lucunya biskuit kaleng “palsu” saat budaya ujung atau saling kunjung saat lebaran

Lebaran memang masih lama, tetapi tidak ada salahnya saya sedikit berbagi cerita soal budaya UJUNG, begitu sebutanya di kampung saya, budaya ini adalah budaya saling kunjung mengunjungi untuk silaturahmi saat lebaran.

Tahun 80-90an budaya ini masih sedemian kuat di dusun saya, tetapi akhir-akhir ini kian pudar, orang sekampung memilih berkumpul di masjid untuk syawalan, saling ketemu saling memafkan, setelah itu kebanyakan hanya berkunjung ke rumah keluarga terdekat.

kue lebaran di rumah mertua tahun 2010 kemarin

Dalam budaya ujung ini, tiap rumah di kampungku menyediakan makanan khas lebaran, dari kue-kue, roti, buah dan lain-lain. Nah sudah jamak lumrah tentu ada roti kaleng, misal yang terkenal adalah khong Guan Biskuit dll. Tetapi kadang ada yang “palsu”. Palsu disini adalah, kaleng lama (mungkin bekas tahun lalu) tapi masih terlihat baik dan bagus, dan isinya bukan biskuit aslinya, tetapi kadang ada rempeyek kacang, dan kue lainnya yang tidak sesuai dengan gambar di kalengnya 😀

Belut dalam kemasan 1 KG

Biasanya dulu kita anak-anak yang pada UJUNG sudagh hapal, rumah mana kalengnya isi apa, sehingga yang isinya tidak menarik tentu tidak kita buka.

Tetapi ada satu rumah yang kaleng biskit palsunya menjadi favorit kami, ini karena isinya adalah kripik belut, asal tahu saja kripik belut saat lebaran sekilonya bisa 60-100 ribuan, dan rasanya memang gurih dan enak.

Hayo dirumah kalian ada kaleng biskuit “palsu” tidak?

sepur-sepuran dilanjut salam-salaman

Gak tertib nih antriannya

antrian sampai keluar masjid di jalan kampung

%d bloggers like this: