bulan november 2012 siap siap nonton tv digital teresterial di jogja

Setelah agak malas menulis, terutama dibidang otomotif roda dua, lagian sudah banyak blogger yang menulisnya 😀 saya kembali menulis hal yang sesuai dengan dunia saya saja, yaitu televisi.

Siapa sangka bahwa tv digital teresterial free to air, alias gratis bisa segera dinikmati warga jogjakarta dan sekitaranya, malahan jateng dan jogja. Dahulu pada pesimis kalau tv digital teresterial paling cepat akan on air sekitar 2018-2020, tetapi inilah teknologi yang bagaimanapun tidak bisa dibendung, sementara banyak negara-negara lain sudah beralih ke teknologi digital teresterial, maka mau tidak mau negara kita Indonesia harus segera ikut pula migrasi dari siaran televisi analog teresterial  ke siaran televisi digital teresterial.

Saya mendapat info bahwa metrotv sudah siaran digital teresterial di banyak kota, tapi untuk jogja sepertinya belum. Saat ini semua pemenang tender NETWORK PROVIDER seharusnya memang segera bergegas untuk installasi pemancar digital, yang saat ini diputuskan memakai teknologi DVB-T2. Untuk daerah jogja, yang saya dengar baru indosiar yang sudah datang peralatan pemancarnya, kalau tidak salah dengan kekuatan 5KW. Untuk tvOne sendiri saat ini juga sudah installasi, dan kemungkinan bulan november 2012 ini bisa on-air di jogja, dengan kekuatan 1KW. Untuk diketahui bahwa jateng dan DIY ini satu area layanan, kenapa cuma 1 KW, karena jangkauan 1 KW pemancar digital hampir sepadan dengan 10 KW pemancar analog, padahal di derah magelang sudah ada pemancar sendiri yang malah sudah on air sekitar 2 hari yang lalu dari saat saya menulis ini, sehingga warga magelang besok tidak perlu lagi mengarahkan antena tv nya ke arah Patuk, GunungKidul. Cukup arahkan saja antena warga magelang ke Radio GKL FM, karena disanalah pemancar tv digital tvOne berada. Sebenarnya untuk teknologi digital ini, arah antena di rumah-rumah tidak terlalu dituntut benar-benar mengarah ke pemancar, asal dapat sinyal pasti televisi bisa muncul siarannya. Untuk televisi digital ini nantinya tidak ada lagi gambar semut tidak jelas, kalau bisa menangkap ya akan muncul siarannya di tv rumah, kalau tidak bisa menangkap ya blank.

Teknologi DVB-T2 ini adalah pengembangan dari DVB-T, tentu saja lebih baik yang DVB-T2 yang kualitas videonya sudah MPEG4, dibanding DVB-T yang hanya MPEG2. Sayangnya SET TOP BOX yaitu alat tambahan untuk menangkap sinyal televisi digital lalu dikonversikan ke analog lagi agar bisa ditampilkan di pesawat televisi lama kita di rumah, dengan standard DVB-T2 sepertinya belum banyak dijual, bahkan tv yang include DVB-T2 receiver sepertinya saya cari-cari via google juga belum ketemu. Kemarin saya sempat ketemu box android yang sudah support DVB-T2, seperti lazimnya box tv android yang tinggal disambung ke tv LED (sepertinya kayak gitu saat saya lihat pas pameran di JEC).

Kesimpulannya adalah bahwa dengan teknologi digital ini akan ada enam buahNETWORK PROVIDER yang masing masing bisa menyiarkan konten tv sebanyak 12, sehingga akan bisa ada 72 tv yang bisa sisaran bareng di Jogja saat era digital, dan untuk menangkap siaran tv digital ini harus pakai alat STB DVB-T2 untuk tv-tv lama, atau anda beli saja tv baru yang sudah include receiver DVB-T2, ingat ya yang DVB-T2, bukan yang DVB-T.

No Responses Yet

  1. jossssssssssssssssssssssssssssssssssssssss

  2. menarik mas… tapi sepertinya saya belum mudeng juga …. tv di rumah masih CRT 😀

    • prinsipnya hampir semua TV yang kita punya sekarang ini belum ada yang ready DVB-T2, jadi harus diberi tambahan SET TOB BOX (STB) yang sudah DVB-T2, STB yang DVB-T tidak bisa dipakai.

      TV yang ada receiver DVB-T juga tidak bisa dipakai, harus DVB-T2

  3. ….. atau anda beli saja tv baru yang sudah include receiver DVB-T2, ingat ya yang DVB-T2, bukan yang DVB-T.

    ini beda gak mas sama yg di iklan TV “HDMI ready” ?
    TV ku ono tulisane ngono , tapi seingatku dulu salesnya bilang untuk layanan TV digital harus beli alat tambahan lagi.. mbuh maksude alat opo..

    Kalo STB DVB-T2 ini kan dicolok ke TV, sedang untuk antenanya sendiri piye? bisa kah pake antena TV biasa seperti sekarang atau mesti ada parabola khusus spt indovision?

    • maksud beli alat tambahan adalah SET TOP BOX yaitu untuk menangkap siaran DVB-T2 harga kisaran 300.000

      Antena dan TV lama bisa dipakai sebagaimana biasanya, alat STB letaknya setelah antena lalu keluaran dari STB masuk ke colokan antena yang ada di TV

  4. sy di muntilan mas, bgusnya ke arah magelang ato jgja antenanya? n kalo mo cari konverter gmn?

    • LED itu jenis layar mas, seperti OLED, AMOLED
      Kalau di tv LED belum include recceiver DVB-T2 (bukan DVB-T lho) maka belum bisa untuk menerima tv digital yang akan segera on air yang pakai pemancar DVB-T2

  5. digital sejenis pake parabola gitu?

  6. Mas Hadi, sy tinggal ngawen-semin Gunungkidul, siaran tv sulit diterima di sini karena terhalang Gununggambar. Hampir 90% pemilik TV disini dengan antene parabola dg receiver digital tetapi tdk bisa menangkap MPEG4. Kalau pingin ganti receiver MPEG4 beli dimana dan perlu tambahan alat lagi tidak? Kalau penangkapan tv teresterial yg sekarang bisa ditangkap ttp banyak semutnya, nanti setelah pakai tv digital bisa jelas tidak? Nuwun atas pencerahannya.

  7. ngikut googling dvb-t2,, belum nemu juga mas….

  8. Pke dvb-s bsa nangkep siaran dvb-T2 nggak nih….?

  9. mas kira-kira tv merek opo yang udah support dvb-t2,,,soalnya aku googling tv led kebanyakan masih dvb-t…matur tengkyu

Leave a Reply

%d bloggers like this: