Akhirnya tower ADiTV tumbang kena angin

Desa Pemancar

Paling kanan Tower TVRI 120meter, JOGJATV 70m sebelah kiri TVRI

Tower ADTV sebelum tumbang

tower BTS Telkomsel yang besar, tower ADTV yang kecil

Saya foto dari sisi selatan tower tvOne

image

Difoto dari selatan masjid, genteng masjid tampak rontok

Ini difoto dari selatan masjid, tampak genting masjid rontok, di kejauhan sebelah utara tampak tower BTS SmartFren dan Indosat yang menjadi satu, tetap kokoh berdiri.

image

Setelah menimpa sisi selatan masjid, tower lalu jatuh menghantam bangunan DAK GEDUNG TK yang terletak di depan masjid persis, jadi tower jatuhnya menyerong ke arah utara-timur.

image

Setelah menimpa DAK GEDUNG TK, sisa tower jatuh di kebun kosong penduduk, yang tampak di ujung daun pisang itu adalah panel antena, biasanya berwarnya merah atau putih. Panelnya sudah remuk. ADTV saya yakin akan berhenti siaran cukup lama, karena harus beli antenna baru, membuat/menyewa tower dan instalasi lagi dari awal.

image

Foto di dalam masjid, tampak eternit yang rontok berserakan di lantai masjid, bangunan masjid mengalami kerusakan, HORN/pengeras suara gepeng rusak.

Genteng masjid yang rontok

*update foto dari satpam kantor saya, dikirim via mms kayaknya. Jadi kualitas foto kurang maksimal.
==============================================================

Kemarin sore tanggal 15 Januari 2011, saya mendapat SMS dari OB kantor saya bahwa tower ADiTV yang letaknya di dekat tvOne, akhirnya tumbang dihantam angin. Kebetulan rumah OB didekat ADiTV sehingga saya yakin berita ini benar 100%. (dan ternyata benar)

Kenapa saya tulis “akhirnya tumbang” dengan tanpa bermaksud melecehkan dan merendahkan, sesungguhnyalah tower ADiTV memang bukan standar tower untuk TV, kebih pantas untuk tower radio karena memang bentuknya kecil seperti tower radio atau tower internet yang bisa dilihat seperti misal yang ada di sekolah-sekolah, dengan ciri utama, diperkuat dengan tarikan kabel-kabel ke tiga sudut berbeda.

Tentu saja tower seperti ini akan payah dibebani panel-panel antena tv yang bentuknya kotak besar persegi panjang setinggi semeter dan lebar kisaran 40cm. Padahal ada sekitar lebih dari 10 panel diatas tower. Jika salah satu tali penarik kendor atau putus, menjadi tidak seimbang, dan gampang tumbang.

Kemarin saya masuk kerja siang, dan kisaran jam 15 memang anginnya kencang di sekitar kantor saya. Tapi tumbangya tower ADiTV kira-kira kisaran jam 20, dan saya pulangnya jam 18.

Tower ADiTV ini letaknya di selatan balai desa NGORO ORO, tepat di selatan masjid di komplek kalurahan. Dan towernya ambruk ke masjid. Tetapi untunglah tidak ada korban jiwa.

Kedepan mungkin akan lebih baik jika ADiTV misalnya bergabung saja dengan menyewa tower tvOne atau tv lainnya. Bisa lebih tinggi dan jelas lebih aman. Tinggal investasi beli antena dan fedder baru, serta instalasi mesin pemancarnya di gedung baru yang disewa.

Sejujurnya selama ini di rumah saya, ADiTV hampir-hampir tidak ada, kepyur, sehingga untuk menonton juga enggan, jadi memang kualitas gambar dan suara kudu bagus dulu, sehingga konten yang misal kurang menarikpun tetap enak ditonton.

No Responses Yet

  1. pertamakk 😀

  2. Oooo tower-e non SST to

  3. ADTV dengan ADI TV apa sama?

  4. masih untung….
    tidak ada korban jiwa…

  5. AD TV ama ADi TV sama aja kok
    AD TV (Ahmad Dahlan TV) emg dulu TV kampus lalu jadi TV lokal ADi TV (Arah Dunia TV)
    klo di solo ada AD TV di Jl Menteri Supeno, tp lg waiting list di KPID Jateng hehe (alesan klasik ga dapet kanal),
    eh btw udh nongol lg tuh ADi TV, cepet bgt bangun towernya lg, salutt jd pemirsa ga jenuh nunggu lamaa..

  6. kayanya tower TVRI baru dibangun tuh

Leave a Reply

%d bloggers like this: