hampir nyium becak selepas lampu ijo di ringroad selatan jogja

Seperti biasa, hari ini saya masuk kerja sore, jam 18 kudu sampai kantor, dan seperti biasa saya berangkat jam 16:45, jarak 38 km biasanya jalan santai bisa ditempuh kisaran 70menit. Biasanya saya sampai kantor kisaran jam 17:50 menit, saya hampir tidak pernah telat kecuali ada halangan ban bocor atau atau kecelakaan.

Riding via ringroad selatan jogja itu unik, karena sengebut apapun kadang tidak berpengaruh, sebab nanti paling paling cuma sampai duluan paling depan di Trafick Light (TL) berikutnya. Saya pun kalau riding cuma kisaran 50-70 kpj, disesuaikan dengan kondisi kepadatan lajur motor yang ada.

simpang empat ringroad jalan parangtritis (24/08/2012)

Ceritanya saya mendapat lampu merah di TL, selepas TL perempatan yang jalan paris, sebelum TL terminal Giwangan, saya ingat betul berhenti di grid line kedua, didepan saya ada motor, dan disamping kanan (sisi selatan) saya ada mobil satu. Oh iya saya riding dari barat ke timur, dan TL nya urut lampu ijonya adalah sesuai putaran jarum jam, saat itu baru saja merah, dan nunggu lama yang utara lalu timur, baru yang selatan ijo. Mata saya dan saya yakin semua yang kena lampu merah dari arah barat ini tentu memperhatikan digit hitung mundur dari merah menuju hijau, sambil melihat juga habisnya kendaraan dari arah selatan, saat digit hitungan sudah ijo, tapi saya lihat yang dari selatan masih ada yang tersisa banyak, saya yakin mereka nyolong lampu merah, yang barat tetap jalan pelan-pelan sambil nunggu habis kendaraan dari arah selatan yang nyolong lampu merah. Karena saya ada disisi tengah maka saya inisiatif maju dan ambil kekanan saat itu kendaraan terakhir yang dari selatan pas ditengah tengah perempatan, saya tentu yang pertama lolos dari arah barat, tetapi tiba-tiba saya melihat becak dari arah utara yang nyata-nyata masih lampu merah sudah hampir pas ditengah tengah perempatan juga, padahal manuver saya tadi ketengah lalu ambil kiri lagi mau menuju lajur lambat lagi. Otomatis saya ngerem sampai ngesot ngesot dan terakhir saya akhirnya jatuh kekanan tapi sudah kondisi melambat, dan motor saya tahan sekuatanya, tapi tahu sendiri lah beratnya pulsar.

Saya memang sering banget manuver seperti ini di ringroad selatan, karena sudah hapal banyak kendaraan yang nyolong lampu merah, tapi sungguh yang saya tidak prediksi kemarin adalah ada becak melenggang dari arah utara yang nyata-nyata pas lampu merah. Biasanya saya memang waspada pada kemungkinan terkonyol seperti ini sekalipun, tetapi memang kemarin saya hanya fokus melihat kendaraan terakhir yang dari arah selatan, tanpa melihat ke utara.

Saya hanya melihat tukang becaknya tolah toleh terus kearah saya, bahkan sampai dia ada di TL yang sisi selatan, tapi saya diamkan saja. Semoga tukang becaknya menyadari kesalahannya. Dan sayapun akan lebih hati hati lagi akan ulah konyol sebagian orang yang melanggar peraturan lalu lintas seperti ini. Kita memang tidak bisa yakin dengan kondisi jalan, jadi tetap waspada pada hal terkonyol adalah usaha yang paling baik.

lecet dikit

Setelah saya periksa, ternyata lampu mata serigala yang kanan saya agak baret, dan cover lampu dibawahnya juga baret dikit. Sedangkan jari tengah tangan kanan saya agak sakit, mungkin karena nahan beban pulsar yang berat sambil ngerem depan.

Biasanya kalau di depan saya ada kendaraan yang aneh posisinya dan membahayakan rider belakang saya, maka sayta memberi tanda ke rider belakang saya dengan tangan. atau klakson terus menerus dengan harapan kendaraan yang didepan nyadar, juga rider yang belakang.

No Responses Yet

  1. hati2 mas di jalan

  2. Memang kemungkinan terkonyol datangnya tak terduga. Kadang luput diantisipasi.

  3. pengendara Becak & onthel biasanya emang nggak kenal lampu bangjo, payah tenan !

  4. untung, ungtung,,,,,,,,,,,,,,
    buku islami

  5. salam kenal…
    Ndonga lan ngati2 mas….
    nang tangerang mungsuhe luweh akeh….

Leave a Reply

%d bloggers like this: