AHM Mulai Buka Layanan Mudik dan Balik Bareng Honda

Jakarta- Menyambut Lebaran 1437 H, PT Astra Honda Motor (AHM) mulai membuka pendaftaran layanan Mudik dan Balik Bareng Honda (MBBH) 2016. Kegiatan mudik bersama bagi konsumen ini merupakan komitmen perusahaan untuk menemani konsumen setianya mudik bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman dengan aman dan nyaman.

image

015 melakukan pendaftaran ulang di pabrik perakitan AHM, Jakarta Utara.Menyambut Lebaran 1437 H, AHM kembali mulai membuka pendaftaran layanan MBBH 2016 mulai 27 Mei 2016 dengan dua rute yaitu Semarang-Jakarta dan Yogyakarta-Jakarta.

Layanan MBBH secara rutin dan konsisten digelar AHM selama 11 tahun sebagai sarana mudik yang ditunggu umat Islam Ibukota dengan rute Jakarta-Semarang dan Jakarta-Yogyakarta. Sementara itu, untuk kembali ke Ibukota, AHM pun membuka dua rute yaitu Semarang-Jakarta dan Yogyakarta-Jakarta. Antusiasme masyarakat yang tinggi menyongsong libur Lebaran menginspirasi AHM untuk membuka pendaftaran layanan MBBH lebih jauh, yaitu mulai 27 Mei 2016.

image

MBBH 2016menyediakan 54 bus dengan harapan dapat mengantarkan lebih dari 2.000 pemudik menuju Semarang dan Yogyakarta serta 20 truk ekspedisi untuk mengangkut motor Honda kesayangan konsumen sesuai kota tujuan.

Untuk memberikan layanan terbaik dalam MBBH 2016, AHM menyediakan 54 bus dengan harapan dapat mengantarkan lebih dari 2.000 pemudik menuju Semarang dan Yogyakarta. Mereka akan diberangkatkan pada 1 Juli 2016 yang berlokasi di PT Astra Honda Motor Plant 1 Sunter Jakarta Utara. Agar konsumen tetap dapat menggunakan sepeda motor kesayangan di kampung halaman, AHM menyediakan 20 truk ekspedisi untuk mengangkutnya sesuai kota tujuan. Truk pengangkut motor ini akan diberangkatkan lebih awal, yaitu 30 Juni 2016 dengan lokasi pemberangkatan di Pelataran Gedung 13-15, Gedung Bulog Sunter Barat, Jl. Perintis Kemerdekaan Kelapa Gading Jakarta Utara. Sementara itu, bagi pemudik yang ingin kembali ke Ibukota bersama-sama, AHM menfasilitasinya dengan Balik Bersama pada 11 Juli 2016 dari kota Semarang (Dealer Astra Motor Gajah Mada) dan Yogyakarta (Astra Motor Jombor).

General Manager Honda Customer Care Center (HC3) AHM Istiyani Susriyati mengungkapkan upaya membuka pendaftaran MBBH jauh-jauh hari sebelum waktu keberangkatan ini bertujuan untuk membantu calon pemudik agar dapat menyusun perencanaan liburan lebih awal sehingga dapat menikmati perjalanan dengan tenang dan aman, serta dapat bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman secara lebih maksimal saat merayakan Lebaran tahun ini. Dengan berlandaskan Semangat Satu Hati, layanan MBBH ini dikembangkan agar perusahaan dapat selalu bersama menemani keseharian dan aktivitas konsumen sepeda motor Honda termasuk dalam merayakan hari raya keagamaan seperti Lebaran.

“Layanan MBBH secara konsisten kami gulirkan lebih dari satu dekade sebagai wujud kepedulian AHM terhadap tingginya minat dan kebutuhan masyarakat untuk pulang kampung merayakan Lebaran bersama keluarga. Kami berharap yang kami persembahkan ini dapat semakin memperkuat ikatan konsumen dengan sepeda motor Honda di manapun dan apapun aktivitasnya.”

Untuk mengikuti program MBBH ini, calon pemudik cukup membayar Rp150.000,- dengan mendaftarkan diri ke jaringan main dealer dan dealer Honda di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Adapun 7 lokasi pendaftaran MBBH yaitu PT Wahana Makmur Sejati – Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Astra Motor Jakarta – Dewi Sartika, Jakarta Timur, serta dapat menghubungi dealer Honda yaitu Tunas Dwipa Matra – Tebet, Jakarta Selatan, Nusantara Surya Sakti – Slipi, Jakarta Barat, CV Bintang Jaya – Klender, Jakarta Timur, CV Mitra Jaya – Kranji, Bekasi, CV Maju Gemilang Makmur – Pasar Kemis, Tangerang. Dengan pendaftaran ini, calon pemudik secara otomatis akan medapatkan dua kursi bus, asuransi perjalanan, layanan kesehatan, goodie bag yang berisikan buku panduan keselamatan berkendara, jaket, kaos, konsumsi selama perjalanan dan beragam hadiah. AHM pun melengkapi layanan MBBH 2016 dengan memberi kesempatan para pemudik mengikuti undian berhadiah dua unit sepeda motor Honda.

Persyaratan mengikuti MBBH antara lain wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia, Surat Izin Mengemudi (SIM) C, dan  Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sepeda motor Honda. Pemudik dan sepeda motor juga diharuskan dalam kondisi standar dan prima. Pemudik diharapkan dalam kondisi sehat, membawa perlengkapan keselamatan berkendara dan helm standar SNI untuk digunakan di kampung halaman saat mengendarai sepeda motor Honda kesayangannya yang diangkut truk ekspedisi AHM. Pemudik pun dapat membawa barang bawaan maksimal 5kg.

Untuk menjaga keselamatan dalam perjalanan, pemudik peserta MBBH wajib turun di tempat yang telah ditentukan dan tidak diperbolehkan turun di saat perjalanan. Bagi peserta yang mengikuti Balik Bareng Honda (BBH) diharuskan memiliki KTP Jabodetabek dan merupakan peserta Mudik Bareng Honda.

Jakarta, 11 Mei 2016

PT Astra Honda Motor

Corporate Communication

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi 021 6518080,3041-8080 ext.18111, 18113/email:corp.comm@astra-honda.com

 

Jalur alternatif Prambanan-Piyungan-Ringroad Selatan

Saat suasana lebaran seperti kemarin, dengan adanya arus mudik dan arus balik yang padat merayap, sungguh akan menyiksa jika anda memaksakan diri melewati tengah kota Jogjakarta, jika anda mau melintas misal dari jalan solo sebelum prambanan menuju jalan Wates untuk seterusnya kebarat, inilah saya coba berikan alternatif jalan yang lain diluar jalan kota jogja.

inilah rutenya diambil dari googlemaps

Pengalaman saya hari Minggu tanggal 4 September 2011 kemarin, saya sengaja agak memutar sedikit menghindari jalan di pusat kota jogja. Ceritanya saya dari jalan Wates KM 10 sekitar Sedayu, mau ke sebelah timur sedikit dari Candi Prambanan. Saya seharusnya dari Jalan Wates melewati Gamping bisa ke timur lurus menembus ke Wirobrajan, lalu lurus ke timur melewati pusat kota yaitu perempatan Kantor Pos Besar, yang biasanya disini mulai macet sampai di Perempatan Gondomanan, lurus terus sampai Perempatan Gedongkuning di timur Bonbin GembiraLoka, lalu belok kiri melewati JEC lalu belok kiri lagi masuk ke Ringroad Timur ke arah utara menuju Janti, baru kemudian masuk jalan SOLO.

Intinya dari Pusat kota sampai Jalan SOLO pasti macet.

Sebagai Alternatif, saya kemarin dari Jalan Wates ambil belok kanan menysuri Ringroad Selatan, lalu menuju jalan Jogja-Wonosari sampai di Pertigaan Piyungan, lalu ambil kiri (utara) menuju ke Prambanan via Candi Boko, jalan lancar nyaris tanpa hambatan berarti meskipun tetap lalulintasnya lebih rame dari biasa saya lalui sekhari-hari saat kerja.

Saya pulangnya juga melewati jalur yang sama.

Mungkin jalur ini bisa anda praktekkan untuk lebaran tahun depan jika tidak ingin terjebak kemacetan di jalan solo dan di tengah kota jogja.

 

 

Halal bi halal Iedul Fitri 1432 H di masjid kami

image

image

Inilah pelaksanaan halal bi halal bapak-bapak dan ibu-ibu di masjid kami setelah usai sholat idul fitri 1432 yang di kami jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011.

Foto selangkapnya klik disini Continue reading

Lebaran besok jalanan kota jogja pasti macet

Lebaran seharusnya suka cita, senang riding kesana kemari mengunjungi sanak keluarga, tetapi karena setiap orang melakukan hal yang sama, sehingga tumplek bleg di jalan, mengakibatkan jalanan jadi macet. Itulah memory lebaran tahun 2010 yang lalu di jogja.

Saat itu saya ingin ke prambanan, lewat pusat kota macet, lewat depan candi prambanan juga macet lagi.

Pastinya lebaran 2011 besok saya yakin juga akan macet, atau orang akan naik sepeda kemana-mana? kan lagi trend lagi sepada onthel, semoga saja.

Jadi untuk penduduk asli jogja, mending lebaran besok menyingkir saja ke luar kota, atau diam saja di rumah, berilah kesempatan para mudiker dan para wisatawan menikmati kota jogja di saat lebaran.

lucunya biskuit kaleng “palsu” saat budaya ujung atau saling kunjung saat lebaran

Lebaran memang masih lama, tetapi tidak ada salahnya saya sedikit berbagi cerita soal budaya UJUNG, begitu sebutanya di kampung saya, budaya ini adalah budaya saling kunjung mengunjungi untuk silaturahmi saat lebaran.

Tahun 80-90an budaya ini masih sedemian kuat di dusun saya, tetapi akhir-akhir ini kian pudar, orang sekampung memilih berkumpul di masjid untuk syawalan, saling ketemu saling memafkan, setelah itu kebanyakan hanya berkunjung ke rumah keluarga terdekat.

kue lebaran di rumah mertua tahun 2010 kemarin

Dalam budaya ujung ini, tiap rumah di kampungku menyediakan makanan khas lebaran, dari kue-kue, roti, buah dan lain-lain. Nah sudah jamak lumrah tentu ada roti kaleng, misal yang terkenal adalah khong Guan Biskuit dll. Tetapi kadang ada yang “palsu”. Palsu disini adalah, kaleng lama (mungkin bekas tahun lalu) tapi masih terlihat baik dan bagus, dan isinya bukan biskuit aslinya, tetapi kadang ada rempeyek kacang, dan kue lainnya yang tidak sesuai dengan gambar di kalengnya 😀

Belut dalam kemasan 1 KG

Biasanya dulu kita anak-anak yang pada UJUNG sudagh hapal, rumah mana kalengnya isi apa, sehingga yang isinya tidak menarik tentu tidak kita buka.

Tetapi ada satu rumah yang kaleng biskit palsunya menjadi favorit kami, ini karena isinya adalah kripik belut, asal tahu saja kripik belut saat lebaran sekilonya bisa 60-100 ribuan, dan rasanya memang gurih dan enak.

Hayo dirumah kalian ada kaleng biskuit “palsu” tidak?

sepur-sepuran dilanjut salam-salaman

Gak tertib nih antriannya

antrian sampai keluar masjid di jalan kampung

%d bloggers like this: