Mari bisnis Jamur

Kemarin dari pantai Gua Cemara, saya sempatkan mampir kerumah mbokde saya di Trimurti Srandakan Bantul. Saat belok di tikungan mau masuk ke rumah mbokde, ada plakat iklan JUAL JAMUR, saya pikir kakak saya anaknya mbokde yang jualan jamur.

image

image

image

image

image

image

Setelah sampai di teras rumah mbokde, sebentar kemudian, ponakan saya yang cucu pertama dari mbokde saya menghampiri saya, oh liburan pikir saya. Ternyata dia kemudian menunjukkan usaha jamur merang yang sedang uji coba pertama kali dengan bibit sebanyak 1000 kantung bibit yang dibeli Rp 1.600 per kantongnya.

Dan ternyata seminggu ini sedang panen perdana, dan buktinya laris juga, pasar bisa menerima, dengan harga sekilo Rp. 8000 kondisi fresh langsung cabut saat pembeli datang.

Budidaya jamur menurut saya sangat mudah dan hampir tanpa resiko pencemaran lingkungan, baik itu suara, bau dll. Beda misal dengan pelihara bebek atau sapi.

Untuk ruangan 1000 jamur ini memkai bekas kandang burung puyuh, ukurannya sekitar 3 X 4 meter. Untuk tempat jamurnya menggunakan rak yang terbuat dari bambu, tiap rak berjarak sekitar 45-50 cm. Bisa dilihat pada foto.

Yang paling penting adalah kondisi ruangan lembab berkisar 28 derajat celsius. Sinar matahari tidak boleh masuk langsung.

Untuk urusan kantong bibit, tinggal beli di daerah SEDAYU BANTUL, ini hanya 4 km selatan rumah saya, yang dahulu memang terkenal sentra jamur merang.

Kalau saya paling suka jamur SO, ini adalah jamur yang tumbuh dibawah pohon melinjo yang dalam bahasa jowo disebut uwit so. Jamurnya seperti bola kasti, kalau di iris kotak-kotak, lalu digoreng, enak sekali, mirip tahu.

Tertarik? mari kita coba.

Maaf foto belum ada, sedang tidak pegang android.

%d bloggers like this: