngendon di LIPI, BPPT, dan lembaga litbang lain. Semunya mentok di gudang. Padahal kreasi anak bangsa itu benar-benar aplikatif dan tepat guna.

      Baiklah, itu soal kebijakan para petinggi.

      Intinya, saya hanya mau bilang, hendaknya kita kritis dalam menerima informasi dari manapun. Tak serta merta mempublish apa yang ada di rilis media. Karena rilis, ya gitu deh :mrgreen:

      Lama-lama blog tak lagi menjadi media alternatif, karena kontennya sama dengan media mainstream.

      *film Sang Pencerah bagus juga ternyata :mrgreen:
      **go go go film nasional 😀

      • sayang hujjah lainnya tentang smk yang menghasilkan karya nyata disensor sama mas Hadi mas, jadi CSR gak sekedar kosmetik, tp kewajiban perusahaan yang harus dipenuhi, mau ikhlas atau dengan terpaksa 😀

        • Wah yg mana mas? Kalau yg ada kata2 dapur saya memang langsung nyangkut spam. Ternyata saya memang bukan blogger independent. Itu pilihan saya. Yg independent kayak apa sih?

      • memang gak ada yang independent kok mas, termasuk saya yang masih tergantung wp.com 😀

        kemaren sy ngasih contoh 2 link mengenai smk yg berprestasi dibidang manufaktur dr riset sendiri berupa pengembangan produk dr vendor besar, setidaknya mereka tetep optimis untuk berkarya, gak lsg pesimis karyanya ngendon di LIPI, BPPT, dan lembaga litbang lain (merasa gagal sebelum berusaha)
        mungkin memang lsg ke spam

        nuwun sewu klo kurang berkenan
        matur nuwun

  2. bajai nyumbangin pulsarnya kapan??? mo di teliti..qqq

    yo wis mesti lak bebek karo metic motor sejuta umat..

    kalo motor laki ntar buguru gak bisa nyoba dong.. piss..

    selamat hari ibu… * simbok mileh bebek.

  3. CSR VS BC kah?

  4. 81 unit?
    Itu cuma seujung kuku dari total keuntungan.
    Kang nadhi bilang pelit.

  5. Well done buat AHM dengan niat baiknya…
    Jangan dengerin orang2 sirik tanda tak mampu, yang cuma bisa omong doank padahal donasi aja ga pernah, wakaka

  6. Positive thinking aja lah…
    Biarkan CSR dan pencitraan berjalan beriringan… 😀

  7. Mendukung dunia pendidikan untuk maju tak harus dengan sumbang motor dan bekoar sana sini kan?

    Ada urusan apa atpm memberikan sesuatu kepada dunia pendidikan? Ujung2nya pencitraan juga toh..demi image baik merek toh?

    So semua demi profit..tho..dimana ketulusannya? Ini bukan sekedar motor bebek yg disumbang, bukan sesempit halaman kampus atau SMK yang disumbang, tapi masalah sebab akibat jangka panjang. Ane dukung SMK agar bisa buat motor..agar bisa lebih jaya dari Kanzen yang timbul sebentar lalu hilang.

    Dimana nasionalisme batang lidi yang tercerai berai ini ketika menghadapi bujuk rayu pengusaha bangsa lain?

    Siapa yang menyuruh seorang pewarta untuk dengan instan meneriakkan isi congor sang pengusaha?

    Dimana sikap kritis sorang pewarta jika sama saja dengan media yg lain?

    Dimana subjektivitas yg harus diakomodasi?

    Ayo kritisi idenya.

  8. ga usah di liat ikhlas ato gak nya , ada udang di balik batu ato apa lah namanya itu…..
    harusnya ente2 yang di sini komporin aja terus para atpm untuk berlomba-lomba dalam CSR-nya bukan hanya maunya motor baru terus…..
    toh kita bisa dapet untungnya dari CSR yang mereka adakan….
    simbiosis mutualisme aja lah……
    lihat positifnya aja…….kritis boleh….tapi jangan su’udzon mulu knapa……hidup di bikin tambah sulit aja…….jagalah hati jangan kau kotori dengan benci , dengki ,atau iri hati…..

    • nah dari situ jelas to mas Nadi CSR iku bukan sumbangan tapi kewajiban

      klo usaha cuma pengen untungnya saja tanpa peduli sama kondisi masyarakat sekitar dan cenderung mengeksploitasi itu namanya kapitalisme

      lihat juga zakat cuma diwajibkan 2.5% klo lebih atau 100% ya syukur & wasiat dibatasi maksimal 1/3 saja

      klo ada penyelewengan CSR itu pada tingkatan implementasi dan gak semuanya seperti itu

      klo CSR dihapus trus bentuk tanggung jawab perusahaan2 besar terhadap kehidupan masyarakat sekitarnya berupa apa mas Nadi?

      mungkin mas Nadi bisa memberi bentuk konkret lain “harusnya seperti apa wujud kegiatan sosial perusahaan terhadap masyarakat” yang sesuai situasi & kondisi saat ini dengan tetap mengingat “berikan kail & bukan ikannya” (klo bahasanya stadz Yusuf Mansyur “sedekah produktif”)

      untuk kasus diatas kan motor untuk smk berarti bisa diambil ilmunya buat orang banyak dan tidak menutup kemungkinan lulusannya bisa buka bengkel trus menyerap tenaga kerja lain atau malah ada yang jadi inventor mesin baru karena belajar dari ketidakefisienan dari mesin yang ada, bukan buat tukang ojek yang pasti manfaatnya cuma sebatas buat ngojek

      *film Sang Pemimpi bagus banget :mrgreen:
      **jangan merasa gagal sebelum berusaha 😀

  9. hehehe komenku nyangkut terus mas Hadi

    nuwun sewu nggih mas klo tidak berkenan
    matur nuwun 🙂

Leave a Reply

%d bloggers like this: